Sekolah Anak

Fashion Show, Berbagi Peran & Berlapang Hati

DSCF3461

Ayah besok akan datang diacara fashion show Yaqdzan. “Yeaaaay” loncatnya gembira. Beginilah simpul senyumnya anak 5 tahun akan kehadiran ayah. Rasanya baru kemaren sekolah mengadakan acara ini, sebuah event penutup bermain belajar anak-anak grup 1/2 dengan tema kleding (pakaian). Orangtua mendapat undangan untuk hadir dan anak dibebaskan untuk berpakaian apapun, pakaian ciri khas daerah atau negara masing-masing.

Tahun lalu Yaqdzan maju bersama temannya (Beyza dari turki), dituntun teman karena event ini sekitar 1 bulan Yaqdzan sekolah. Di kelas semuanya Yaqdzan hanya ikut-ikutan, mengikuti bahasa tubuh guru dan teman-teman. Ya wajar saja, belum faham berkomunikasi tetapi harus tampil di depan umum. Malu, bingung hihi..

Tak sabar kami menunggu penampilan Yaqdzan tahun ini, urutan ke-6 namanya dipanggil. Dengan pakaian sekolah biasa, jeans dengan kemeja sweater. Loh Yaqdzan juga memakai sebuah dasi kertas diy an bersama gurunya . Agak malu-malu gitu tapi happy banget keliatannya 😄. Apalagi dia melihat disisi kirinya ada ayah dan adiknya yang turut hadir. Dari kejauhan asik bersama temannya dan sesekali menuntun teman yang masih grup 1. Karena anak-anak grup 1 dan 2 memang 1 kelas, mentransfer teladan dan saling bantu tujuannya.

Acarapun usai dan ayahnya bergegas ke kampus. Seperti inilah kami membagi waktu bersama, kalau tugas utama ayahnya saat ini sekolah. Namun hak-hak setiap anggota keluarga kami berusaha penuhi. Kalau ada event di sekolah, ayahnya sedikit berkorban dan mensubsitusi jadwal belajar malamnya sampai pagi. Dan jadwal saya paginya mengantar Yaqdzan sekolah. Yaqdzanpun harus berbesar hati menerima kalau ayahnya akan pulang lebih larut. Sebut saja sabtu, jika hari ini tiba kami akan bergegas keluar rumah untuk family time sesederhanapun itu. Entah berkunjung ke museum, workshop atau hanya sekedar menelusuri jalanan mencari spot foto. Kalau satu hari itu betul-betul bisa digunakan sebermanfaat mungkin.

Eits, saya mau bilang mungkin ada di belahan bumiNya yang sedang tertatih-tatih menuntut ilmu, senantiasa bersemangat belajar, menghadiri majelis ilmu, kelelahan yang tiada henti. Kalau ikhtiar ini berbatas, apalagi yang dicari kalau bukan sayap-sayap kemudahanNya, dahan-dahan keberkahan. Semoga Allah sampaikan kabar, tinggikan derajat dan bersama ilmu bertambah imannya.

Eindhoven, Winter 2017

#goresan random pendamping penuntut ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *