• Cerita Yaqdzan & Faiha

    Milad Mubarak Faiha ke-2

    Kala itu ada sepasang makluk dan titipannya terbang jauh dari kampung halamannya. Kala itu ada kondisi dan keadaan yang tidak linear adanya. Kala itu ada kebahagiaan dan kecemasan datang saat menapaki jalanan Boschdijk. Kala itu ada kontraksi datang yang belum diinginkan, “aku lahiran minggu depan saja,” begitu ucapnya lantang. Kala itu kontrol kehamilan berjalan di lantai 11 seperti biasanya. Tiga orang yang berkutat dengan dirinya masing-masing. Kala itu hujan salju terus menyelimuti antero kota, langkah kakipun harus segera meninggalkan jejaknya. Kala itu aku menahan kontraksi yang luar biasa ditemani kursi roda menuju verloskamers (VK) Catharina Ziekenhuis. Kala itu ada yang sedang menghadapi badai exam yang harus ia perjuangkan. Lembaran paper…

  • Book Review

    BOOK REVIEW: GRONINGEN MOM’S JOURNAL

    Judul Buku: Groningen mom’s journal (Jejak mimpi keluarga kecil di ujung utara Belanda) Penulis: Monika Oktora Penerbit: PT Elex Media Komputindo Jumlah halaman: 246 Cetakan/Tahun Terbit: 2017 Awal tahun 2016 saya mencari informasi bagaimana membuat visa MVV ke Belanda, lalu saya menemukan blog mba Monik disini. Banyak cerita dan tips saya dapatkan dari blog. Juga turut deg-deg an saat membaca detik-detik keberangkatan mba Monik dan keluarga ke Belanda, tiket sudah di tangan sementara visa belum keluar. Sungguh mendebarkan. Waktu itu saya juga sempat email-emailan sama mba Monik, karena tahun 2016 kami pun akan merantau ke Belanda. Kami banyak terbantu dari informasi yang dijelaskan beliau. Lalu follow-follow instagram deh, iya ga…

  • Eindhoven,  Our story

    5 Habit Baik dari Rantau untuk Tanah Air

    Aiih kok judulnya berlebihan amat, mau bahas apa sih? Hehe ga kok, ini sebongkah pegangan dan nasehat kami selama di rantau. Pengennya dibawa pulang ke tanah air, dijaga baik- baik. Pelan- pelan kami ingin terapkan di rumah. Jangan patah semangat, meskipun kita berada ditengah buih lautan yang berbeda. Jangan pernah berfikir, kalau hal sepele yang kita lakukan tidak membawa kebaikan apa-apa. Yang bikin kangen Belanda itu, rupanya jalan santai kami saat antar jemput Yaqdzan ke sekolah. Garam habis, minyak goreng kosong, dan persediaan makanan sedikit tersisa saya musti ke supermarket dulu. Mau naik bus sayang ongkosnya karena jaraknya hanya 800 meter. Ya sudah, kami jalan santai saja. Jalan kaki karena…

  • Our story

    Suka Duka Seorang Ibu Mengikuti 30DWC

    “Mengapa teman-teman semua harus menyelesaikan target ini? begitu tanya seorang mentor kepada setiap peserta yang hadir di acara ngobrolin nulis di Depok. “Coba tebak, kenapa ada Fighter yang bisa konsisten menulis tanpa henti tapi ada juga yang bolong-bolong. Kira-kira kenapa? Tentu ada banyak alasan” lanjut sang mentor. Saya sedang kondisi megap-megap mengikuti 30dwc hari ke-8. Ketika memutuskan untuk mengikuti 30 day challenge writing (30dwc), sebetulnya saya punya motivasi yang biasa-biasa aja, ya sekedar mengisi waktu. Bahkan bisa dikatakan ga punya motivasi yang berarti. Saya ikutan kelas ini juga 1 hari sebelum penutupan. Ya lagi-lagi iseng saja. “Mba yakin semuanya akan baik-baik saja hingga akhir?” tanya sang mentor yang begitu menohok.…

  • Our story

    Sepotong Syukur dari Gelombang Panas

    “Kardus, lakban dan bubble wrap masih ada yang kurang?” Tanya suamiku. Pagi itu kami sibuk berkemas. Kondisi rumah amat berantakan, lorong-lorong dipenuhi kertas koran dan keringat bercucuran tiada henti. Minggu ini akan jadi waktu-waktu tersibuk, mulai dari mensortir barang, membereskan gudang, dan packing-packing. Aneka suvenir, peralatan dapur, mainan anak, dan buku-buku mendominasi sudut-sudut rumah. “Yakin piring-piring koleksi akan aman di kargo?” tanya suami. Selembar kain dan bubble wrap membalut piring-piring kaca. Aku membungkus dengan penuh hati-hati. Pintu lorong terbuka lebar, mengharap semilir angin berhembus. Kipas angin yang teronggok 9 bulan di gudang kini kembali berdiri di pojok ruang tamu. Pukul 10 malam matahari kembali keperaduannya dan kembali menampakkan diri lebih…

  • Our story

    Kebiasaan Kecil itu Dimulai dari Rumah

    “Gimana, kalian jadi tour museum?” tanya seorang teman. Philips museum, Spoorweg museum, dan Philipsdorp adalah museum yang sering disebut-sebut dan direkomendasikan kepadaku. “Ah tidak usah” aku menepis tawaran itu di hati. “Lagian Yaqdzan juga belum terlalu mengerti” pikirku. Adanya taman-taman gratis yang disediakan pemerintah bagiku sudah lebih dari cukup untuk membantu tumbuh kembang anak. Struktur jalanan yang teratur sudah membuatku bahagia, anak-anak leluasa bersepeda dan berlatih keseimbangan dengan menggunakan scooter. Perpustakaan kotapun terbuka lebar bagi anak-anak. Sungguh nikmat yang besar bagiku fasilitas yang diberikan pemerintah. Voj adalah playground yang berjarak 200 meter dari rumah kami. Disaat musim dingin, Voj bagai goa yang dihiasi jaring laba-laba. Pagarnya terkunci rapat. Tidak ada…

  • Our story

    Branding Seorang Muslim

    “Seandainya kita tidak bertemu lagi di dunia, semoga diakhirat bertetangga seperti ini lagi” aku membuka pesan singkat dari seorang teman. Tidak bisa aku pungkiri, dua butir air mataku tumpah seketika. Siang itu aku sibuk menyalakan api membuat makanan. Tepung, bawang putih, selai kacang, terasi, dan bumbu kacang tersedia di meja. Cilok, makanan kudapan ala Bandung yang dirindukan bagi perantau sepertiku. Meskipun aku belum ahli membuatnya, tidak ada cara lain selain harus sering mencoba. Terkadang rasanya pas dan terkadang gagal. Trial error sudah menjadi hal biasa bagiku. Tiga piring cilok akan menjadi santap kudapan kami di pengajian malam itu. “Mudah-mudahan ciloknya enak” aku bergumam menatap cilok yang bentuknya tidak bulat sempurna.…

  • Our story

    Mendatangkan Apresiasi dari Kebaikan Kecil

    I think the rapport of Yaqdzan is still at your home. Can you bring it to school as soon as possible? I need it to make a new one for next week” aku sejenak membuka notifikasi surat elektronik. Liburan sekolah akan datang, anak-anak akan menerima raport. Tidak terasa Yaqdzan sudah 3 bulan sekolah. Menerima penilaian dari sekolah dan berdiskusi dengan sang guru adalah hal yang amat dinantikan. Tidak akan hilang dalam benakku bagaimana hari pertama sekolah Yaqdzan yang penuh drama. Juga kekhawatiranku terhadap adaptasi bahasanya. Bagaimana tidak, hanya bahasa Indonesia yang diketahuinya. Bahasa Belanda yang menjadi bahasa sehari-hari di sekolah adalah sesuatu yang baru dikenalnya. Sedangkan bahasa Inggris yang fasih…

  • Our story

    Kesaksian Bisu Schipol Airport

    “Ibu yakin berangkat berdua saja dalam kondisi seperti ini?” tanya sang dokter agak pesimis. Dua buah koper ukuran besar menjadi boyonganku ke negeri tulip. Aku tidak mau melewatkan jatah bagasi kami 5 kg pun. Perbekalan makanan paling dominan memadati bagasi. Cobek kayu ukuran kecil adalah barang sakti bagiku, bawaan yang tidak boleh terlupa. Rasanya ini perjalanan terjauhku tanpa ditemani suami. Tak ada lagi pilihan lain aku harus berangkat berdua saja bersama sulungku. Ku dapati kursi berjajar 3 baris, jarak antar bangku lebih luas. Kami menelusuri lorong-lorong pesawat mencari nomor kursi yang tertera pada tiket. Rupanya tidak semua kursi berpenghuni. Waktu mengantarkan kami pada kota yang dikenal dengan the lion city.…

  • Our story

    Totalitas & Penghambaan

    Rendang, sambal botol, kecap, kering tempe memenuhi koper hijau yang bertengger di kamar. Aku sibuk mempersiapkan keberangkatan suami. Ada kebahagiaan yang menyertai, merajut asa merengkuh cita. Namun kesedihan juga hadir seketika, aku dan sulungku akan menjalani hari-hari berdua melewati penghujung trimester pertama kehamilan. Agustus 2016 Pagi itu bandara Soekarno Hatta sebagai saksi bagi kami sekeluarga. Aku melepas suami dengan berat dan kesedihan yang terpendam. Entah kapan kami berkumpul kembali. “Tak ada keberhasilan tanpa perjuangan” aku menghibur hatiku. Suamiku tak henti mengecek beberapa website rumah. Mengunjungi agen dan bertanya pada teman. Memang mencari rumah sewaan keluarga di negeri tulip tidaklah mudah. Seperti mencari jodoh begitu guyonan orang-orang. Benar saja, tidak sembarangan…