Eindhoven

Memakai Baju Traditional Belanda di Volendam

Mau liat desa kincir anginnya Holland bisa berkunjung ke Zaanse Scans/kinderdijk. Pasar kejunya Belanda, Gauda/Edam. Mau liat desa nelayannya Belanda atau mau nyoba baju ala mevrow/meener di Belanda, Volendam tempatnya. Hampir 2 tahun di Belanda akhirnya kami berkunjung ke volendam. Planningnya dari awal memang volendam jadi destinasi terakhir kami. Kenapa? Mau foto keluarga ala Holland gitu nunggu Faiha agak besaran dulu. Kalau foto di Volendam ini pasti famous banget. Jadi saya mau cerita soal trip kami ke Volendam, ngapain aja? Kemana aja? Budgetnya berapa?

Sekitar 30 menit dari Amsterdam di tepi danau IJsselmeer, ada desa kecil namanya Volendam. Desa nelayan ini terkenal dengan pelabuhannya yang indah, pasar ikan dan pakaian traditional Belanda. Jadi Volendam, tempat yang wajib dikunjungi menurut kami. Untuk menuju ke Volendam, menggunakan bus 316 dari Stasiun Amsterdam Central dengan perjalanan sekitar 30 menit. Tiket yang dikeluarkan sekitar 4,39 euro sekali jalan jika menggunakan OV-chipkaart.

Berkunjung ke Volendam menyuguhkan daya tarik tersendiri, menelusuri perumahan cantik ala Belanda, pelabuhan utama yang menjadi pusat perbelanjaan, rumah-rumah traditional yang terbuat dari kayu dan kapal nelayan yang sedang berlabuh. Kapal ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Volendam.

Sesampai di Volendam kami langsung berburu suvenir murah. Masuk sebuah toko yang akan menjadi tempat potret keluarga, namanya Foto De Boer. Konon ini katanya tempat studio foto yang mendapat review bagus dari pengunjung. Saya juga melihat beberapa pajangan foto pejabat besar kita seperti Megawati, Gusdur, M. Hatta. Jadilah kami memilih Foto De Boer ini.

Soal suvenir murah ini memang harganya anjlok, salenya 50-70%. Seperti piring Holland, jam dinding, cangkir, klompen, mangkok. Mungkin sangat banyaknya pengunjung dari Indonesia ke Volendam, beberapa pertokoan juga bertuliskan “sangat murah, hati-hati naik tangga”. Kami melanjutkan naik ke lantai 2 untuk berfoto. Pengunjungnya ramai sekali. Dan kami langsung mengantri untuk ganti kostum. Bajunya didouble aja, pilih ukuran yang cocok. Nanti ada petugas yang akan membantu. Terakhir pilih klompen (sepatu kayu Belanda) sesuai size untuk dipakai. Pakai klompen ternyata ga nyaman juga, bikin kaku dan susah jongkok hehe..

Anak-anak gimana nih? Susah ga buat diajak foto. Ini yang bikin deg-degan, kalau Yaqdzan udah bersedia dari awal. Faiha suka nangis ketemu orang baru. Jadi saya kondisikan anak-anak senyaman mungkin, jangan sampai ada yang nangis/ngambek sebelum difoto. Menunggu antrian berfoto saya sempat jepret-jepret pakai hp, boleh kok asalkan ga mengganggu pengunjung lain, ga terlalu heboh dan tentunya bukan di spot foto mereka.

Baca juga Sehari di Pulau Texel Kenapa Ga?

Kami pilih latar foto, untuk foto keluarga (4 orang) dengan latar jadul Holland. Gayanya udah diatur sama petugas, mereka juga nyocokin asesoris yang kita pegang buat foto. Ini lucu-lucu banget, ada perlengkapan nelayan, akordion, bunga tulip, botol penyimpan susu perah dll. Latar desa nelayan kami pilih untuk berfoto Yaqdzan & Faiha. Jadi 2x gaya gitu. Posisi dan gaya juga diarahkan sama tukang foto, Yaqdzan duduk dibangku. Faiha berdiri disebelah. Dengan berbagai drama udah mau nangis, topi dikepala yang dilepas, nunduklah. Pokoknya heboh banget 😂. Dengan kelihaian tukang foto akhirnya 10 jepret an ada juga yang berhasil. Dan Faiha berdiri pakai klompen dong hihi..

Tadaaa..Faiha kok pegangan ke kerah baju mas ya

Buat yang pengen tau tarif foto disini, ini hal penting yang akan saya ceritakan. Betul-betul merasakan kalau jasa di Belanda ini mahal. Kami memang ga pernah nyoba ketukang jahit, buat benerin celana yang bolong dikit aja bayar 20 euro. Atau beberapa kali buat nambal ban bayarnya 15 euro itu rasanya tekor. Nah ini tarifnya berapa? Tarif foto disini dihitung berdasarkan jumlah orang. Foto 1 orang (15 euro), 2 orang (20 euro), 3 orang (25 euro), 4 orang (28,5 euro), 5 orang (32 euro), 6 orang (36 euro), 7 orang (42 euro), 8 orang (46,5 euro) , 9 orang (52 euro). Selain itu nanti kita dapat foto print an nya 1 foto 20×30 cm atau 2 foto 13×18 cm. Pilih salah satu. Kalau mau tambahan foto akan dikenakan biaya 6 euro/lembar yang besar dan 3 euro/lembar yang kecil. Kami pilih yang lembaran besar aja dan tentunya ga beli extra foto karena lumayan mahal hehe..kami pilih membeli softcopynya senilai 6 euro. Semua jepretan foto sudah tersimpan semuanya.

Jadi berapa budget yang dihabiskan untuk foto?
28,5 euro untuk foto keluarga (4 orang), 20 euro untuk foto anak-anak berdua. Eits ingat! Dihitungnya per sesi berdasarkan jumlah orang ya. Plus soft copy file foto di usb 6 euro. Total seluruhnya 54,5 euro. Cukup spektakuler bagi kami. Tetapi ga lengkap kalau tidak berfoto pakaian tradisional di Belanda. So far, kami puas sih dengan fotonya. Berminat? Langsung ke Volendam ya 🙂

Eindhoven, agustus 2018

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *