Hamil dan Melahirkan

Enam Minggu Postnatal Bersama Verloskundige & Consultasi Biro

 

zuidzorg

Kali ini saya akan sharing seputar pelayanan 6 minggu postnatal disini, role pelayanan yang sedikit berbeda dibandingkan Indonesia. Ibu postnatal akan terhubung dengan bidan di RS/bidan praktek bersama dan bayi akan diarahkan pada petugas consultasi biro untuk pemeriksaan tumbuh kembang dan imunisasi hingga usia 4 tahun.

Consultasi biro

Kunjungan kami ke consultasi biro /posyandu kali ini adalah bersama baby meisje Faiha yang berusia 6 minggu. Kami melakukan appointment dari 4 minggu lalu yang sebenarnya jadwalnya sendiri adalah pekan lalu, yang entah kenapa appointment ini terlupakan dan baru ingat sehari setelahnya dan telepon dari consultasi biro pun terabaikan. Kami datang 1jam lebih awal dan ada beberapa baby born yang berkunjung kesini dan petugasnya sendiri terdiri dari 2 orang dokter. Seperti yang dipaparkan sebelumnya setiap anak di Belanda akan dipantau tumbuh kembangnya, untuk pengecekan awal (general check up) akan dilakukan oleh dokter. Dan untuk observasi dan konsultasi selanjutnya bersama nurse. Untuk imunisasi sendiri kami dijadwalkan disaat Faiha usia 8 minggu.

Pemeriksaan berawal dengan mengecek berat badan, panjang badan dan lingkar kepala oleh petugas administrasi. Kami dianjurkan untuk membuka seluruh pakaian bayi terlebih dahulu dan menyelimuti bayi agar tetap hangat. Lalu bayi ditimbang pada timbangan digital dengan membuka diapers terlebih dahulu. Usia 6 minggu berat badan Faiha naik 900 gram. Pertumbuhan yang baik meskipun BB nya seperti bayi baru lahir pada umumnya.

Selanjutnya bertemu dengan dokter untuk pengecekan tumbuh kembang. Hal utama yang ditanyakan dokter adalah tentang bagaimana kesehatan bayi, apakah sebelumnya pernah demam, batuk, pilek dll. Bagaimana frekuensi menyusui dan perkembangan bayi seperti kontak mata/senyuman bayi dan evaluasi pemberian vitamin D & K. Lalu dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan mengecek pupil pada mata, pemeriksaan kepala (sutura & fontanel), bunyi nafas, kekuatan otot leher, refleks tangan, kaki, genitalia dll.

Hal baru yang saya peroleh disaat kunjungan ini adalah disaat dokter menstimulasi otot leher, tangan dan pundak bayi yang dikenal dengan tummy time. Dokter menganjurkan untuk melakukan tummy time setiap hari dengan durasi sekitar 2 menit. Sejujurnya ini pengalaman baru bagi saya karena disaat anak pertama kami tidak pernah melakukannya. Tummy time berguna untuk menguatkan otot leher, lengan dan pundak bayi. Kemudian untuk menghindari positional plagiocephaly atau yang dikenal dengan kepala peyang karena kondisi kepala newborn yang masih lembut dan posisi terlentang adalah posisi paling lama dalam keseharian bayi. Penelitian juga mengatakan bayi yang dilakukan tummy time akan mengalami perkembangan merangkak, mengguling dan duduk lebih awal. Kapan waktu yang tepat untuk tummy time? Biasanya disaat bayi dalam kondisi nyaman, setelah mandi/ganti diapers atau bangun tidur. Dan 1 jam setelah menyusui agar tidak ada penekanan pada perut disaat kenyang. Bayi yang berusia 1-2 bulan tummy time dilakukan 2-3x/hari dengan durasi 2-4 menit. Untuk bayi yang berusia 3-4 bulan bisa dilakukan 20 menit/hari.  Tummy time dilakukan sampai bayi bisa tengkurep sendiri sekitar usia 4-6 bulan. Biasanya dilakukan diatas kasur yang datar dan sediakan mainan agar bayi terstimulasi dan menarik perhatian.

 

DSCF3537
tummy time

 

Verloskundige/bidan RS

Karena proses persalinan saya di RS, maka untuk 6 minggu postnatal pelayanan diarahkan ke RS dan ini merupakan interaksi terakhir saya dengan bidan karena tanggung jawab bidan hanya sampai 6 minggu postnatal. Untuk masalah kesehatan selanjutnya saya diarahkan untuk menghubungi dokter keluarga. Saya diperiksa oleh verloskudige/bidan yang memeriksa kehamilan saya di RS. Congratulations! Proses persalinan yang bagus dan cepat, ujarnya. Bidan menanyakan kabar dan keluhan yang saya alami. Keluhan saya fokus pada proses penyembuhan luka episiotomi yang masih terasa nyeri. Dan menurut pemeriksaannya semua normal dan baik-baik saja. Pemeriksaan hanya fokus pada penyembuhan luka perinium dan sisanya adalah obrolan kami seputar maternity care disini. Ah usai sudah interaksi saya dengan verloskundige/bidan disini, mereka yang ramah dan welcome sekali dengan berbagai pertanyaan kami. Sungguh sangat membantu dan bisa membayangkan bagaimana kondisi maternity care di Belanda dan Indonesia, yang kedepannya semoga  menjadi inspirasi untuk tanah air.

Chatarina Hospital Eindhoven, 14 Maret 2017

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *