Eindhoven,  Spiritual Journey

Anak-Anak Belanda Paling Bahagia di Dunia

 

dutct
foto diambil dari google

 

Barakallah ya Yaqdzan, ujar seorang sahabat mengirimkan sebuah link ” Why Dutch Children Are the Happiest in the World”. Loh ada apa nih? Sayapun baru saja membaca artikel ini dan tersenyum menganggukkan kepala. Jadilah penasaran dengan ini semua dan jadi menelaah, memperhatikan benar ga sih. Bukan! Bukan..saya bukan bermaksud membandingkan kondisi di tanah air dengan negeri kincir angin ini. Tetapi ingin sharing apa-apa yang menjadi kebiasaan baik di sini, bisa jadi inspirasi bagi kita semua.

Tahun 2013, UNICEF melaporkan kalau anak-anak di Belanda paling bahagia di dunia. Loh kenapa? Penelitian ini dikhususkan untuk 29 negara industri terkaya di dunia. Diantaranya Inggris, Amerika, Belgia, Jerman, Denmark, Perancis, Belanda dll. Meliputi 5 aspek yaitu pendidikan, kesejahteraan, kesehatan & keselamatan, lingkungan, dan perilaku. Belanda meraih point paling tinggi dari berbagai aspek salah satunya pada kategori pendidikan dan perilaku, sedangkan Inggris peringkat ke-16 dan Amerika peringkat ke- 26. Pada tahun 2003 Unicef Juga menyatakan kalau Belanda dijadikan negara role model bagaimana memperlakukan anak-anak dengan baik, hingga mereka tumbuh dan kembang dengan bahagia. Penelitian terbaru juga menyatakan kalau bayi-bayi Belanda lebih bahagia, lebih banyak tertawa, tersenyum dan banyak mendapat pelukan.

Negara apa saja? 29 negara industri terkaya di dunia sesuai dengan peringkatnya:

1. Netherlands
2. Norway
3. Iceland
4. Finland
5. Sweden
6. Germany
7. Luxembourg
8. Switzerland
9. Belgium
10. Ireland
11. Denmark
12. Slovenia
13. France
14. Czech Republic
15. Portugal
16. United Kingdom
17. Canada
18. Austria
19. Spain
20. Hungary
21. Poland
22. Italy
23. Estonia
24. Slovakia
25. Greece
26. United States
27. Lithuania
28. Latvia
29. Romania

Apa sih yang membedakan anak-anak Belanda dengan negara lainnya? Berikut sharing dua orang ibu yang berasal dari US dan UK yang membesarkan anaknya di Belanda yang saya kutip dari pemaparan mereka. Dan sudut pandang kami yang tinggal sementara di negeri kincir angin ini 😊

Hal-hal yang membedakan anak-anak di Belanda dengan Inggris dan Amerika:

1. Bayi Belanda tidur lebih banyak.
2. Anak-anak di Belanda tidak punya PR atau sedikit PR disaat primary school.
3. Anak-anak di Belanda tidak hanya mendengar tetapi juga banyak mengeluarkan pendapat.
4. Dipercaya mengendarai sepeda ke sekolah
5. Diijinkan bermain di luar tanpa pengawasan
6. Punya waktu untuk makan bareng keluarga
7. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah dan ibu.
8. Senang menikmati second hand toys.
9. Tak kalah pentingnya bisa menikmati roti taburan meses (hagelslag) untuk sarapan.

Stress free schooling

Anak-anak di Belanda pada umumnya tidak punya beban PR sekolah sebelum usia 10 tahun dan kalaupun ada hanya sedikit. Sekolah dasar dimulai sejak usia 4 tahun tidak diajarkan calistung dan baru mulai usia 6/7 tahun. Para orangtua di Belanda tidak berkompetisi dalam membesarkan anak, mereka tidak peduli kalau ada anak A juara piano diusia 4 tahun misalnya. Mereka tidak menuntut anaknya berprestasi tetapi membersamai anak dengan bahagia. Kalau anak sudah bahagia maka prestasi itu akan tumbuh ujarnya.

Penelitian dari UNICEF (2013), anak-anak di Belanda mengalami stress paling minim untuk urusan tugas sekolah dan point tertinggi mereka dalam hal ramah dan membantu teman sekelas.

Ya!seperti yang dialami Yaqdzan, diusia 4 tahun sudah wajib sekolah, dari pukul 08.15 sampai 14.45. Full day! Dan ditambah agenda untuk berkunjung ke perpustakaan dan support bahasa yang disediakan oleh negara. Tapi kok anak-anak bahagia sekali, hanya 1 stiker kecil yang dibawanya pulang tapi anak-anak senangnya luar biasa. Bagaimana para guru supelnya di kelas, jadi partner bermain dan melontarkan pujian & support tak terhingga.

Happy parents happy kids

Para bapak yang gagah dengan tatonya pun tidak sungkan melakukan pekerjaan RT, mengasuh anak dan mendorong stroller. Ini bukan pemandangan aneh lagi. Katanya suami dan istri punya peran yang sama dalam membesarkan anak dan urusan pekerjaan RT.

Masyarakat Belandapun telah memperjuangkan dan mencapai keseimbangan dalam dunia kerja yang patut ditiru. Contohnya saja part time hanya 29 jam/minggu. Dan ada 1 hari yang free bersama anak. Dan bagi yang bekerja full day, budaya lembur memang tidak ada sama sekali. Bagi seorang ibu yang mempunyai anak lebih fleksibel. Jadi tidak ada seorang ibu yang merasa bersalah karena waktunya habis untuk urusan pekerjaan. Mereka percaya diri dan tenang, sekali lagi tidak ada MOMPETISI!

Disiplin

Gaya pengasuhan di Belanda agak sulit dipahami; authoritative, not authoritarian. Anak-anak dilatih untuk mengeluarkan pendapat dan berani melakukan sesuatu. Juga bersikap ramah dan membantu orang lain.

Bermain adalah sesuatu yang sangat penting. Ortu percaya anak belajar dari mengexplore sesuatu. Disaat bermainpun anak-anak akan berisik yang bagi masyarakatnya sendiri ini sudah biasa. Hal-hal seperti ini mungkin tidak bisa ditolerir oleh budaya Perancis, Amerika, dan Inggris. Apalagi budaya timur ya 😊

Kalau teman- teman dari negara lain banyak yang mengatakan Belanda gudangnya mainan. Mungkin ini yang kami rasakan selama disini, material bermain tidaklah susah dan mahal. Dan budaya di Belanda tidak suka menumpuk barang yang tidak terpakai. Jual beli dan memberi barang bekas tak asing lagi. Jadilah secondhand toys ini sudah familiar dimana-mana. Soal toko bekas di Belanda saya ulas disini. Hanya dari harga 4000 rupiah kami sudah bisa menikmati berbagai mainan yang masih apik. Bisa didapatkan di toko ataupun event khusus untuk warga mempersilahkan menjual barang-barang bekasnya.

Bike on rain

Mungkin di UK anak-anak sampai 12 tahun harus diantar jemput sekolah dan tidak boleh keluar rumah sendirian. Beda halnya dengan Belanda, anak-anak dilatih mandiri dan dipercayai untuk keluar rumah sendiri. Sudah tidak asing lagi anak-anak 8-12 tahun ke sekolah mandiri dengan sepeda. Keluar rumah dengan berbagai keadaan cuaca. Meskipun hujan, aktivitas tidak akan terhenti dan anak-anak sangat senang bermain hujan. Belanda rajanya sepeda saya ulas disini.

Roti tabur coklat

Kalau orang Belanda melihat kami membawa roti meses, ini katanya roti Belanda banget. Diindonesia juga udah biasa ya hehe..Budaya Belanda sarapan dengan roti tabur meses (hagelslag). Kalau moment sarapan pagi bersama keluarga ini bagi mereka begitu penting, pun bayi diajarkan sejak dini. Budaya MPASI di Belanda disini.

Kalaulah orang barat tertib dengan budayanya, pun Islam sedemikian apiknya mengatur segalanya. Anak itu wewangian surga yang dicicipkan Allah ke dunia, begitu sabda Nabi saw. Semoga Allah menggerakkan hati ini akan kebaikan, dianugrahkan anak-anak yang sholih yang mengangkat derajat orangtua di akhirat kelak.

Sumber artikel:
http://www.telegraph.co.uk/women/family/raise-worlds-happiest-children-time-went-dutch/

http://www.dailymail.co.uk/home/books/article-4114466/More-chores-plus-risks-equals-happy-kids-Dutch-children-happiest-world.html

Photo by google

Eindhoven, Autumn 2017

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *