Eindhoven,  Travelling

Back For Good, Serba Serbi 14 Jam Perjalanan Amsterdam – Jakarta

Mengcargokan barang 1,5 bulan menjelang BFG done! Menyusul 2 kardus 2 minggu sebelum BFG. Selesai beberes rumah dan serah kunci pada landord agustus akhir. Kemudian kami akan menumpang selama 2 minggu. Diselang-seling travelling ke Belgia & Luxembourg. Menginap berpindah2. Masya Allah terimakasih kepada teman-teman yang sudah berbaik hati. (Mba aci sekeluarga, mba fitri sekeluarga, mba Rhevy sekeluarga, mba Tita, mas Andi) semoga Allah lancarkan urusan kalian semua 😘

Dan terakhir adalah packing barang-barang yang diangkut ke pesawat nanti. Ini adalah packingan saya yang ke 3, kenapa? Packing pertama sudah fix, lalu ada tambahan 8 kg lego yang kemungkinan akan over 😅. Jadilah dibongkar kembali & kami cargoin aja. Packingan kedua sudah fix tapi kok masih dibongkar-bongkar. Dan ini yang ke3 kalinya.

Kami dapat jatah bagasi 100 kg (4 orang). Bawa apa aja? Jastip (19 pcs zwitsal, tas fossil, jam tangan fossil, dompet fossil/coach dll). Oleh-oleh keluarga sepatu Nike, jam tangan fossil, suvenir Holland, coklat/stropwaffel, permen Holland. Stok keperluan kami di indonesia seperti sepatu, tas, pakaian anak-anak. Beberapa pakaian yang dipakai 2 minggu terakhir. Bagasi 100 kg boleeh dikatakan hampir barang baru semua. Saya memilih jastip memang sudah direncanakan, menambah cargo 2 dus lalu menggantikan dengan jastip. Pilihlah barang yang tidak repot membawanya, misalnya tas yang bahannya tidak kaku jadi ga habis space banyak di koper. Lalu nyetok keperluan sampai 2 tahun kedepan minimal seperti pakaian anak-anak, sepatu, tas. Beli yang diskonan anjlok di Eindhoven sedangkan di Indonesia harganya cukup mahal bagi kami. Oleh-oleh keluarga kami sudah menyicil beli sejak 1 tahun sebelum BFG, saat summer sale 2017/winter sale 2018. Suvenir Holland saya sarankan beli di Volendam lebih murah apalagi dapat diskon 50%.

Triknya semua barang baru tag pricenya dilepas. Pakaian baru saya balik dan masuk plastik vakum. Plastik vakum buat mengurangi volume gitu, jadi muat banyak. Semua barang disebar ke 4 koper bagasi + 3 handbag + 3 koper cabin size. Masing-masing koper bagasi tidak lebih dari 30 kg/koper. Semua koper bagasi saya cling wrap, beli cling wrap lidl 1 euro an/ gulung. Di wrap sendiri, kalau mau wrap di schipol airport dikenakan harga sekitar 13-15 euro/koper.

Baca juga Reverse Culture Shock, dari Rantau kembali ke Tanah Air

Ini packing ala saya (yang dibantu mba Fitri, matur nuwun mbae). Sebagian pakaian baru dibalik dan dimasukkan kedalam plastik vakum. Saya pakai 2 pcs plastik vakum beli di action harga 2 euro/kotak isi 2 pcs. Pakaian dewasa/jaket dilebarkan aja paling bawah. Sepatu-sepatu dimasukkan kedalam keresek satu persatu. Suvenir yang mudah pecah digulung pakai kain. Tas-tas dialas pakaian, jangan sampai kena benda keras yang bikin rusak. Jam tangan tetap didalam kotak dan disebar gitu. Ruang-ruang yang kosong disempilin baju-baju.

Barang kabin, 1 ransel dokumen, 1 ransel lensa, 1 koper kabin, 1 ransel keperluan anak-anak di pesawat. 1 tas printilan isi sepatu dll, handbag 1 pcs, 1 tas kamera. Dari Eindhoven kami berangkat kereta jam 7.07 Sesampai di schipol barang kami over, karena jatah kabin hanya 3 orang, Faiha ga dapat jatah. Jadilah bongkar-bongkar barang dan beberapa barang ada yang ga dibawa seperti handuk, piring makan Faiha. Semua tas kabin sangat padat. Alhamdulillah check in selesai dan bersiap boarding.

Leganya setelah memboyong barang-barang ke kabin, alhamdulillah kami dapat kursi depan lumayan ada space buat anak-anak. Jam 12 CET pesawat akan segera take off. Buat keperluan anak-anak bawa apa aja? Saya bawa seperlunya aja, buat faiha baju ganti, popok, makanan instan 2 botol. Bawa baju ganti Yaqdzan, roti buat sarapan, 2 mainan kartu & mini block, nasi bungkus aluminium foil + abon. Dua jam setelah take off kami dapat makan siang dari maskapai, menunya enak-enak nasi + daging, buah, lalap, cake. Buat bayi juga dapat menu special, seperti buah, makanan instan olvarit. Beberapa jam kemudian dapat snack malam roti dan minuman. Terakhir sarapan pagi kami pilih nasi uduk ayam. Oh iya air minum kita boleh meminta jika butuh kepada pramugari.

Baca juga Back For Good, Beberes Rumah Kontrakan Eindhoven

Selama 14 jam anak-anak ngapain aja? Pada rewel ga? Yaqdzan selain makan dan tidur, nonton anteng banget. Faiha alhamdulillah ga rewel sama sekali, kalau bosan diajak jalan ke depan. Duduk didepan kursi, masukin kartu kedalam kotak cukup bikin anteng. Sesekali Faiha saya tidurkan dibangku dan kami selonjoran dibawah kursi 😂.

Oh iya ini adalah pengalaman saya kedua naik maskapai Garuda Indonesia lintas Eropa. Kami cukup nyaman & puas. Hingga 14 jam terlewati saatnya landing. Kami mengambil barang bagasi dan melapor diri pada imigrasi dan terakhir melewati beacukai. Semua barang aman tanpa pemeriksaan. Karena sempat nyari- nyari stroller jadilah kami penumpang terakhir dan sempat nyasar nyari pintu keluar sebelum melewati beacukai. Oh iya dipesawat kita akan mendapatkan selembar kertas yang isinya mengenai barang bawaan, nilai barang dll nanti diserahkan kepada petugas beacukai.

Alhamdulillah, kami ga bakal lupa bagaimana ringannya teman-teman membantu. Bantuin packing, mengantar ke Stasiun, hingga Schipol Airport. Masya Allah Tabarakallah. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya.

Jakarta, Oktober 2018

#anw tema ini sekaligus buat setor ngeblog 1minggu1cerita tema misteri, misteri 14 jam Amsterdam-Jakarta 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *