Sekolah Anak

Bagaimana Budaya Sekolah di Belanda?

Ulasan tentang bagaimana mencari sekolah Yaqdzan dan sekilas sistem pendidikan di Belanda (https://hafizatulismisite.wordpress.com/2016/11/28/mencari-sekolah-yaqdzan-di-belanda/). Lanjut bagaimana sekolah islam di sini, budaya sekolah, kurikulum sekolah berdasarkan pengalaman kami di islamic school Tarieq Ibnoe Ziyad.

Tarieq Ibnoe Ziyad, sekolah dasar (basisschool) Islam yang dikelola oleh pemerintah baik pendanaan maupun kurikulum dan satu-satunya islamic basischool di Eindhoven. Sekolah ini gratis! dan kami hanya membayar 45e pertahun untuk acara kunjungan keluar sekolah. Terdiri dari grup 1- 8  dengan jumlah siswa sekitar 200 an orang yang berasal dari berbagai negara seperti Polandia, Maroko, Turki, Afrika, Belanda, Malaysia, Indonesia dll. Secara umum saya melihat wajah – wajah Turki dan Maroko yang mendominasi sekolah ini dan beberapa anak ada yang berasal dari Indonesia. Jadwal sekolah senin – kamis 8.15 – 14.45, jumat 8.15 – 12.00, libur sabtu minggu atau hari besar Belanda yang berlaku untuk semua anak. Berarti aturan ini berlaku untuk anak – anak yang berusia 4 tahun (grup 1), termasuk Yaqdzan.

Peraturan di sekolah ini cukup ketat, salah satunya izin persekolahan. Untuk kondisi tertentu seperti sakit, jam 8.00 orang tua dipersilakan datang ke sekolah untuk meminta izin dan mengisi form perizinan. Libur panjang pulang ke negara asal, diluar jadwal libur sekolah dan cuti sekolah tidak diizinkan dan kalau bolos akan dikenakan denda yang tidak sedikit. *fiuh 😀

Dengan adanya perbedaan sistem pendidikan di Belanda dan Indonesia yang cukup signifikan, banyak hal yang menjadi pertanyaan dari teman-teman, “masa sih? Kan baru 4 tahun? Di sekolah ngapain aja? ” Hehe..

Yaqdzan berada di grup 1/2A dengan jumlah siswa sekitar 15 – 20 orang yang dicampur dari grup 1 & 2. Tujuannya agar grup 2 bisa membimbing dan membantu grup 1 yang baru  masuk sekolah. Untuk grup 1 & 2 bisa dikatakan full bermain, sama halnya dengan TK di Indonesia dan grup 3 baru mulai belajar. Persiapan Yaqdzan sekolah cukup simple hanya membawa bekal dari rumah, buah potong untuk sesi fruit time  jam 10 tidak boleh  membawa kue manis, permen, goreng -gorengan dan untuk makan siang jam 11.30 pihak sekolah menganjurkan membawa roti. Tentu budaya yang berbeda dengan sebelumnya, apalagi si bocah sukanya hanya buah yang di jus saja. Perlahan kita akan belajar bersama.

Aktivitas sekolah
1. Sesi bermain anak dengan orang tua
Orang tua mengantarkan anak langsung ke kelas dan disambut oleh guru pukul 8.15. Aktivitas anak pertama adalah  memilih 1 permainan dari beberapa jenis permainan yang tersedia di magnetic board dan akan dimainkan bersama orang tua selama 15 menit. Entah bermain lego, balok, puzzle, playdough, mewarnai, membaca buku dll. Setelah waktu bermain bersama orang tua berakhir, jam 8.30 anak akan membereskan dan mengembalikan mainannya ke tempat semula dan waktunya orang tua berpamitan dengan anak. Diawal pertemuan perhatian saya fokus pada para orang tua yang mendampingi anak. Tidak ada yang asik pegang gadget, ribut ataupun ngerumpi antar sesama orang tua. Sebagian ada yang datang mengucapkan salam ataupun diam lalu mereka melanjutkan aktivitas bermain dengan anak.

Lalu bagaimana kalau permainan yang sama diminati oleh beberapa anak? Anak – anak akan bermain bersama, saling berbagi dan membantu. Pemandangan yang membuat saya takjub dan terharu. Di usianya yang masih balita mereka sudah mengerti tentang kebaikan. Terlihat sekali waktu pertemuan pertama Yaqdzan di kelas, teman 1 kelompok memberikan lego untuk dipasang agar Yaqdzan lebih cepat berbaur. Ataupun sang guru yang mengatakan pada teman yang lain untuk mengajak bermain. Tampak segalanya teratur, anak – anak mudah dikondisikan, tidak ada teriakkan guru ataupun pertengkaran antar anak.

2. Sesi anak dan guru

Anak – anak akan duduk melingkar dengan memindahkan kursi masing – masing untuk berdoa, bernyanyi, bermain game dll. Setiap kursi, meja, tempat menggantungkan jaket dan tas sudah ada nama dan lambangnya masing – masing yang membuat setiap anak faham akan kepemilikan meskipun belum bisa membaca. Yaqdzan dikasih lambang singa kecil, jadi di kursi, meja, magnetic board, dan gantungan tas di tempel magnetic plate bergambar singa kecil.
Next..kegiatan lainnya anak – anak berkelompok untuk bermain entah pojok buku, pojok lego, pretend play, stempel, coloring activity, coret – coret dikertas selembar dll. Lalu fruit time dan lunch time bersama guru selama 30 menit karena makan termasuk salah satu latihan kemandirian anak yang didampingi langsung oleh guru. Sama halnya disaat menunggu jemputan orang tua, anak – anak duduk bersabar dan punya tanggung jawab menaikkan kursi ke meja masing – masing lalu bersalaman dengan guru.

3. Sesi anak dan orang tua volunteer

Anak – anak beristirahat selama 45 menit yang didampingi oleh orang tua volunteer. Orang tua volunteer ini adalah orang tua yang bersedia untuk membantu beberapa aktivitas disekolah misalnya piket di jam istirahat, acara – acara  kunjungan keluar sekolah dll. Kegiatan anak disaat istirahat biasanya bermain di playground atau nonton bareng. Dan disaat inilah guru beristirahat.

Kemandirian & budaya menolong
Melalui bermain anak – anak belajar banyak hal, diantaranya disiplin dengan waktu disaat sesi bermain dengan  orang tua telah berakhir, saling membantu teman yang projectnya belum selesai, mengingatkan teman dll. Inilah yang menjadi prioritas sekolah, khususnya grup 1 yang lebih fokus dalam hal kemandirian.
3 hal pencapaian sekolah untuk grup 1:

1. Toilet

Untuk urusan pup/pee anak dilatih untuk bisa melakukannya sendiri, salah satunya sekolah menyediakan toilet khusus anak.

2. Memakai jaket

Pikiran pertama saya terlintas “penting ya? :D”. Oh ternyata kegiatan memasang dan membuka jaket ini bisa dilakukan 2-3x di sekolah terutama saat aktivitas outdoor dan menunggu jemputan orang tua anak sudah rapih dengan jaket dan tasnya. Teknik memasang resleting dan membuka jaket agar tidak terbalik ternyata punya tantangan sendiri bagi anak.
3. Memasang sepatu

Sekolah menganjurkan anak memakai sepatu yang simple dan tidak bertali bagi grup 1. Setiap senin dan rabu biasanya ada olahraga diruangan khusus, anak-anak dilatih untuk mengganti sepatu gym secara mandiri. Untuk aktivitas fisik anak – anak disini memang agak berbeda, mereka lebih kuat dan berani terlihat dari fasilitas olahraga yang disediakan sekolah.

Sosok guru di mata anak & ortu
(Asik, supel, totalitas, lembut)
Ini sisi kebaikan yang saya lihat disaat interaksi anak dan guru. Bagaimana cerianya sang guru disaat bermain game bersama anak dan mengingatkan anak – anak untuk tetap tertib dengan asik. Bagaimana perhatian dan kelembutan sang guru, disaat salah satu anak ada yang merengek atau menangis saat orang tua pamitan. Dan Yaqdzanpun merasakan kalau digendong guru pas lagi nangis berarti gurunya sayang katanya 😀 Guru adalah orangtua di sekolah. Meskipun saya kadang melihat sisi yang tidak biasa dari sang guru,  terlalu agresif berkenalan dengan anak yang ujung-ujungnya bocah jadi serem 😁

Bagaimana nilai-nilai Islam yang diterapkan di sekolah?
Untuk anak usia 4/5 tahun khususnya, sekolah lebih fokus pada practical life dan pengamalan nilai – nilai Islam seperti disiplin, saling menolong dan mendahulukan orang lain. Dan hal ini juga sudah menjadi budaya bagi orang Belanda sendiri dengan mayoritas mereka sebagai non muslim. Untuk kegiatan yang diadakan sekolah yang diikuti Yaqdzan adalah TSO (tussenschoolopvang), setiap anak menyumbangkan makanan ke sekolah yang akan disalurkan oleh sekolah bagi orang yang kurang mampu. Selain itu sekolah punya kurikulum memperkenalkan anak tentang sholat, ramadhan, idul fitri, idul adha dll.

Untuk amalan yaumiah seperti sholat zuhur di sekolah, belajar mengaji, hafalan Al Qur’an dll memang belum diajarkan untuk grup 1/2. Menjadi tugas utama orang tua di rumah, perlahan memperkenalkan dan memberi teladan kepada anak. Semoga Islam dijalankan tidak sekedar rutinitas tapi anak faham akan ilmu, amal, menyebarkan sebanyak-banyaknya.

Eindhoven, 1 Desember 2016
* Next blog insya allah akan sharing bagaimana adaptasi di sekolah terutama bahasa, rekam jejak Yaqdzan di awal sekolah, trik dari pihak sekolah anak senang sekolah dll

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *