Spiritual Journey,  Travelling

Menelusuri Jejak Kejayaan Islam Andalusia

 

DSCF6010
Bukit Alhambra

Sebuah catatan emas tentang kejayaan Islam mencatat di semenanjung Iberia, di selatan benua Eropa yaitu tanah Andalusia. Selama 8 Abad lamanya kaum muslimin menghadiahkan peradapan besar yang memukau dunia. Saat itu 5 juta kaum muslimin Andalusia belajar, bertukar pikiran, berkarya, melahirkan berbagai ahli di bidangnya. Di masa itulah pengetahuan berkembang pesat, para intelektual muncul dan berkembang.

Sebut saja, Ibnu Rusyd ilmuwan asal Maroko beliau ahli dalam bidang filsafat, kedokteran dan fikih. Maslamah Al-Majriti seorang astronom, alkimiawan, matematikawan, dan ulama Arab Islam Al-Andalus. Ketika itu pemimpinnya pun semangat menuntut ilmu, belajar dengan ulama, melahirkan kaum intelektual. Hingga pemuda dari Eropa lain, Afrika, dan Arab berbondong-bondong belajar ilmu ke Andalusia.

Sejarahnya, sebelum Islam hadir di Andalusia, daerah ini dikuasai oleh penguasa Gothia yang zalim pada penduduknya. Kemudian datanglah tahun 711 M pasukan Umayyah yang dipimpin oleh Tariq bin Ziyad membawa 12 ribu pasukan muslim terbaik untuk membebaskan tanah Andalusia. Dimana saat itu terjadi pertempuran yang luar biasa melawan pasukan Raja Roderick. Hingga Allah berikan kemenangan itu pada kaum muslimin.

DSCF5809
Roman Bridge Cordoba, dibangun saat  pemimpin muslim  Al-Samh ibn Malik al-Khawlani

Setelah kemenangan ini, pasukan muslim terus bergerak menuju kota lain seperti Sevilla, Cordoba, Granada dll, membangun wilayah dan masyarakatnya hingga berjaya. Bahkan sejak Thariq bin Ziyad menginjakkan kakinya di tanah Andalusia, wilayah tersebut mulai bergerak menuju peradaban baru yang maju dan belum pernah terjadi sebelumnya. Kejayaan itu juga membawa jumlah populasi masyarakat muslim di Cordoba mencapai 500 ribu hingga 1 juta orang pada tahun 1000 Masehi. Dan juga terdapat sekitar 700 masjid yang sudah berdiri dan ada sekitar seratus perpustakaan juga dibangun di berbagai wilayah.

DSCF5599
Mesjid cathedral Cordoba, mihrab mesjid masih diabadikan

Namun mengapa kini Islam seolah tak pernah ada di Spanyol? Andalusia memberi hikmah bahwa kemenangan hanya lekat pada mereka yang hatinya Taqwa. Kekalahanpun Allah berikan pada mereka cinta dunia. Hingga Andalusia tenggelam karena ruh Islam pada setiap jiwa mati, yang ada hanya permusuhan dan kerusakan.

Alhamdulillah, Allah sampaikan kami di Andalusia disaat liburan winter lalu. Saya akan berbagi tips bagaimana perjalanan kami disaat musim dingin (Februari 2018) selama 9 hari 8 malam dengan rute Eindhoven – Sevilla – Cordoba – Granada – Madrid.

Rute Perjalanan

Menentukan rute adalah step awal disaat merencakan perjalanan. Kota-kota Andalusia adalah tujuan utama kami. Merencanakan berangkat dari Eindhoven/Amsterdam menuju kota di Andalusia yang punya airport yaitu Malaga/Sevilla. Lalu saya juga merencanakan ke kota sebelahnya Lisbon/Porto. Kami hunting tiket sekitar 1 bulan an sebelum berangkat, saya mengecek satu persatu dari kota asal/ tujuan. Diantaranya Eindhoven/Amsterdam menuju Barcelona/Madrid/Malaga/Sevilla/Porto/Lisbon. Berkunjung ke Lisbon/Porto cancel saja, karena belum menemukan tiket pesawat yang cocok. Sementara perjalanan darat sekitar 12 jam sangat tidak memungkinkan.

Rute yang kami pilih, Eindhoven- Sevilla- Cordoba- Granada- Madrid. Jika merencanakan akan berkunjung ke Barcelona saya sarankan untuk tidak bolak balik. Kenapa kami memilih Madrid? Karena tiket pulang yang murah dari Madrid. Pulang dari Sevilla/Malaga sama dengan menginap 2 hari + tiket pulang dari Madrid. Memutuskan lebih baik kami berkunjung ke Madrid.

Transportasi

Untuk tiket pesawat Eindhoven- Sevilla kami memilih landing jam 22.00, ini adalah tiket murah. Yang dikhawatirkan saat itu bagaimana kami menuju penginapan dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit pada malam hari. Taxi lebih aman walau membayar agak mahal tidak apa, namun setelah searching lagi kami mendapat info ada kemungkinan kami akan membayar taxi sangat mahal karena tidak bisa berbahasa spanyol. Akhirnya kami memilih bus hanya dengan membayar 2 euro/orang dengan 30 menit perjalanan. Suasana kota Sevilla masih ramai, pada umumnya pertokoan masih buka. Alhamdulillah perjalanan aman. Untuk tiket pesawat murah bisa mencari di website Ryan air/ Skyscanner.

Transportasi antar kota kami menggunakan ALSA bus dengan jarak tempuh 2-3 jam antar kota Andalusia. Ini transportasi paling hemat. Bisa di booking di https://www.alsa.es/alsa/bus. Tiketnya sekitar 10 euro/orang. Bagi yang membawa bayi/balita ALSA bus juga cukup nyaman, negara Spanyol belum mewajibkan aturan anak-anak harus menggunakan carseat.

Sedangkan Granada – Madrid perjalanan darat 6 jam kami memilih pesawat karena harganya hampir sama dengan bus. Perjalanan dengan bus antar kota Andalusia sangat seru. Hamparan alamnya masya Allah indah sekali. Meskipun jalan dari Cordoba ke Granada cukup berliku. Saran saya stocklah makanan di perjalanan agar rileks.

Akomodasi

Meskipun membawa 2 anak untuk penginapan kami tetap mencari harga ekonomis dan memilih penginapan yang menyediakan dapur serta mesin cuci. Namun trip kali ini kondisi penginapan kami sebagai berikut:

1. Sevilla
Memilih hostel karena kami sampai tengah malam, ini akan memudahkan kami untuk check in dibandingkan Airbnb.
Kami menginap di pension chatedral seharga 88 euro/2 malam. Hostel ini tidak menyediakan dapur dan kamar mandi sharing. Semua fasilitas cukup nyaman namun ada satu hal yang terlupa, hostel tidak menyediakan heater di kamar. Jika berkunjung disaat winter ini adalah hal penting yang harus dicek meskipun winternya Spanyol lebih hangat dibandingkan negara Eropa Utara. Kami kedinginan semalaman dan keesokan harinya baru mengambil heater portable yang disediakan hostel dengan membayar tambahan 3 euro.

2. Cordoba

Menginap di Cordoba adalah biaya paling murah dibandingkan kota lain yaitu 70 euro/2 malam. Kami menginap persis di belakang mesjid catedral Cordoba. Hostel yang cukup nyaman tetapi tidak menyediakan dapur dan mesin cuci. Kami menginap di lantai 2 dengan fasilitas 3 ruangan yaitu 1 kamar tidur, 1 kamar mandi terpisah diluar dan ruangan untuk menjemur atau strika. Pemilik hostel ramah sekali meskipun tidak bisa berbahasa Inggris.

3. Granada

Kami Menginap diapart. Granada junto Al hambra dengan biaya sewa 110 euro/2 malam. Lengkap dengan dapur, mesin cuci dan kamar mandipun privat. Waktu yang tepat untuk mencuci dan juga tersedia kipas angin kami gunakan untuk mengeringkan pakaian. Lantai paling atas Airbnb kami juga menyuguhkan keindahan Alam, melihat bukit Al Hamra dari atas. Masya Allah indah sekali. Pemilik Airbnb juga ramah. Lokasinya persis di pintu gerbang Al Hamra. Namun jika merencanakan untuk naik bus ke bukit Alhamra lebih baik mencari penginapan agak dibawah cukup strategis dengan akses supermarket, tempat makan dan halte bus.

4. Madrid

Ada kabar kurang mengenakkan soal Airbnb Madrid, baru saja kami sampai di Sevilla karena satu hal pihak Airbnb meng cancel penginapan yang sudah kami bayar. Jadilah kami harus mencari airbnb lain. Kami membooking hostel dan berjanji akan membayar cash di tempat, dan memastikan berkali-kali kalau pihak hostel mengerti apa yang kami sampaikan. Sesampai di hostel entah kenapa, kamar yang kami booking bukan family room, akhirnya kami pindah ke family room yang masih tersedia. Namun Madrid adalah kota yang mahal, hostel yang kami tempati 99 euro/2 malam dengan kondisi kamar mandi sharing dan tidak ada dapur/mesin cuci.

Makanan Halal

Setiap kota kami merencanakan 1x untuk kuliner, di Sevilla misalnya kami membeli burger/kebab dengan porsi yang cukup besar seharga 3 euro/porsi. Di Cordoba kami juga mengunjungi toko kebab India harganya hampir sama. Di Granada kami mampir di kebab king selain kebab/burger ada pilihan nasi juga. Seporsi sekitar 4-5 euro. Begitupun di Madrid konon katanya toko kebab halal yang paling enak yang tidak jauh dari mesjid Madrid kami juga mencicipinya, ada nasi kebab dan pizza yang enak sekali.

Selain kuliner tentunya saya membawa bekal selama 9 hari perjalanan diantaranya rendang, ayam serundeng, tempe orek. Juga rice cooker, sendok/piring plastik untuk makan dipenginapan dan aluminium foil untuk bekal nasi saat diluar. Beras bisa didapat ditoko Turki. Hampir setiap hari kami mengisi stok makanan di supermarket. Di Sevilla kami menemukan kerupuk ala Indonesia hanya 1 euro sebungkus. Di toko Carrefour kami juga bisa mencicipi roti isi coklat lembut dan cake yang halal.

photo_2018-02-28_12-53-15

Mencari suvenir

Banyak disepanjang pusat wisata yang menjual suvenir. Rajin-rajinlah hunting harga. Di Sevilla misalnya postcard mulai dari 1e/pcs sampai 1e/4 pcs. Magnet pada umumnya 2,5-3 euro. Di Granada ada Alcaiceria, sebuah Arabic Market yang cukup murah. Atau sebuah toko suvenir menjelang masuk gerbang Al Hambra juga ada pedagang Maroko yang berbaik hati membantu kami malam-malam saat kami kebingungan lalu memberikan diskon harga suvenirnya yang tidak sedikit. Oleh-oleh favorit saat travelling saya ulas disini. Dan juga jika berencana masuk Al Hambra disarankan membeli tiket jauh-jauh hari.

Bagi yang ingin mencari barang tertentu seperti zara, Madrid konon katanya lebih murah dari Belanda. Silakan bandingkan diwebsitenya. Dan pertokoan pada umumnya buka sampai malam.

Oh iya jika ingin berkunjung ke Andalusia, disaat musim dingin lebih baik karena musim dinginnya Spanyol cukup hangat sekitar 13-20 derajatan. Dan disarankan untuk tidak bepergian disaat summer karena suhunya mencapai 40 derajatan.

Jika ada kesempatan dan rezeki,  berkunjunglah ke Andalusia. Sungguh travelling sejarah yang mengharukan, terbayang bagaimana dahulu para khalifah berjuang. Bagaimana gemilangnya dahulu negeri ini. Andalusia adalah pintu masuk peradapan Islam di Eropa. Semoga kita banyak mengambil hikmah dari tanah Andalusia.

DSCF5776

Eindhoven, 22 Maret 2018

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *