Hidup di Belanda,  Travelling

Bersepeda menikmati indahnya ladang tulip di Belanda

Tahun lalu kami berkunjung ke keukenhof, Lisse. Kebun tulip yang katanya terbesar di dunia. Kali ini saya dan suami merencanakan untuk keliling ladang tulip, melihat hamparan bunga yang indah sekali, berkeliling dengan sepeda. Dimana? Masih di Lisse. Startnya di seberang gerbang keukenhof. Ladang tulip ini memang milik warga yang terbuka bagi umum. Sebagian ada yang ditutup dan sebagian ada yang bisa dilihat dengan jarak dekat. Tentunya dengan pertimbangan untuk menjaga ladang mereka agar tidak rusak.

Transportasi menuju Lisse

Leiden atau Schipol, pilihan menuju Lisse. Busnya persis yang menuju keukenhof. Tahun lalu kami berangkat dari Schipol dan tahun ini mencoba dari Leiden yang katanya lebih sepi. Iya benar, Leiden antriannya lebih sedikit. Tiket busnya 10 euro/orang (pulang pergi) bisa beli langsung di bus, dengan jarak 30 menit menuju Lisse.

Menyewa Sepeda

Sampai di kawasan keukenhof, diseberang gerbang ada tempat penyewaan sepeda. Tarifnya 10 euro/sepeda, bakfiets (becak sepeda) 10 euro, bangku bayi/balita 2,5 euro. Saya sarankan untuk datang pagi jika ingin menyewa sepeda, kemaren kami jam 11 sudah antri disini. Antrian baru sedikit dan masih banyak pilihan sepeda. Setiap orang sepuasnya menggunakan sepeda sampai jam 19.00. Bagi yang membawa anak-anak bisa menyewa bangku tambahan atau bakfiets. Petugasnya akan memilihkan sepeda yang cocok dengan pengguna kok, kita bisa mencoba dulu sepedanya oke atau tidak . Petugas juga menjelaskan peta ladang yang akan dikunjungi.

Berbekal makanan keliling ladang

Ada tempat tertentu semacam rest area untuk beristirahat, toilet dan restoran. Ini terdapat di zona 3, zona paling ujung. Kemaren kami berhenti sejenak, banyaknya sih minuman. Membawa bekal adalah pilihan yang baik menurut saya. Barang bawaan kami tidak sedikit diantaranya tripod, tas pakaian faiha, bekal makanan (mie goreng, ayam kecap, nasi, buah, biskuit, wafer, roti) dan tikar untuk piknik hehe..Sebagian barang di simpan di bakfiets bagian belakang dan meminjam keranjang belanja yang di cantolin di sepeda belakang kepada petugas. Siapkanlah tenaga untuk berkeliling ladang yang luas. Jangan lupa membawa perlak bagi yang membawa bayi, ganti popok ditengah ladang ternyata tidak mustahil. Bagi yang kekurangan air minum, diperjalanan kita akan menemukan tap water.

Enam jam Faiha & Yaqdzan di bakfiets

Saya bahagia sekali kami bisa menyewa bakfiets karena dari dahulu ingin keliling Eindhoven goes santai dengan anak-anak. Dan agak was-was dengan Faiha mau duduk anteng ga selama perjalanan. Mulanya sih nangis, sepeda jalan alhamdulillah diam. Bersebelahan dengan masnya juga, saya yakin Faiha bakal senang. Selama perjalanan makanan saya siapkan di dekat Yaqdzan, agar bisa menyuapkan adiknya juga. Ladang tulip ini luasnya 25 km, woow! Bayangkan akan goes berapa jam. Tetapi 25 km ini ga semua hamparan bunga kok, kita melewati jalan raya, rumah penduduk, danau dan kanal. Ah, Masya Allah indahnya.

Kami akan berencana sampai di zona 3, sebagaimana saran dari petugas ini zona yang bagus. Beberapa spot yang menurut kami bagus, istirahat sejenak sambil mengambil foto. Dan menyempatkan makan siang, ga terasa kok udah jam 3 aja. Perjalanan masih panjang dan kami terperangkap ditengah ladang 🤣. Alhamdulillah anak-anak berkolaborasi dengan baik. Faiha tertidur sendiri, ngemil sendiri. Cuacanya juga adem, cerah, angin sepoi mungkin ini juga yang bikin anak-anak betah. Tak terasa 6 jam kami keliling ladang, beberapa kali berhenti menegakkan tripod, lanjut berkeliling menelusuri ladang. Rasanya tidak ada duduk santai lama karena kami akan menuju zona 3.

Keukenhof vs Ladang Tulip

Banyak yang bertanya, lebih baik berkunjung ke keukenhof atau ladang? Ini review ala saya lewat pengalaman lalu.

1. Warna warni bunga

Keukenhof punya keunggulan berbagai jenis bunga yang dipadukan dengan cantik dan bisa dilihat dengan detail secara dekat. Ladang tulip punya hamparan bunga yang luas yang bisa dinikmati dari jauh maupun dekat. Meskipun kemaren belum semua bunga mekar.

2. Bersepeda

Jika ingin menikmati suasana pedesaan di Holland, berkeliling sepeda sangat seru. Melihat hamparan bunga, kanal dan rumah penduduk. Ladang tulip adalah pilihannya.

3. Pengunjung

Keukenhof pengunjungnya sangat ramai terutama jika cuaca cerah, festival keukenhof yang katanya dipenuhi pengunjung. Mengambil foto tidak selues di ladang. Hamparan tulip di keukenhof juga ramai dipadati pengunjung . Di ladang tulip karena pengunjung akan tersebar seluas 25 km maka mengambil foto lebih leluasa.

4. Suvenir

Suvenir saya banyak menemukan di keukenhof. Di ladang tulip hanya ada yang menjual bunga tulip kuncup. Namun dari segi harga bunga tulip kuncup ini mungkin lebih murah di ladang. Hanya 1 euro 10 tangkai. Bunganya dimasukkan di vas yang berisi air dan menunggu mekar. Ga sabar menantikan tulip sampai mekar.

5. Tiket

Tiket masuk keukenhof sekitar 17 euro/orang. Anak diatas 4 tahun 8 euro. Berkunjung ke ladang tulip gratis hanya menyewa sepeda 10 euro/ orang. Transportasi menuju lokasi sama.

Jadi memilih yang mana? Saya sarankan untuk mencoba keduanya. Jika tinggal lama di Belanda, agar lebih puas bergantianlah berkunjung setiap tahun. Bagi pengunjung yang hanya 1 hari, datanglah paling pagi ke keukenhof dan lanjut ke ladang tulip, jika waktunya terbatas 2 jam sudah cukup berkeliling sepeda.

Enam jam berkeliling ladang, pegal juga tetapi puas sekali. Perjalanan kami sore harinya berkunjung ke negeri sakura. Japanes park amstelveen, letaknya sekitar 16 menit dari Schipol. Dalam waktu 2 minggu ini, bunga sakura sedang mekar cantiknya. Kami bertolak dari Lisse jam 5 sore, dengan pertimbangan sekalian jalan dan ongkos kereta dan spring time magribnya juga 20.30. Japanes Park ini cukup jauh dari halte bus sekitar 30 menit berjalan kaki. Meskipun mendekati malam, ternyata pengunjung masih ramai. Untuk menuju Japanes Park, ada jembatan penghubung yang unik yang didesain ala-ala Jepang. Hanya 1 jam dilokasi niatnya hanya untuk mencari spot foto hehe..kami kembali menuju Schipol dan pulang ke Eindhoven. Hampir jam 1 pagi sampai rumah dan berangkat jam 8 pagi, piknik terekstrim antar kota di Belanda 😂.

Dari hamparan bunga saya belajar, sebagaimana muslim sesama saudaranya satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit. Pun adab kita terhadap makluk Allah lainnya. Melihat ada bunga tulip yang terinjak, saya sedih aja. Si pemilik sudah berbaik hati membuka ladangnya, lalu bunganya rusak. Sudah seharusnya pengunjung menjaga dengan baik.

Lisse, sepeda dan tulip. Pesona wisata nan cantik dan megah.

Lisse, April 2018

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *