Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Spiritual Journey

Milad Mubarak, The 1st Year of Faiha

Ketika itu musim dingin pertama kami, hujan es berjatuhan menutupi jalanan, jatuhan salju meninggalkan jejak. Yaqdzan sering sakit dan ayahnya lagi exam week. Sungguh hari yang berat rasanya. Dan prediksi waktu melahirkan itu tak lama lagi.

Malam itu kontraksipun datang tapi saya mengabaikan begitu saja. “Ah belum, kan lahirannya mau minggu depan aja setelah exam week selesai”. Sayapun tidak mengabarkan dan tidak membangunkan suami yang baru saja tidur. Meski kontraksi yang dirasa saya harus berdiam sejenak.

Pagi itu kami berkunjung ke rumah sakit, memenuhi jadwal kontrol mingguan kehamilan saya. Ditemani kontraksi yang semakin kuat namun masih selang 30 menit. Namun jika kontraksi itu datang saya harus berhenti sejenak dan kerumunan orang-orang di stasiun menanyakan apa yang sedang saya alami. Semuanya menyambut amazed dan bahagia, pun energi baik bagi saya sendiri.

Chatarina Ziekenhuis, 1 Februari 2017

img_20170202_004847.jpg

Malamnya kami kembali bergegas ke rumah sakit, kontraksi yang dirasa setiap 5 menit dan teratur dalam 1 jam terakhir. Kamipun mengabarkan kerabat disini dan beliaulah yang mengantar ke rumah sakit, sekaligus menitipkan Yaqdzan.

Pukul 21.45 CET lahirlah bayi mungil itu, berat 2230 gram disaat kehamilan 36 minggu 5 hari. Bayi yang didiagnosa lahir lebih awal, sehingga menjalankan observasi 24 jam. Ah, kuasa Allah haru dan tangisan pecah seketika. Masya Allah, saya baru saja menjalani persalinan per vaginam. Iya, per vaginam sedangkan 4 tahun lalu saya menjalani operasi saat melahirkan kakaknya. Disaat itu pula di meja pojokan kamar bersalin, lembaran kertas berserakan. “Ayahmu juga sedang berjuang menghadapi ujian”. Sebuah nama Faiha Edeline Naqiyyah semoga menjadi muslimah bertaqwa, terjaga fitrahnya. Pengalaman melahirkan di Belanda disini. 

Denhaag, 1 bulan Faiha

IMG_20170327_111604

Berat badanmu bertambah 900 gram, pertama kali kita keluar rumah untuk membuat paspor ke Denhaag. Iya, ketika itu kramzorg (maternity assistance) menyarankan kita untuk tidak keluar rumah dahulu termasuk menjemput mas sekolah dengan jarak 2 km dengan berjalan kaki. Lalu ada kerabat yang berbaik hati bergantian menjemput. Rasanya bunda terharu begitu banyak kemudahan bersama kesulitan.

Keukenhof Garden, 2 bulan Faiha

DSCF4653

Pertamanya bunda kenalkan dengan jilbab. Ah jilbabnya longgar sekali, tak mengapa besar harapan ayah dan bunda agar fitrahmu senantiasa terjaga dengan sebaik-baik penjagaan. Respon mata dan suara disekitar mulai ditangkap. Malam dan siang kita berjuang untuk memenuhi Asi dengan disiplin. Kemanapun pergi, bayi yang berusia 2 bulan ini selalu tidur pules. Dan suatu ketika kita harus menjemput mas sekolah, bunda terpaksa mengabaikan tangisanmu.

Lise, kebun tulip kekeunhof kita pernah berkunjung. Meskipun kau belum mengerti apa, semoga hamparan indah ini mengantarkanmu pada kuasaNya. Indahnya kebun tulip di Belanda disini.

Paris, 3 bulan Faiha

DSCF5145.JPG

Tahukah, kalau masmu saat itu tak sabar menunggu kapan kita bisa tertawa bersama. Dan suara bunda sudah bisa engkau mengenalnya. Menggenggam mainan sendiri. Saat itu pula kita mulai menjalani fisioterapi atas kepalamu yang flat. Ah, bersyukurnya bunda banyak meraup ilmu atas fisioterapi ini. Penanganan kepala peyang saya ulas disini.

Kota cahaya, yang tak jauh dari Eindhoven ini menjadi perjalanan kita disaat itu. Menara Eifel, menelusuri museum Louvre dan megahnya istana Versailles. Lima jam perjalanan darat, kau tak menangis sedikitpun. Orang-orangpun tak menyangka ada bayi ketika perjalanan itu.

Utrecht, 4 bulan Faiha

DSCF5685.JPG

Tertawamu begitu berarti bagi semua, masmu senang sekali karena sudah punya teman bermain. Kita terus berlatih untuk memperbaiki bentuk kepala, bergerak kekiri dan kekanan. Setiap minggu tak bosan mengunjungi fisioterapi.

Sebuah mabit menjelang ramadhanpun pernah kita hadiri, bermalam di mesjid. Dan bunda tenang sekali tak ada rewel sedikitpun. Bertemu dengan banyak orang hingga mendoakan kesholihanmu.

Maastricht, 5 bulan Faiha

DSCF0424

Belajar memindahkan objek dari kiri kekanan. Sebuah permainan sensori ketika itu bunda siapkan. Menstimulasi penglihatan, indera peraba dan pendengaranmu. Wah, Tak sabar menunggu perkembanganmu berikutnya. Belum bisa tengkurep sendiri, tak apa masih tahap perkembangan normal begitu tenaga fisioterapi dan konsultasi biro mengatakan. Stimulasi Faiha 0-6 bulan disini .

Sekedar mengisi waktu akhir pekan kita menyinggahi kota-kota di Belanda ini, melihat kanal dan keindahan kota seperti Maastricht dan Den Bosch.

Eropa Timur, 6 bulan Faiha

DSCF7866

Pertamanya memulai Mpasi, bunda menyiapkan ilmu kembali. Masmu tidak sabar ikut menyuapkan. Ketika itu kita menumpang 1 minggu ke rumah kerabat yang baik sekali karena ayah terkena cacar.

Qadarullah, baru saja mulai makan virus varicella zoster juga menyerang kalian berdua. Bunda khawatir sekali, merawat cacar air ini bergantian. Alhamdulillah banyak saudara disini yang membantu. Penanganan cacar air di Belanda disini.

Dan tengkurep sendiri belum sering dilakukan. Lagi-lagi dokter berkata normal, bunda tenang saja.

Saat musim panas itu datang, kota-kota di Eropa Timur sempat kita kunjungi. Praha, Budapest, Vienna sungguh bunda banyak sekali belajar. Semoga keindahan ini tak luput dari kita untuk bersyukur.

Speeltuin VOJ, 7 bulan Faiha

DSCF3645

Pertamanya bunda mengajakmu ke taman bermain untuk menginjak rumput dan saat itu ada anak lain yang berusia 10 bulan bermain dan menyicipi tanah dan rumput. Mungkin bunda tak bisa melepasku seperti itu, tetapi soal mandiri dan ketangkasan kita akan belajar dari mereka. Iya, anak-anak Belanda punya budaya dibesarkan berbeda dengan kita. Secanggih apapun metodenya, semoga bersamaNya menghantarkanmu menjadi muslimah yang bertaqwa dan peka kepada sesama.

De Bibliothek, 8 bulan Faiha

DSCF3518.JPG

Memulai finger food, bunda ikhlas belajar dari ketidakrapihan ini. Dan kita sering berkunjung ke perpustakaan, meminjam buku dan mendengarkan dongeng disana dan diusiamu kini terlihat ada ketertarikan dengan buku. Senang melihat gambar, meraba dan memegang buku.

Leiden, 9 bulan Faiha

DSCF2628

Bunda bersyukur hingga tahap ini, makanmu tidak ada kendala. Karbohidrat favoritemu kentang dan ubi. Nasi masih sering ditolak tak apa, kita perlahan menyicipnya. Saat itu sangat senang ketemu kertas, buku paper back dan senang bermain peek a boo. Pertamanya mengikuti gerakan tepuk tangan, wah bunda amazed sekali.

Nijmegen, 10 bulan Faiha

Yes! Ada benih gigi yang tampak. tumbuh bersamaan 2 gigi atas dan bawah. Usia 10 bulan anak-anak Belanda sudah memulai makanan keluarga, namun kita tetap memulainya setelah usia 12 bulan. Senang bermain umpet-umpetan didalam tenda, dan sekarang sudah jadi teman bermain mas. Rumah riuh sekali, semoga rumah ini dinaungi sayap-sayap malaikat karena penuh keberkahan.

Eindhoven, 11 bulan Faiha

DSCF3382.JPG

Suatu fenomena alam disaat musim dingin kita lewati. Snow..snow..snow. Menemani mas bermain salju di taman hingga melakukan eksperimen sederhana. Ah, semoga kita makin dekat dengan sang pencipta.

Perkembanganmu saat itu dalam fase belajar mobile, berpindah tempat dengan posisi duduk. Museumpun sempat kita kunjungi, kinderboeken museum, ninjtje museum yang ramah sekali untuk usiamu.

Eindhoven, 12 bulan Faiha

DSCF4583

Belajar duduk sendiri, melewati posisi tengkurep dan berhasil duduk. Merangkak sesekali dan berdiri dengan lutut. Teman-teman seusiamu katanya sudah mulai berjalan, konsultasi biro mengatakan tahap perkembanganmu dalam tahap normal. Alhamdulilah nikmatNya begitu tak bisa untuk dihitung.

Bunda terbantu sekali, setiap pagi bisa makan sendiri entah potongan buah/roti/sayur lahap dimakan. Makannya asik hingga bunda masakpun tidak dicari.

Sering melihat masnya menyusun kubus menara, pun kini anak usia 12 bulan ini bisa menirukannya. Bunda begitu kagum, bagaimana hati-hatinya menggabungkan dua balok supaya tidak jatuh. Ah, motorik halusmu begitu detail. Mata dan tatapanmu berkoordinasi dengan baik saat bunda berbicara. Memperhatikan dan menyimak, semoga bunda bisa menuntun lisanmu dengan baik.

Milad Mubarak Faiha Edeline Naqiyyah, tumbuhlah dengan sebaik-baiknya. Muslimah yang mengantarkan pada taqwa, akhlak yang selayaknya Rasulullah contohkan, keberkahan yang menyertai dan mujahidah yang mengukir peradapan Islam.

Eindhoven, 1 Februari 2018

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *