Eindhoven,  Spiritual Journey

Spring Market, Perekat Saudara Seiman 

 

DSCF3995
Lentemarkt

 

Merindukan sesuatu yang jarang didapat, mensyukuri suatu moment langka yang bernama ukhuwah islamiyah. Berkumpulnya dengan saudara seiman, walaupun berbeda tapi kita satu rasa.

Seulas senyum menghiasi raut wajah, berpapasan, tak sungkan menyapa mengucapkan salam layaknya seorang muslim. Moment yang tidak setiap saat bisa saya dapatkan, namun ada suatu tempat yang selalu mempertemukan.

Rutinitas saya bersama bayi setiap sorenya menjemput Yaqdzan sekolah. Suasana spring yang mulai hangat sering membuat kami banyak melakukan aktivitas di luar sepulang sekolah, entah menemani Yaqdzan di playground atau hanya duduk di taman menikmati indahnya bunga dan hijaunya rumput. Sayapun selalu mempersiapkan bekal berupa kentang goreng, buah, coklat ataupun cemilan lainnya kesukaan Yaqdzan.

Memasuki pagar sekolah saya melihat suasana yang berbeda, terlihat ramai dengan jajaran tenda dan stand. Lentemarkt, salah satu agenda islamic basisschool spring kali ini. Bazar makanan, pakaian dan suvenir ciri khas dari berbagai negara yang disuguhkan oleh orangtua siswa grup 1-8. Diantaranya makanan khas dari Turki, Somalia, Afrika dan negara lainnya seperti soarma, kebab, sushi, nasi kuning dengan range harga 0,5 euro – 3,5 euro. Kesempatan langka untuk mengenal makanan & suvenir khas berbagai negara. Selain stand makanan dan pakaian juga disediakan playground untuk bermain anak-anak.

Event ini diadakan setelah usai kegiatan sekolah sampai pukul 16.00. Langkah pertama saya bersama anak-anak adalah menelusuri semua stand untuk mengenal jenis makanan dan memilih selera yang lebih cocok dengan lidah kami. Moment dimana kami bebas memilih makanan, karena tidak harus mengecek bagaimana kehalalannya. Lalu sorotan saya tertuju pada sebuah stand “HELP SOMALIA“. Ah mereka adalah saudara seiman kita yang hidupnya jauh dari layak. Negara yang dulunya tidak dikenal oleh panggung sejarah dunia tapi setelah Islam datang sejarah negeri mulailah tampak bahkan menjadi bagian kebudayaan dan peradapan dunia. Lalu saya teringat beberapa pekan lalu, seorang siswa menghampiri dan memperlihatkan sebuah kertas untuk membantu saudara negara asalnya Somalia berupa penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan minumnya.

Sesungguhnya ini moment pertama saya, berkumpul dengan saudara muslim dari berbagai negara, di negeri yang minoritas muslim dengan berbagai latar belakang budaya dan tradisi dalam sebuah event yang ramai sekali. Ada rasa haru dan bahagia meskipun kita tidak saling mengenal tapi ada satu rasa yang membuat kita bersatu. Dialah iman, penghapus segala perbedaan, perekat persaudaraan. Bahkan ketika kami membeli sepotong roti karamel manis dan saya meminta izin untuk mengambil foto standnya mereka welcome sekali. Tak lama kemudian seseorang menghampiri saya “this is for you“, tangannya mengulurkan 2 potong makanan khas Somalia. Sayapun iri dengan kemurahhatiannya. Negeri yang minoritas muslim inipun merupakan buminya Allah, semoga ukhuwah kita menjadikan cahaya kebaikan di akhirat kelak.

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menykitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

Eindhoven, 12 April 2017

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *