Spiritual Journey,  Tanpa kategori

Kreatif Itu Tidak Natural

Pernah berfikir jadi orang yang paling tidak kreatif? Ga punya ide? Mentok! Saya banget..
Berawal punya niat untuk membuat diy toys untuk Yaqdzan, mengumpulkan ide dari berbagai sumber entah googling, buku-buku ataup
un ibu2 yang rajin bikin2 mainan untuk anaknya. Sayapun mulai mempelajarinya satu per satu, terkagum-kagum betapa ajaibnya aktivitas yang diciptakan ibu-ibu untuk anaknya.

Mengatur waktu sedemikian rupa hanya untuk mempelajari project mini, mengumpulkan benda-benda bekas, dan mengoprek benda-benda tersebut yang disulap jadi pembelajaran bagi Yaqdzan (waktu itu usia 24 bulan). Saya teringat akan jaman-jaman sekolah dasar membuat prakarya dari alam sekitar.

Kapan sih waktunya membuat mainan bocah? Biasanya sebelum subuh saya sudah ON mulai beroperasi membuat sesuatu, yang pengerjaannya awal-awal menghabiskan waktu 30-60 menit an hanya untuk sebuah project sederhana misal membuat mobil kardus, membuat media untuk menstimulasi motori
k kasar (*lama banget ya :D). Kadang dikerjakan setengah jadi dan nanti dilanjutkan bersama Yaqdzan. Dan yang paling lama itu adalah mencari ide walaupun idenya dari google tetap menghabiskan waktu saya untuk menemukan feeling yang cocok untuk balita, menyesuaikan dengan alat dan bahan yang ada. Biasanya setelah bocah pules saya berselancar mencari ide, jadi besoknya tinggal action!

Lama juga ya? Hanya membuat prakarya sederhana cukup menghabiskan waktu yang lama. Iya! Bagi saya semuanya butuh proses dan butuh waktu untuk belajar hal-hal yang kecil, belajar berimajinasi, belajar meluweskan motorik halus (*nah loh :D), belajar mendongeng, belajar menyajikan semenarik mungkin bagi balita, belajar manajemen waktu yang baik, belajar konsisten, belajar untuk terus semangat. Wah ternyata menjadi kreatif itu bukan dari bakat apalagi gen, semuanya butuh belajar dan belajar.

Bagaimana hasilnya?

Bagi saya yang tidak punya tangan ajaib untuk menggambar maka hasil bukanlah hal yang utama (*alasan :D). Utamanya adalah berkreativitas bersama balita, membentuk bonding yang kuat dengan anak, memiliki quality time bersama anak. Jadi hasil karya saya adalah super ala-ala dan yang penting disukai anak su
dah cukup kok hehehe..

Mainannya dicuekin anak?
Udah bikin capek-capek menghabiskan waktu yang lama bahkan sampai begadang, tapi kok mainannya dicuekin bocah!! Haha sayapun pernah mengalaminya, udah biasa kok 😀 ibu-ibu ga usah kecewa mungkin anak belum tertarik atau lagi bosan. Jadi mainannya disimpan dulu. Oh iya ini tips saya agar aktivitas yang kita sajikan diterima anak, sajikan sevariatif mungkin, kalau hari ini bermain motorik halus, esoknya saya menyajikan motorik kasar, berikutnya bermain sensory play, berikutnya water play, berikutnya bermain playdough. Gunakan alat dan bahan yang berbeda dan full color.

Dan 1 tahun 4 bulan berjalan, hari ini saya tidak harus begadang untuk mencari ide bermain Yaqdzan. Idenya mulai mengalir, ga jelimet dan mumet lagi memikirkan semuanya. Satu hal yang jd pembelajaran saya selama ini, bahwa segalanya butuh proses, nikmati dan suatu saat akan memetik hasilnya insya allah. Maka jadilah pembelajar ulung #selfreminder..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *