• Eindhoven

    Belajar dari Kringloopwinkel, Toko Barang Bekas Penuh Manfaat di Belanda

      Pertama kali taunya kringloopwinkel ini dari salah satu teman baik disini (mba Desiree 😘), ketika itu saya ke sekolah menjemput anak-anak bareng. “Fiz ini ada toko secondhand, bagus-bagus deh” beliau menunjuk Doorstroom kringloopwinkel. Dari luar, tokonya seperti halnya toko biasa, entah apa isinya namun saat itu saya belum tertarik. Mengapa kringloopwinkel/ secondhands store? Di Belanda barang-barang bekas mulai dari sofa, lemari, peralatan elekronik, jaket winter, buku-buku, mainan, tas, sepatu, peralatan dapur dapat diubah menjadi barang yang bernilai dan layak pakai. Kringloopwinkel ini akan mengelola, menjual dan membeli barang-barang bekas dari warganya. Hampir di setiap kota toko bekas ini ditemukan. Sebut saja Eindhoven, punya sekitar 13 kringloopwinkel. Bagaimana sistem kringloopwinkel berjalan?…

  • Spiritual Journey

    Membumikan Al Quran di Negeri Kincir Angin

    “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad). Entah melalui tangan-tangan siapa, sebuah harapan itu menembus langit. Turun dan berserakan di bumiNya. Ah, rasanya pesimis!”ini kan bukan negara Islam, muslim kan golongan minoritas tapi kalimat Allah masih ditegakkan kok” gumam hati. Cita-cita saya untuk selalu dipertemukan dengan komunitas penghafal Al Quran di negeri tulip ini. Islam sekitar 5% dari jumlah penduduknya di Belanda. Iya hanya sekitar 1juta orang dari 15 juta penduduknya beragama Islam (CBS.nl). Islam…

  • Sekolah Anak

    Fashion Show, Berbagi Peran & Berlapang Hati

    Ayah besok akan datang diacara fashion show Yaqdzan. “Yeaaaay” loncatnya gembira. Beginilah simpul senyumnya anak 5 tahun akan kehadiran ayah. Rasanya baru kemaren sekolah mengadakan acara ini, sebuah event penutup bermain belajar anak-anak grup 1/2 dengan tema kleding (pakaian). Orangtua mendapat undangan untuk hadir dan anak dibebaskan untuk berpakaian apapun, pakaian ciri khas daerah atau negara masing-masing. Tahun lalu Yaqdzan maju bersama temannya (Beyza dari turki), dituntun teman karena event ini sekitar 1 bulan Yaqdzan sekolah. Di kelas semuanya Yaqdzan hanya ikut-ikutan, mengikuti bahasa tubuh guru dan teman-teman. Ya wajar saja, belum faham berkomunikasi tetapi harus tampil di depan umum. Malu, bingung hihi.. Tak sabar kami menunggu penampilan Yaqdzan tahun…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Kesehatan

    Mengenal MPASI “Khas” Negeri Kincir Angin

    Kunjungan kami ke consultasi biro (posyandu), kembali bertemu dengan specialist nurse yang dulu pernah homevisit saat awal kelahiran Faiha. Dan beliau masih mengingatnya kalau ketika itu kami banyak bertanya bagaimana peraturan dan budaya kesehatan di Belanda. “Aku masih menyimpan alamat blogmu” sahutnya. Apalah isi blog ini, cuma curhatan ibu2 hihi Ketika berdiskusi soal MPASI, “budaya makan kalian dari Asia sangat berbeda dengan kami” tuturnya. Inilah penuturan awal ketika menanyakan soal Mpasi. Namun, saya ga berhenti hingga disini masih aja penasaran. Kalau soal menu bolehlah berbeda, tetapi apa sih arti makan bagi mereka, kalau udah makan selembar roti itu udah makan belum sih. Kok rasanya agak “ga terima” kenapa dulu Yaqdzan…