Kesehatan

Anak Lahir di Belanda, Bagaimana Mengurus  Akte Lahirnya?

Mau cerita dulu soal ketidaktauan kami selama ini, dari mulai santai saja, kami fikir udah selesai soal akte lahir oh ternyata belum ngapain-ngapain hehe..jadi setelah Faiha lahir kebetulan pihak gementee (wali kota) datang ke rumah sakit untuk melakukan registrasi kelahiran anak-anak, Faiha langsung mendapatkan akte lahir. Akte lahir di Belanda bentuknya selembar kertas hvs gitu, ini bukan surat keterangan lahir tetapi sudah akte kelahiran. Jadi karena akte lahir sudah ditangan, kami sudah pede aja kalau akte ini suatu saat sudah bisa dibawa ke tanah air.

Lalu ketidaktauan berikutnya 6 bulan sebelum back for good. Baca-baca dari blog yang setengah-setengah. Kami datang ke gementee (wali kota) dengan tujuan untuk menstranslet akte lahir Faiha kedalam bahasa Inggris. Dengan pedenya tanpa ngecek akte dahulu, bertemu petugas gementee (walikota) ternyata akte lahir Faiha sudah 3 bahasa (Belanda, Inggris, Spanyol). Ini cukup bikin ngakak hehe..Petugas menyarankan kami untuk mengupdate akte Faiha. Karena kami mendapatkan info ada batas “usia” akte yang akan dilegalisir, yang terhitung sejak dokumen ditandatangani. Biasanya berlaku 6 bulan, sementara akte Faiha sudah 1 tahun sejak terbit. Jadi kami mengupdate akte lahir di gementee dahulu. Biaya updatenya sekitar 13,5 euro.

Baca juga Giving Birth in the Netherlands

Jadi akte lahir harus dibawa kemana? Ini stepnya

1. Legalisasi akte lahir di Kemenlu Belanda

Alamat: Rijnstraat 8 Denhaag.
Biaya: 10 euro.
Waktu pengurusan selesai sekitar 30 menit Pukul 9.00-12.00 (senin-jumat).
Dokumen yg perlu dibawa: akte lahir asli.
Pilih untuk legalisasi untuk mengambil nomor antrian.

2. Legalisasi akta lahir & pembuatan surat pencatatan kelahiran di KBRI

Alamat: KBRI Denhaag.
Biaya: 25 euro
Dokumen:
– Akte lahir yg sudah di legalisasi Kemenlu Belanda + 1 lembar copy
Pasport orangtua & anak
Residence permit orangtua & anak
– Form surat bukti pencatatan kelahiran di luar negeri yg sudah diisi, download form disini.
Dokumen dari KBRI selesai dan bisa diambil sekitar 2-3 hari kerja.

Begitu lebih kurang info yang saya dapat dari seorang teman yang sudah duluan mengurus akte lahir. Kami berencana semua anggota keluarga pagi-pagi sekali akan menuju Denhaag. Dan malamnya mempersiapkan semua dokumen. Kantor Kemenlu Belanda posisinya persis di seberang stasiun Denhaag Central. Kami naik kereta 6.17 dari Eindhoven dan Pukul 7.48 sudah di Denhaag. Dengan drama lari ke stasiun mengejar kereta pagi dan harus jalan 3 km dari rumah. Sungguh luar biasa, Alhamdulillah sampai juga di Denhaag. Kepagian memang tetapi kami yang pengguna daagkart train weekdays harus berangkat sebelum jam 6.30 atau setelah jam 9.00. Pilihannya datang kepagian lebih baik.

Jam 9 tepat kami sudah berada di Kemenlu, dengan nomor antrian 19. Ternyata sudah bisa ambil nomor antrian sebelum jam 9. Menunggu antrian & proses legalisir, sekitar 9.45 Alhamdulillah selesai. Kantor Kemenlu ini agak sedikit horor dijaga ketat oleh beberapa petugas & niat saya mau ngevlog & foto-foto saya urungkan hehe..

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke KBRI sekitar 20 menit dari Stasiun Denhaag Central. Melapor di pintu masuk KBRI dengan mengisi buku tamu atas kepentingan mengurus akte lahir kami dipersilakan masuk ke lantai 2. Akte lahir yang sudah di legalisir di copy dulu, ada mesin fotocopy di KBRI. Di KBRI ga pakai antri, langsung menyerahkan semua dokumen di lantai 2. Prosesnya 10 menit dan setelah 3 hari kerja akte lahir selesai dan boleh diambil. Kami ditawarkan untuk dikirim ke rumah. Alhamdulillah seminggu kemudian akte lahir Faiha datang. Akte lahir inilah yang akan kami bawa ke kantor kependudukan dan pencacatan sipil tempat tinggal nanti di Indonesia. Bagaimana lanjutan mengurus akte di Indonesia, nanti saya akan lanjut diblog berikutnya Insya Allah.

Baca juga 7 Hal “Unik” Maternity Care di Belanda

Mengurus akte lahir tidak seribet yang dibayangkan, triknya agar hemat ongkos & tenaga datanglah sepagi mungkin. Agar 1 hari bisa berkunjung ke Kemenlu & KBRI. Jam 11.00 urusan kami selesai. Pulang ke Eindhoven atau melanjutkan perjalanan? Tentunya kami akan jalan-jalan memanfaatkan tiket hingga malam.

Tots zins!

Eindhoven, Juli 2018

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *