Eindhoven,  Hidup di Belanda

Biaya Hidup di Belanda (Kebutuhan Harian)

 

amazingorientalagf
Toko Asia, foto dari google

 

Banyak teman-teman yang bertanya, bagaimana kami hidup di Belanda. Apakah kami masih makan nasi? Keseharian lauknya pakai apa? Memang terasi dan ubi ada di Belanda. Apakah bisa hidup hemat, bagaimana soal makanan halal dll.

Saya akan coba mengurai satu persatu soal kebutuhan harian kami di Belanda. Kondisinya hidup berkeluarga dengan 2 anak. Mungkin setiap keluarga kondisinya akan berbeda, tetapi hidup di negeri tulip yang serba mahal menuntut kami untuk bisa mengatur sedemikian rupa.

Kalau awal bulan itu tiba kami punya list belanjaan 1 bulan kedepan, terutama keperluan dapur dan kebutuhan harian. Lalu kami akan bergegas mengunjungi pertokoan untuk memenuhi list belanjaan. Sebut saja ayam, kami akan membeli ayam grosir per 10 kg, ikan dengan harga miring, telur, daging cincang dll. Dan juga kebutuhan Faiha seperti diapers, sabun mandi, plastik popok dan tissue basah.

Gimana sih harga di Belanda?

Saya akan mencoba membuat list harga barang-barang harian yang menjadi list rutin belanjaan kami.

Kenalan dengan toko yuk!

Albert heijn (Ah) sepertinya jadi toko favorit kami untuk membeli beras dan roti. Karena dari segi tekstur lebih lembut dan kandungannya lebih jelas (halal/tidaknya). Aneka sayuran, buah-buahan, susu, tepung, bumbu, roti, tahu tempe juga ada loh tersedia lengkap disini. Kemudian jumbo supermarket yang berciri khas kuning ini juga menyediakan kebutuhan harian. Pun Konon katanya supermarket Ah dan jumbo toko yang harganya selevel. Lalu supermarket Aldi & lidl, pun keduanya serupa selain menjual bahan pokok juga ada barang musiman seperti pakaian, mainan anak dan peralatan Rt. Namun harganya lebih murah. Jika musimnya usai biasanya tidak ada restock.

Kruitvart dan Op, supermarket yang menjual obat-obatan, sabun, shampoo, lotion, makanan bayi, kosmetik, popok, makanan juga mainan anak. Toko ini hampir menawarkan diskonan, misalnya sabun mandi beli 1 gratis 1, odol beli 3 gratis 1. Untuk keperluan ini kedua toko ini lebih murah dibandingkan toko lainnya.

Action dan Solow, toko aneka craft yang boleh dikatakan toko serba ada. Peralatan buat ngecat, dekorasi kamar, aneka craft anak, mainan, kancing, suvenir murah. Sebut saja magnet dibandrol seharga 1,5-2euro, sepatu holland yang mini 1 euro, pajangan 5-10euro. Ah, toko ini paling sering kami kunjungi karena harganya murah sekali.

Toko Halal

Tanger ini toko halal favorit saya, kenapa? Letaknya cukup strategis karena sebelahnya toko Jumbo, selain menjual daging halal juga menyediakan bumbu Asia lalu harganya murah. Konon Tanger toko halal yang ikannya paling murah dan segar dibandingkan market. Ikan sarden segar 1-2 euro per kilo kami bisa mendapatkannya disini. Daging cincang promopun murah sekali. Ayam grosiran 10 euro 10 kg. Toko halal lainnya ada diyar, izzet, bahar dll.

Toko Asia

Konon katanya Belanda salah satu negara di Eropa yang paling banyak bumbu dan makanan Indonesianya. Sebut saja teman saya (Dewi) di London, katanya di London tidak semudah di Belanda mendapatkan bahan makanan Asia. Di Limoges Perancis, teman saya (mba Lisa) juga memborong tahu Tempe di toko Asia sini katanya tidak ada toko Asia dikota beliau tinggal.

Oriental Dan sanglee, dua toko Asia yang lengkap yang menjadi andalan kami untuk membeli daun serai, daun jeruk, daun salam, cabe frozen murah, tahu, Tempe, indomie, ebi. Juga menjual jajan ala Indonesia seperti kue mangkok, keripik, kacang garuda, kerupuk dll. Untuk jajanan Indonesia saya hampir tidak pernah membeli karena harganya sangat tinggi. Kue mangkok seharga 2 ribu ditanah air dibandrol 15-20ribu loh. Bagi saya, lebih baik rajin mengolah resep hehe..

Market
Selain supermarket, pasar-pasar di Belanda juga cukup banyak. Sebut saja Eindhoven, ada pasar selasa di centrum, pasar sabtu di kruitstaat, feel good market di strip S setiap hari minggu pekan ke-3 dll. Pasarpun nyaman dan bersih. Tetapi jangan salah, walaupun pasar harganya tidak selalu murah dibandingkan supermarket loh. Jadi rajinlah hunting dahulu.

Kebutuhan sekunder anak-anak

Saya menyebutnya kebutuhan sekunder karena tidak selalu setiap bulan harus kami dapatkan. Sebut saja buku anak-anak, saya tidak harus membeli setiap bulan Dan membeli baru. Bisa didapat ditoko bekas, pameran buku yang juga menjual buku-buku reject, ataupun buku-buku bahasa inggris biasanya di Eindhoven bisa didapatkan di Tkmaxx. Di tkmaxx sayapun sangat jeli melihat buku-buku berstiker merah yang harganya sangat murah karena barang reject.

Begitupun mainan anak-anak 80% hampir menemukannya di Kringloopwinkel (toko bekas). Ataupun toko serba ada seperti actionpun dibandrol dengan harga murah.

Pakaian anak-anakpun kami membeli sesuai kebutuhan. Apalagi musim diskon itu datang, kebutuhanpun bertambah 😀 Iya, di Belanda ada 2 musim diskon besar-besaran yaitu winter sale ( januari-februari) dan summer sale (juli agustus). Ini betul-betul diskon musiman up to 70% yang diluar ini akan jarang ada. Biasanya sale ini hadir dipenghujung winter, toko-toko akan mengobral barang winternya begitupun summer sale. Orang Belandapun akan berbelanja besar-besaran dipenghujung winter untuk persediaan musim dingin tahun berikutnya. Jadi bijaksanalah dalam menghadapi diskonan hehe..sebut saja sepatu boot saya mendapatkan dari harga 110 euro jadi 22 euro saja, roknya Faiha dari 13 euro dibandrol 3 euro saja. Pengalaman saya, ini adalah waktu yang tepat mendapatkan barang kualitas bagus yang biasanya harga tinggi dengan harga anjlok. Berbagai brandpun turut meramaikan sale season ini seperti Nike, Adidas, Kipling, kanken, fossil, Hermes, coach, Zara, Esprit, parfois, h&m, c&a dll.

Jasa

Hal sekecil apapun dengan menggunakan jasa sangatlah dihargai di Belanda, dibayar tidak murah. Sebut saja salon, kami belum pernah menggunakan jasa salon sekalipun. Untuk memotong rambut Yaqdzan kami harus membayar 15-20 euro. Pun servis sepeda, walaupun sepeda transportasi utama disini, tetapi hanya menambal ban sepeda harus membayar 15-20 euro. Pun tukang jahit, untuk menjahit kantong yang robekpun lebih baik membeli yang baru.

Kuliner

Kalau waktu kuliner itu tiba semuanya bergembira. Saya tentu akan free memasak sesaat, Yaqdzan senang dengan suasana baru, begitupun kami sekeluarga dengan kuliner menjadi family time diakhir pekan. Kuliner apa? Gerobak abang baso sih hanya lintasan sejenak, bebek sambel ijopun hanya imajinasi hehe..bukan kuliner makanan ala Indonesia. Kebab, kentang goreng, iga bakar, suguhan makanan ala Asia dengan membawa bekal minum akan kami lewatkan setiap 2 pekan. Dulu sih awal makan kebab hanya kemakan setengah porsi, sekarang habis. Doyan atau lapar? 😀

Sesekali kami juga berkunjung ke restoran Indonesia di Belanda seperti Salero minang dan pempek Elisha di denhaag. Iya hanya sekali saja. Pun pasar rakyat atau wisata kuliner Indonesia sepertinya jarang juga kami dikunjungi. Ataupun ibu-ibu Eindhoven yang berjualan juga membantu variasi makanan misalnya saja baso 1kg seharga 11 euro.

Kebutuhan bayi
Bertambahnya keluarga baru sepaket dengan kebutuhan baru. Semenjak Faiha lahir diapers, tissue basah, plastik popok menjadi kebutuhan harian. Diapers kami membeli brand toko (kruitvart/etos)rata2 0,12-0,16/pcs. Dikemas dalam 1 pack, tidak dijual satuan. Tissue basah 0,75e – 2 euroan. Plastik popok 2 euro an isi 100 lembar terpakai sekitar 3 bulan. Jika sudah mulai Mpasi biasanya saya membeli biskuit bayi 1,4 euro isi 16 pcs. Kerupuk beras 1euro sebungkus. Bubur botolan 1,3 euro. Yogurt 2,5 euro 4 cup. Murah? Tidak..bagi kami tidak murah juga. Rajinlah membuat makanan sendiri.

Bagaimana kami berhemat?

Untuk kebutuhan sehari-hari rajin-rajinlah membuka majalah reklame yang dikirim ke rumah, ataupun aplikasinya yang bisa diinstal di HP. Biasanya pertokoan akan update setiap pekan. Rajin-rajinlah membandingkan harga dari satu toko ke toko lain.

Khusus sepeda yang juga merupakan kebutuhan pokok biasanya kami mencari sepeda bekas. Biasanya mendapatkannya dari grup market di facebook seperti “second hand eindhoven”, membeli sepeda teman yang akan for good atau di maarplaats. Maarplaats adalah tempat jual beli se Belanda baik barang baru ataupun bekas. Setiap orang berhak membuka akun disana. Barang yang diperoleh bisa diambil ke rumah atau dikirim. Carilah penjual yang tidak jauh dari rumah sehingga hemat ongkos kirim. Berbagai toko sepeda juga menyediakan sepeda bekas namun dibandrol dengan harga yang lumayan tinggi.

Kringloop, secondhand store di Belanda yang juga menyediakan berbagai kebutuhan. Tidak usah sungkan berbelanja barang bekas, karena masih terawat apik kok. Sebelum membeli yang baru, berkunjunglah ke kringloop dahulu. Terutama ketika berencana membeli mesin cuci, sofa, meja makan misalnya. Pun mainan dan buku anak hanya dibandrol dengan harga 0,5 euro sampai 2 euro an. Ulasan saya tentang Kringloop bisa dibaca di sini

Dan jangan lupa selalu cek jam buka dan tutupnya toko diwebsite. Di Belanda pada umumnya toko buka jam 9 pagi, tutup jam 6 sore. Hari Jumat menjadi hari terpanjang karena pertokoan akan tutup jam 21.00. Dan hari minggu pada umumnya tutup kecuali supermarket akan buka jam 12 siang. Konon katanya weekend menjadi hari santai untuk libur di rumah bagi orang Belanda, begitupun pertokoan. Kondisinya berbeda sekali dengan tanah air, justru weekend pertokoan sangat ramai. Tetapi Spanyol juga punya pola tersendiri, pertokoan pada umumnya tutup jam 21-22, tetapi jam 14-17 toko akan tutup sejenak untuk tidur siang hehe..

Hidup di Belanda menjadikan kami harus survive berbagai keadaan, rasanya semua ini seperti mimpi kalau saya setiap hari berusaha mencoba berbagai macam masakan. Pun anak-anak makan melalui tangan ibunya sendiri. Terkadang dalam 1 hari saya menyajikan 3 variasi makanan keluarga. Yaqdzan begitu lantangnya, “bunda bikin klepon, mie godok, cireng”. Dan ketika ayahnya sesampai dirumah “wow tongseng”. Wajah letihnya tergantikan sesaat. Saya ibu yang berbahagia menyaksikan semuanya. Ah, darimana lagi kalau bukan mensyukuri hal kecil, semoga dengan syukur nikmatNya bertambah pula.

*Next blog saya akan sharing soal housing, transportasi, listrik, air, gas, sekolah anak dll

eindhoven, 13 maret 2018

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *