Eindhoven,  Hidup di Belanda

Back for Good, Mengirim Barang dari Belanda via Cargo

Halo semua! Kali ini saya mau cerita soal barang-barang yang akan dikirim via cargo ke Indonesia. Dari awal mula datang ke Eindhoven saya sudah berniat akan mengirim barang via cargo nantinya. Belum tau info apa-apa sih, tetapi mendengar sharing dari teman yang back for good dari UK yang juga mengcargokan barangnya, pun kami punya niat yang sama.

Jadilah saya & suami tidak ragu untuk menglist barang yang kami rencanakan untuk diboyong ke tanah air sejak awal mula disini. Akhirnya 3 bulan sebelum back for good saya memilah-milah barang. Apa yang akan diboyong, punya nilai faedah luas & harga ekonomis kami dapatkan di Belanda dan barang apa yang akan ditinggal. Barang yang disortir antaranya barang bagasi, barang cargo, barang donasi/dibuang/dijual.

So, barang cargo ada apa aja?

MAINAN ANAK

  • Lego
    Barang yang masih tergolong masih mahal di tanah air. Brand milik Denmark ini tentu sudah familiar dimana-mana. Kalau di Belanda sendiri untuk mendapatkan lego cukup mudah. Sekolah-sekolah, lembaga kesehatan yang lengkap dengan spot bermain anak menyediakan lego untuk bermain anak. So, bagi kami lego salah satu barang bawaan yang wajib diboyong ke tanah air. Saya membawa Lego duplo, lego curah classic berbagai tema dan lego per tema komplit (jenis creator, city, teknik dll). Jumlahnya sekitar 1 dus Ikea. Saya juga memboyong sebuah meja lego + 2 kursi bagi anak-anak. Meja lego jadul harga murah meriah.
  • Mainan kayu & favorit lainnya. Mulai dari aneka puzzle, wooden building dengan kualitas masih oke yang tentu di tanah air tidak mudah & murah kami dapatkan saya akan boyong semua. Bak trofast Ikea, mainan Faiha, seperangkat diy montessori dll.
  • Buku. Sekitar 150 pcs buku anak-anak yang rata-rata buku bahasa inggris, Islamic book (punya UK) dan juga buku Dutch favorit Yaqdzan yang color full gitu. Saya boyong semuanya. Di Indonesia buku bahasa inggris sekarang juga mudah didapat, namun karena buku-buku ini kami dapatkan murah meriah. Jadilah boyong semua.

ALAT MEMASAK

Diantaranya piring, cangkir khas Holland, panci blokker, tefal, BK (punya Holland), pirex, food processor Philips dll. Kenapa alat masak saya angkut? Karena barang tertentu seperti tefal & BK cukup mahal di Indonesia. Barang kualitas oke ini saya dapat dengan harga murah disini. Ini pertimbangannya.

SUVENIR

Kami biasanya kalau berkunjung ke negara tetangga tak lupa menyelipkan suvenir negara tersebut. Jadilah tumblers, piring hiasan, snow ball, magnet, blue delft khas Belanda saya cargoin semua.

PRINTILAN LAINNYA

Pakaian yang mungkin dipakai ditanah air nanti seperti jaket. Saya selipkan di dus. Puj chair Faiha, karpet mini ikea, sepatu-sepatu dll.

Lebih kurang ini barang yang saya cargokan. Yang didominasi keperluan anak-anak. Tentu setiap keluarga punya pertimbangan yang berbeda.

Memilih Cargo

Sebelum bahas soal packing saya mau sharing dulu soal memilih cargo. Tentunya disaat memilih cargo saya juga bertanya-tanya, blog walking sama teman-teman di kota lain diantaranya teman di Eindhoven, Deflt, Wageningen, Enschede. Cargo yang kami hubungi pertama yaitu pulang kampung. Kalau di Eindhoven ini sepertinya yang paling sering digunakan. Cargo pulang kampung ini staynya di Jerman. Jadi nanti barang akan di pick up dari jerman. Untuk yang ingin tau tarif cargonya bisa hubungi pihak pulang kampung by email. Nanti kita bikin estimasi dulu misal, barang ada 10 dus + sepeda 1. Pihak cargo akan menginfokan estimasi harga yaitu harga per dus Belanda – Indonesia + harga per dus ke alamat di Indonesia + pajak + biaya pick up jerman – Belanda. Total berapa? Lumayan juga karena ada biaya pick up jerman Belanda. Jadilah kami mencari opsi cargo lain yaitu prioritas. Cargo prioritas pada umumnya dipakai oleh teman-teman dikota lain. Prioritas free pick up min 2 box. Lumayan hemat banyak, minimal barang kami tidak dikenakan biaya pick up.

Kenapa awalnya pilih cargo pulang kampung? Karena kami berencana mengirim barang 1,5 bulan sebelum back for good dengan surat pindahan yang akan disertakan di cargo, pihak pulang kampung bisa mengurus sendiri. Sedangkan cargo prioritas jika ingin menyertakan surat pindahan harus urus sendiri, jadi kami harus mengurus sendiri ke gementee (walikota) + kbri yang baru bisa diurus H-5 kepulangan ke Indonesia. Otomatis barang juga bisa dikirim h-5 setelah surat pindahan keluar. Jadi Ini cukup mepet dan repot nantinya. Begitu pertimbangan saya. Surat pindahan ini berguna agar barang kami bebas dari beacukai nantinya. Eits, setelahnya ngobrol-ngobrol sama pihak prioritas, ternyata barang kami bisa diambil sesuai dengan waktu yang kami inginkan dan surat pindahan menyusul! Woow Alhamdulillah…Jadi mantaplah saya & suami untuk menggunakan cargo prioritas. Pak mukti (ownernya prioritas) langsung kami hubungi via telepon lalu lanjut via WhatsApp kalau ada yang kami tanyakan, responnya cepat. Ini yang membuat kami senang.

Yuk kita lanjut packing!

Melihat list barang yang ada, gimana cara packingnya? Banyak keramik/pecah belah, lego yang harganya ga murah aman ga dicargo? Buku-buku anak mau dicargoin semua? Begitu banyak teman yang bertanya. Saya akan jabarkan satu persatu sesuai pengalaman kemaren ya.

Pertama saya membuat list dulu, barang cargo vs barang bagasi. Harapannya setelah barang dicargoin, barang yang tersisa adalah yang akan saya angkut sesuai jatah bagasi nanti. Jadilah saya bikin list, barang apa aja, perkiraan berat, akan digunakan dalam waktu dekat atau tidak. H-3 bulan saya punya perkiraan barang yang akan diangkut dibagasi nanti. Barang-barang seperti oleh-oleh, pakaian, sepatu stok anak-anak saya satukan dalam 1 koper lalu timbang.

Baca juga Back For Good, Beberes Rumah Kontrakan Eindhoven

Printilan packing yang dibutuhkan:

1. Moving box

Saya memilih dus Ikea (1 layer) harganya 2,5e/2 pcs, jumlah 8 dus. Ini dus paling murah dari yang kami hunting. Dus ini akan kami gunakan untuk barang-barang non pecah belah. Buat pecah belah saya pakai box gamma harganya 2,5 euro/pcs, jumlah 5 dus. Kenapa pilih ini? Karena khusus barang pecah belah & ternyata dusnya tetap 1 layer. Saya pikir ini dusnya 2/3 layer karena buat pecah belah. Kardus yang lain bisa pertimbangkan juga seperti boxnya praxis, dan juga cargo prioritas.

2. Lakban

Beli dimana aja? Action (toko murah meriah), gamma, praxis. Bandingkan kembali harga & kualitas serta kebutuhan. Karena barang kami banyak yang pecah belah jadi saya memilih lakban kualitas bagus. Beli di gamma harga 3,49 euro/2 pcs & praxis 3 euro/pcs (kualitas paling oke), lakban action buat tambahan 1 euro/pcs. Total lakban yang habis sekitar 8 lakban.

3. Bubble wrap

Beli dimana aja? Action, gamma, praxis dan online. Saya beli online dengan kualitas oke banget harga 2,09 euro/gulung. Dan beli tambahan di Praxis harganya lebih mahal. Bubble wrap action saya juga pakai karena masih kurang harga 0,89 euro/gulung ukuran lebih kecil, saya pakai buat pisau- pisau food processor. Total bubble wrap yang terpakai 5 gulung (10×0,5 meter) + 2 gulung (5×0,5 meter punya action).

4. Plastik sampah

Ini digunakan untuk membungkus dus bagian luar agar aman kalau kebasahan. Plastiknya boleh apa aja, seperti cling wrap/plastik sampah. Kami pakai plastik sampah besar yang murah meriah aja. Terpakai 2 gulung (40 lembar). Harga 1euro/gulung. Beli di supermarket Albert heijn.

Packing barang

Tahap packing berikutnya saya akan mulai dari barang pecah belah, saya bubble wrap satu persatu. Kapan mulainya? Saya mulai ngerjain H-7 hari barang dipick up. Kalau hunting kardus dan printilannya sebelumnya. Semua pecah belah dibungkus koran dulu. Buat pecah belah yang punya resiko besar pecah saya bungkus pakai kain, pakai kerudung segi4 saya aja yang juga akan dicargoin.

Baru deh kami mulai susun dikardus. Untuk barang non pecah belah saya distribusikan semua. Posisi paling bawah buku + mainan + sepatu + disempilin kain gitu. Mainan yang ada kotaknya saya lipat, isinya masukin plastik. Didalam sepatu saya masukkan lego. Sebagian lego duplo juga saya tumpahin aja agar mengisi ruang kosong. Pendistribusian ini menurut saya berguna untuk mengatur beratnya kardus. Barang pecah belah dalam 1 kardus, paling bawah saya bentangkan jaket, tas belanjaan, baru deh disusun. Food processor saya keluarin semua dan dusnya lipat. Disisi yang rongga saya sempilin kain. Intinya jangan ada ruang kosong yang bikin barang bergerak.

Lalu kami bikin list item barang disetiap dus dan ditimbang. Max perdus beratnya 25 kg. Rata-rata berat dus 15-20kg. Baru deh dilakban disemua sisi terbuka dikasih nomor biar mudah tau gitu barang yang ada dan terakhir dibungkus plastik sampah.

H-1 pick up jangan lupa kabari pihak cargo, mengabarkan total seluruh dus berapa. Nanti prioritas kasih email kode barang untuk ditempel didus. Oh iya pihak prioritas juga minta foto seluruh dus yang ada dan terakhir transfer biaya pengiriman.

Alhamdulillah usai sudah satu urusan percargoan. Jadi total barang yang kami kirim berapa? 8 dus Ikea ukuran 0,8m kubik + 5 dus gamma ukuran 0,5m kubik. Total biayanya? Seluruhnya 309 euro pengiriman via kapal akan sampai di alamat Indonesia sekitar 3 bulan. Sudah include gratis asuransi dengan nilai cover 50e per 0,1 meter kubik karena sedang ada promo sampai September tahun ini.
Buat yang ingin tau soal cargo prioritas bisa dibaca disini.

Doakan seluruh barang cargo mendarat dengan selamat ya! Buat yang ingin bertanya seputar ini, monggo 🙂

Eindhoven, Agustus 2018

2 Comments

  • Lia

    Halo mbak, salam kenal.
    Saya ingin bertanya bagaimana kabar pengalaman mengirim kargo dengan Prioritas Logistics? Apakah barangnya sudah sampai dengan selamat di Indonesia? Berapa lama hingga barang sampai di rumah?
    Lalu bisa tolong jelaskan lebih lanjut mengenai surat pindahan dari KBRI? Bagaimana cara mengurusnya?
    Apakah barang kargo dikenakan cukai sesampainya di Indonesia? Soalnya saya juga mau mengirim barang cukup banyak dan harganya jika ditotal jumlahnya lumayan hehe.
    Terima kasih sebelumnya ya, mbak.

    • admin

      Halo mba..

      Kemaren aku kirim barang via prioritas ada 2 kloter, kloter 1 sudah sampai ontime 3 bulan. Kloter dua akan ikut pengiriman akhir Sept, tetapi dapat kabar kl jadinya akhir okt dan sampai hari ini blm sampai, kabarnya kmrn baru transit di Singapore.

      Barang2 kami tidak dikenakan cukai krn barang2 BFG dan ada surat pindahan dari KBRI.

      Syarat ngurus surat2nya ini linknya ya mba, http://ina.indonesia.nl/index.php/pelayanan-wni/lapor-diri-perpanjangan-paspor-dinas

      Kemaren kami ngurus lgsg ke kbri Denhaag setelah selesai nanti pihak prioritas (pak mukti) yg ambil.

      Semoga membantu ya mba, lancar semuanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *