Kesehatan

Cerdas Memilih Gendongan, Review Ergobaby Original

Menyambung postingan tentang gendongan sebelumnya Review Gendongan bayi, sekarang saya mau review gendongan yang sekarang jadi andalan banget. Sibuk mencari gendongan ketika Faiha usia 1 tahun dan ketika kami berencana mengunjungi salah satu tempat bersejarah Islam, Andalusia. (Baca juga Menelusuri Jejak Kejayaan Islam Andalusia). Gendongan Chico yang dipakai saat newborn udah ga nyaman lagi juga tidak sesuai dengan standart menggendong (M-Shape).

Browsing-browsing dan minta review langsung dari teman yang langsung menggunakan.

Nyari yang gimana?

1. Pilih yang ga ribet
Pertama saya nyari gendongan yang nyaman buat ibu dan bayi. Bahannya ga gerah, saya juga tidak ribet memakainya.

2. Pilih Gendongan yang Support M-Shape

Banyak komunitas menggendong sekarang yang mengedukasi bagaimana posisi menggendong yang benar. Salah satunya yang harus diperhatikan posisi M-shape. M-shape memang agak awam bagi masyarakat. Kok kaki si kecil mengangkang, padahal sebenarnya inilah posisi alami bayi sejak dalam kandungan. Dalam posisi M-shape, lutut bayi sejajar atau lebih tinggi dari pantatnya dan body panel gendongan menyokong dari lutut ke lutut, knee to knee.

sumber: google

3. Bisa digunakan dari newborn walau Faiha sudah usia 1 tahun dan akan digunakan sampai toodler nanti. Iya buat newborn bisa menggunakan tipe gendongan SSC ini, gendongan import rata-rata punya infant insert khusus newborn.

sumber: google

4. Satu lagi yang penting bagi saya adalah gendongan yang bebannya terdistribusi sehingga tidak pegal.

Akhirnya saya mantapkan pada gendongan jenis jenis Soft Structured Carrier (SSC). Ciri khas gendongan ini terdapat busa empuk dibagian pinggang dan bahu. Gendongan menyerupai ransel dan bergesper. Sepertinya jenis SSC ini sangat populer. Memakainya simple dan cepat bisa digunakan dari bayi hingga toodler. Mayoritas merk SSC ini banyak dari US seperti Tula, Ergobaby, Babybjorn, Boba dll. Dan SSC lokal sekarang juga sudah banyak loh. Seperti Cuddle Me, Andrea, Nana, Bobita, Zakkel.

Pilihan saya jatuh pada Ergobaby original – dewdrop

Siapa yang ga tau gendongan yang populer ini. Antara ergobaby original sama Omni 360, keunggulan Omni 360 bisa menghadap depan. Harganya lebih mahal, toh menggendong menghadap depan tidak disarankan berlama-lama. Jadi saya tetap pilih ergobaby original.

Seharian naik turun bukit Al Hamra karena memang tidak diijinkan menggunakan stroller, gendongan ini membantu sekali. Menggotong barang yang repot ke cabin saat back for good, Faiha paling simple dan nyaman digendong. Dan di Indonesia memang ringkasnya kemana-mana pakai gendongan. Awalnya saya merasa agak kurang nyaman, ternyata pemakaiannya belum pas, tali bagian belakang agak longgar jadi melorot gitu.

Plus:

1. Cukup mudah digunakan

Tinggal klik dipinggang dan di punggung. Berasa banget gimana ga ribetnya saya kalau mau menggendong.

2. Pilihan motif kece-kece

Banyak pilihan warna dan motif, yang menjadi kepuasan tersendiri bagi orangtua. Bagi saya sih, warna lebih suka yang netral dan ga ngejreng.

3. Terdapat 2 kantong yang amat berguna

Kantong pertama berukuran besar dengan disertai resleting, kepake banget buat ibu-ibu yang repot membawa dompet/tas. Kantong kedua berukuran lebih kecil diatas kantong besar tanpa resleting (terbuka keatas), berguna untuk menyimpan sebagian sleeping hood ketika tidak terpakai.

4. Ada sleeping hood yang melindungi si kecil dari sinar matahari ataupun tempat bersandar ketika tidur. Masangnya juga gampang tinggal klik klik kiri kanan.

5. Nyaman dipakai

Terdapat busa/foam dibahu dan pinggang (padded shoulder and waist strap). Ini yang bikin empuk dibahu dan desain beban yang tersebar merata bikin ga pegal.

Minus:

– Ergobaby jenis original ini hanya mensupport 3 posisi, bagi si kecil ingin menghadap depan maka ergobaby jenis ini tidak bisa. Walaupun posisi menghadap kedepan tidak disarankan berlama-lama.

– Harganya cukup mahal sekitar 1,7 juta – 2 juta

– Produk ini mudah didapatkan di Indonesia, juga barang replikanya sangat banyak beredar.

Jujur saja sebelumnya saya termasuk yang tidak peduli dengan barang-barang replika. Walaupun kami juga bukan pemakai dan obsesi sama merk tertentu, lalu memiliki yang tiruannya pun jadi. Akhir-akhir ini saya konsen pada alas kaki yang kami pilih karena faktor kenyamanannya. Lalu pulang ke tanah air, melihat pasar kaget yang menjual barang KW nya saya kok sedih. Harga yang ditawarkan juga tidak murah namun keamanan dan kenyamanannya sangat berbeda.

Begitupun dengan gendongan, tidak hanya sekedar kece penampilan yang terpenting adalah keamanan si kecil. Wawasan sayapun makin terbuka setelah bergabung dengan Indonesian Babywearers. Jadi intinya gimana? Saran saya belilah barang yang original. Bisa didapatkan di toko resminya atau online shop terpercaya, jangan tergiur dengan harga miring yang ditawarkan atau ikut-ikutan membeli produk KW. Walaupun ada yang bilang produk Kw dan originalnya sangat mirip dan nyamannya sama. Tentulah tidak, produk KW tidak melewati quality control dan keamanannya dipertanyakan. Harga yang ditawarkan jauh berbeda pastinya produk original punya standart tertentu. Juga belajar menghargai hasil karya orang lain dan menghargai diri sendiri. Pertimbangkan kembali dengan kebutuhan dan budget yang ada. Beli gendongan import KW atau gendongan lokal original? Gendongan lokal original dong! Selamat menggendong 🙂

Padang, Oktober 2018

2 Comments

  • ndu.t.yke

    Aku punya SSC pas anak pertama, sampe 2: Nana yg made in Jogja dan Cuddle Me made in Malang. Harganya sama bahkan bs lbh murah dibanding Ergo KW. Tp kualitasnya kan insyaalloh terjamin. Garansi pula.

    • hafizatulismi

      Wah senang sekali melihat gendongan lokal sekarang ga kalah bagus dibandingkan import.

      Karena penggendong harus nyaman & Aman, Saya sepakat lebih baik memilih gendongan lokal original.

      Terimakasih ya udah mampir 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *