Mainan Kardus

Bermain Kardus, Menyambung Kreativitas & Usaha Ramah Lingkungan

 

DSCF4832
Perahu kardus

 

Konon kabarnya, kardus pertama kali ditemukan di Cina yang saat itu digunakan untuk wrapping makanan pada tahun 1600 an. Lalu di Eropa pada abad ke-17 kardus itu mulai berkembang, di Inggris sebuah kotak kardus komersil diluncurkan pertamanya pada tahun 1817. Digunakan untuk lapisan pembuat topi dan dipakai sebagai alat pelapis gelas disaat pengiriman barang. Pun American Robert Gair menemukan sebuah keefisienan dari kardus, menggantikan kotak kayu yang padat, berat dan memakan banyak ruang. Hingga tahun 1856 kardus pun dipatenkan. Sejak itu, kardus begitu dihargai karena kuat, ringan, murah dan bisa didaur ulang.

Cardboard City, sebuah nama diperuntukkan bagi homeless yang tinggal dekat Waterloo Station London. Para homeless yang tinggal didalam kardus sekitar 30 tahun silam. Inilah dahulu kardus difungsikan. Pun kardus kian berkembang dari tahun ke tahun yang bisa digunakan menjadi mainan bagi anak-anak yang tak terhitung jumlahnya.

Eits tapi saya bukan membahas asal mula kardus 😀 Bercerita tema ini karena ada hal yang menarik perhatian saya yaitu kardus dikalangan anak-anak. Mungkin kreativitas kardus sudah lebih dahulu menjadi bagian anak-anak di Eropa. Namun betapa bangganya saya, kalau hari ini kreativitas bersama kardus sudah menjadi bagian kegiatan anak-anak di Indonesia. Banyak sekali workshop dan juga tutorial berkreativitas kardus hadir. Dan kami akhir-akhir ini juga membuat prakarya kecil-kecil an menggunakan kardus.

“Sayang sekali ya, di perantauan ini mudah sekali mendapatkan kardus dan kualitasnya oke tapi jarang digunakan” gumam hati. Iya, kardus yang berkualitas akan menghasilkan prakarya yang unik dan kokoh. Sebut saja, hampir diberbagai supermarket kami menemukan kardus yang boleh diboyong dan diberikan gratis begitu saja. Atau setiap hari selasa disekitar rumah kami sebagai hari membuang paper termasuk kardus. Kalau hari selasa itu tiba, kami akan bebas memilah kardus yang berjejer sepanjang perjalanan dari menjemput Yaqdzan sekolah sampai ke rumah.

Bagaimana memulainya?

Awalnya saya meniatkan ini semua sebagai resolusi 2018, mengajak anak-anak untuk berkreativitas menggunakan barang bekas. Ini loh kardus bekas yang mudah sekali kita dapatkan dan harapannya tidak sekedar penyambung kreativitas. Namun, suatu masa nanti mereka bisa berpikir dan menjadi bagian yang menjaga alam dan lingkungan dengan sebaik-baiknya. Pun menghabiskan waktu bersama kardus ini juga tali penyambung saya dan anak-anak. Bagaimana bahagianya Yaqdzan, disaat bundanya memotong dan menempel, tangannya juga sibuk mengikuti potongan kardus membuat prakarya sederhana. Sang adikpun yang berusia 1 tahun ikut memegang pensil menirukan gerakan kakak.

Hidup di negara maju dengan mainan yang mudah dan murahnya didapat kenapa masih memilih kardus? Iya mainan sangatlah mudah kami dapatkan di negeri tulip ini, mulai dari mainan bekas yang masih apik dan dihargai murah sekali sampai mainan yang berkelaspun ada. Tetapi bersama kardus kami semua bergembira. Hanya dengan kardus, rumah menjadi kotor dan berantakan, tapi pada akhirnya kami bersama membereskan lalu anak-anak bahagia sekali.

Lalu kapan saat yang tepat membuat mainan kardus?

Berapapun usia si kecil berkreativitas dengan kardus tidak ada batas dan habisnya. Banyak sekali ide ditemukan diinternet, pun buku tutorial bermain kardus hadir. Salah satunya buku karya mba @uchywidya berisikan 40 tutorial bermain kardus yang menarik. Konon katanya beliau adalah seorang ibu yang bekerja dan selalu menyempatkan waktunya bermain kardus bagi kedua anaknya. Kalau mampir ke IGnya, ah inspiratif sekali, terimakasih loh mba uchy rezeki sekali hingga buku tutorial kardus sampai ke negeri kincir angin ini 🙂

Pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman, kapan sih kami membuat mainan kardus? Tidak ada waktu khusus sih saya mengoprek kardus, namun semuanya hampir selalu bersama anak-anak. Sikecil yang berusia 1 tahun itu sering kali asik punya kegiatan sendiri membongkar box printilan kardus hingga mencicip potongan kardus 😂. Terkadang saya mengerjakannya malam hari ketika anak-anak sudah tidur karena sedang membuat mainan kardus dalam jumlah banyak. Terkadang Yaqdzan pulang sekolah menagih membuat sesuatu. Terkadang saya malas melihat rumah yang berantakan, lalu ada yang menagih “bunda bikin atm/kompor”. Menundanya sejenak lalu saya harus berbaik hati kembali mengoprek kardus.

Kenalan dengan kardus yuk!
Ternyata karduspun punya berbagai bentuk dan variasi loh. Ada yang single wall, double wall dan triple wall. Pemakaian jenis kardus tergantung jenis mainan yang akan dibuat. Mungkin triple wall akan dibutuhkan jika membuat rumah-rumahan atau rak buku karena membutuhkan kardus yang kuat dan kokoh. Mungkin membuat mesin ATM lebih kokoh menggunakan double wall. Sedangkan membuat laptop cukup dengan kardus single wall. Layerpun bisa didapat dari kardus yang tebal yang biasanya digunakan untuk accessories. Atau kertas kokoru juga bisa menjadi pilihan namun saya tetap memilih layer kardus karena tampak unik dan kece 😍

Berapa lama proses pembuatan kardus? Rata-rata sekitar 1 jam. Ini bagi saya yang pemula, jika mengerjakannya berulang akan lebih cepat seperti halnya saya membuat kamera dalam 3 jam selesai 5 kamera.

Ide bermain kardus yang sampai hari ini kami buat dirumah adalah:

1. Kamera
2. Laptop
3. Papan luncur kelereng
4. Parkir Mobil
5. Puzzle shape
6. Metamorfosis katak
7. Kotak phonic
8. Kotak mengenal waktu sholat
9. Sensory board kardus
10. Mesin cuci
11. Cookies jar
12. Mesin pensortir koin

photo_2018-02-07_08-44-48
papan luncur kelereng, kamera, box phonic
photo_2018-02-07_08-56-35
sensory board, puzzle shape, metamorfosis katak dan sortir warna
photo_2018-02-07_08-55-49
Laptop, parkir mobil, box belajar sholat dan bermain ketangkasan dengan gajah

Suka duka membuat mainan kardus

Membuat mainan kardus sebaiknya punya tutorial yang jelas karena bagi saya yang pemula tutorial sangatlah membantu dan boleh jadi kunci keberhasilannya. Sebut saja mesin pensortir koin, saya melihat tutorialnya dari youtube tanpa disertakan ukuran yang detail. Mesin tersebut jadi tapi tidak berfungsi sesuai yang diinginkan. Kedua, punya peralatan yang lengkap diantaranya alas potong, cutter, gunting, pensil, penghapus, lem berbagai fungsi. Sebut saja kamera, untuk membuat body dan lensa lebih baik menggunakan lem tembak yang kuat dan cepat menempel. Atau laptop yang tidak membutuhkan bentuk yang 3 dimensi cukup dengan lem biasa. Lalu bagaimana kalau mainan yang dibuat tidak rapih atau bahkan gagal? Tidak usah kecewa, karena ada sikecil selalu menatap bahagia tanpa menghiraukan mainan itu bagus atau tidak. Hanya sikecil yang mengabarkan “bunda aku punya laptop bagus sekali”. Namun, duduk bersamanya, bermain bersama dan tertawa bersama itulah kebahagiaan sebenarnya.

photo_2018-02-07_08-57-29
Proses pembuatan kamera dan laptop

Bagi saya kardus hadir ditengah keluarga dengan begitu hangat, disaat mainan “mahal” itu kami terbatas mendapatkannya. Bisa jadi mainan itu akan menjadi inspirasi kami akan membuatnya dari kardus. Disaat kardus berakhir barang kumuh di pembuangan sampah, menjadikannya suatu benda yang bernilai maka kita menjadi bagian lingkaran penyambung recycle itu sendiri. Selain bermain kardus, seputar DIY alat montessori saya ulas disini.

Selamat bermain kardus!

Eindhoven, 7 Januari 2018

 

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *