Hamil dan Melahirkan

Perlengkapan Lahiranpun Diatur Negara

Sebagaimana dibahas sebelumnya, maternity care di Belanda begitu luar biasanya. Termasuk hal – hal kecil yang tidak biasa dilakukan di Indonesia, ada aturan yang terstandar dari negara dan “ribet”. Ribet? Iya saya pribadi mengalami kerepotan untuk memenuhi list perlengkapan untuk persiapan lahiran. Mempersiapkan ini semua sejak di Indonesia, membuka beberapa situs internet, dan  bertanya pada teman – teman yang sudah berpengalaman melahirkan disini yang sangat membantu sekali. Oleh karena itu saya menuangkan ini semua dalam bentuk tulisan, semoga ada manfaatnya bagi teman-teman yang kebingungan dalam mencari informasi bagaimana negara mengatur ini semua. Kami mendapatkan list barang – barang ini saat melakukan appointment di verloskundige diusia kehamilan 28 minggu dan list ini tersedia dalam bahasa inggris atau dutch. Baiknya saat mencari barang di toko atau online shop kita menggunakan dutch agar apa yang dibeli sesuai dengan apa yang diminta list tersebut.

Barang-barang di list bisa dikelompokkan dalam beberapa kategori:

1. Kraampakket
Maternity package yang didapat dari pihak asuransi untuk kebutuhan ibu dan bayi, terdiri dari:

  • Umbilical klem
  • Alkohol 70%
  • Kassa steril 2 pack
  • Desinfacting hand soap
  • Kapas 250 gram
  • Pembalut 2 pack
  • Mats /underpad 8 pcs
  • Big mat
img_20161226_104937.jpg
Kraampakket dari menzis insurance

2. Perlengkapan ibu

Ada beberapa barang yang menurut saya memang dibutuhin ibu saat lahiran dan ada juga yang ga penting-penting amat (contohnya bed raiser), tapi walaupun ga penting tetep harus disiapkan 😀

  • Pakaian yang nyaman dan mudah dipakai
  • Kaos kaki hangat
  • Nursing bra
  • Waslap
  • Handuk
  • Termometer (no earthermometer)
  • Hot water bottle untuk membantu ketidaknyamanan ibu disaat kontraksi. Dalam bahasa belandanya disebut kruik.

www.yumeko.nl-yumeko-warmwaterkruik-natuurlatex.jpg

  • Bed raiser/ peninggi tempat tidur minimal 75 – 80cm bersifat wajib baik yang lahiran di rumah ataupun RS. Peninggi tempat tidur ini bisa dipinjam di homecare Zoidzorg mulai dari kehamilan 36 minggu.

3. Persiapan lahiran di RS

  • Hospital card
  • Insurance card
  • ID card
  • Pregnancy file
  • Kimono mandi
  • Toiletries. Sikat gigi, sabun, pasta gigi, sabun cuci muka, dll
  • Sendal jepit
  • Car seat untuk membawa bayi baru lahir dari RS ke rumah dengan taxi/mobil
  • Kamera
  • List nomor telepon penting (bidan, taxi, RS dan teman)

4. Perlengkapan bayi

Bagi saya pribadi yang paling membingungkan adalah list kebutuhan bayi. Antara kaget, heran dan segitu pentingnyakah? Hehe..

  • Cotten towels (Katoenen hydrofiel-luiers) 12 pcs, kain yang berbahan katun dan menyerap  yang berfungsi untuk alas ompol, sebagai alas distroller atau baby box. Saya menggunakan pernel dari Indonesia yang bahannya menyerap. Kalau di sini penampakannya seperti ini berbahan katun ukuran 77 x 77cm

  • Flannel botom sheet (molton onderlakens) 2 pcs lapisan alas kasur bayi

moltonmattresscoverwhite60x120.jpg.jpeg

  • Bedsheets (hoeslakentjes) 2 pcs spreinya kasur. Standar di Belanda kasur ga langsung dikasih sprei tapi ada lapisannya dulu 😀
  • Blanket (lakentjes) 2pcs selimut berbahan katun

img_20161226_104940.jpg

  • Cotton or wool blanket (katoenen of wollen deken) 1pcs selimut berbahan wol yang lebih tebal dan hangat. Jadi selimutnya bayi ada 2 lapis, lakentjes + katoenen of wollen deken.
  • Metal hot water bottles (metalen kruiken en kruikzak) 2 pcs untuk menghangatkan bayi terutama yang lahir disaat winter. Botol diletakkan dikiri kanan bayi.

  • Changing mat (Aankleedkussen) adalah meja matras untuk mengganti baju/popok yang sudah terstandar untuk menghindari membungkuk.

img-20160822-wa0014.jpg

  • Thermometer (geen oorthermometer)
  • Romper 6 pcs
wp-image-521189619jpg.jpeg
dankjewel sophie van den berg 🙂
  •  Cotton sweater and pants (size 50 – 56)/ Katoenen truitjes en broekjes (maat 50-56) 6 pasang stelan atasan dan bawahan dengan ukuran newborn (size paling kecil). Dua minggu pakaipun ini sudah sempit 😂
  • Mutsjes/ topi bayi 2pcs
  • Omslagdoeken handuk bayi yang ada penutup kepalanya 2 pcs

wp-image-1595393844jpg.jpeg

  • Spit cloths /spuugdoekjes 6 pcs handuk kecil untuk lap gumoh atau lainnya
  • Sabun mandi
  • Sisir

Lebih kurang inilah perlengkapan yang sedang kami persiapkan saat ini. Dan ada 2 item yang tidak dicantumkan pada list yaitu baby box (crib) & baby bath tub yang ternyata ini sudah lazim dan merupakan barang wajib disini. Bath tub harus ada standnya, lagi – lagi untuk kenyamanan semuanya agar tidak membungkuk.

img_20161226_073833.jpg
baby bath tub with stand
pure-rest-organic-crib-mattress.png
baby box dan matras dengan ketebalan minimal 8 cm

Pada prinsipnya negara mengatur ini semua untuk kenyamanan ibu, bayi, keluarga dan kraamzorg (profesional nurse) yang akan membantu ibu 8 hari pertama post melahirkan karena kerja kraamzorg sudah ada standarnya yang salah satunya mereka tidak boleh membungkuk.

Dengan adanya aturan ini semua tentu yang terfikir pertama adalah tentang biaya. Karena suatu tradisi yang berbeda sekali dengan Indonesia. Bagaimana tips berbelanja hemat? Kami hunting barang bekas yang banyak sekali dan mudah didapat disini dengan kondisi masih sangat bagus dan dijual dengan harga terjangkau baik di grup facebook, maarktplaast ataupun dari teman Indonesia. Dan lebih banyaknya kami dapat lungsuran dari teman-teman Indonesia maupun dari penduduk lokal sini (group barang bekas/gratis facebook). Walaupun tidak kenal, mereka dengan senangnya menawarkan bantuan untuk mengantar barang ke rumah atau dikirim by expedisi. Mungkin budaya penduduk sini yang hanya punya anak 1-2 orang dan mereka sepertinya tidak “hobi” menyimpan barang – barang, jadi mereka malah senang kalau ada yang mau “menampung” barang-barang ga terpakai 😁. Thanks to mba Desiree, mba Dewi, mba Elva yang sudah banyak direpotkan dan beberapa penduduk sini yang sudah repot mengantarkan  & mencarikan beberapa item barang bahkan ada yang memberi kado untuk si bayi.

Begitulah kami merasakan kemudahan di perantauan, dipertemukan dengan saudara seiman, bahkan warga eropa sini yang tidak dikenal sama sekali yang jadi jalan kemudahan semua ini. Lagi – lagi saya banyak belajar dan meraih hikmah dari budaya mereka yang saling membantu, ramah dan mendahulukan orang lain.

Merantaulah..Orang berilmu dan beradab, tidak diam beristirahat di kampung halaman..Tinggalkan negerimu dan hiduplah di negeri orang..
Merantaulah..
Kau kan dapati pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan..Berlelah-lelahlah, manisnya hidup kan terasa setelah lelah berjuang (Imam Syafii).

Eindhoven, 25 Desember 2016

*gambar sebagian diambil dari google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *