Eindhoven

Mencari Rumah Keluarga di Belanda

Sudah lama ingin sharing tentang mencari rumah di Eindhoven, tapi saya tidak begitu faham karena suami yang mengurusnya. Alhamdulillah topik ini rampung juga, atas goresan suami dan saya nimbrung dikit. Berikut ulasannya.

Mencari rumah untuk keluarga dengan anak kecil dan budget terbatas di Belanda, khususnya Eindhoven, ternyata cukup sulit. Beberapa bulan sebelum keberangkatan ke Eindhoven, saya sudah hunting rumah dari Indonesia. Tapi adanya potensi penipuan mengurungkan niat saya untuk mendapatkan rumah di Eindhoven sebelum tanggal keberangkatan. Jadi rencana dirubah, dari yang sebelumnya saya berangkat bersama istri dan anak menjadi saya berangkat sendiri baru kemudian keluarga menyusul setelah dapat rumah.

Alhamdulillah, 2 minggu setelah menginjakkan kaki di Schipol saya sign kontrak dengan salah satu agensi untuk menyewa rumah yang sampai 2 minggu sebelum back for good kami tempati. Di blog kali ini, saya coba share pengalaman saya mencari rumah keluarga di Belanda, khususnya di kota Eindhoven.

Baca juga Biaya Hidup di Belanda (Kebutuhan Harian)

Saat mencari rumah, kami menetapkan beberapa kriteria:

1. Memperbolehkan anak untuk tinggal

Yap! beda banget sama di Indonesia yang umumnya pemilik rumah masa bodoh sama berapa jumlah orang yang akan menghuni rumahnya. Asalkan bayaran sewa lancar dan biaya utilitasnya proportsonal, sah-sah saja 10 orang menghuni rumah 30 m2, misalnya. Tapi di Belanda, keluarga dengan anak kecil tidak diperbolehkan menyewa rumah tipe studio (tanpa kamar). Minimal adalah 1 bedroom. Nah masalahnya, tidak semua landlord rumah dengan 1 bedroom mau menerima keluarga dengan anak kecil. Alasan pastinya saya juga kurang paham, tapi saya menduga mungkin karena landlord ingin rumahnya minim kerusakan (bebas dari coretan anak di dinding, misalnya) atau karena area sekitar rumah tidak suka keberisikan anak-anak.

2. Harga dan huurtoeslag

Nah point ini yang paling susah dipenuhin sewaktu mencari rumah. Kami menetapkan budget maksimal €900 per bulan untuk rumah yang full furnished. Budget segini ini untuk semua biaya bulanan ya, termasuk basic rent, utilities (gas, water, electricity), internet, tax, dll. Rata-rata harga family housing yang full furnished di Eindhoven adalah di atas €1000. Jadi bisa dibayangkan minimnya opsi rumah yang tersedia, dan kalaupun ada harus cepet-cepetan sama kompetitor lain hehe..

Selain menetapkan maksimal harga sewa rumah, saya juga mencari rumah yang berhak untuk mendapatkan huurtoeslag. Apa itu? huur artinya sewa dan toeslag artinya tunjangan. Jadi huurtoeslag adalah tunjangan sewa rumah yg diberikan pemerintah Belanda untuk orang yang pendapatannya di bawah kriteria yang sudah ditetapkan. Sebagai student, tentu saya termasuk kategori ini. Rumah dengan basic rent tidak lebih dari €720 berhak untuk mendapatkan tunjangan ini. Ingat, basic rent ya bukan total biaya sewa yg include biaya lain2. Informasi lebih lengkap masalah huurtoeslag bisa dibaca lebih lanjut di website-nya belastingdienst.

3. Jarak rumah ke kampus

Jarak rumah ke kampus juga menjadi pertimbangan, walaupun sifatnya bukan wajib. Kalau diibaratkan, seperti sunnah muakkad (sunnah yg sangat dianjurkan). Kami menetapkan jarak rumah paling jauh 3 km dari kampus atau sekitar 15 menit dengan sepeda. Usahakan jangan memilih rumah yang terlalu jauh, karena akan cukup menyulitkan saat harus bersepeda di musim dingin.

4. Jarak rumah ke sekolah anak

Saat tiba di Eindhoven Oktober 2016 silam, usia anak adalah 4 tahun. Di Belanda, anak umur 4 tahun sudah masuk basisschool. Sebenarnya, tidak ada rumah yang jaraknya terlalu jauh dari basisschool, karena lokasi dari basisschool ini sudah diatur sedemikian rupa agar jaraknya terjangkau baik dengan jalak kaki atau sepeda. Tapi karena kami mengusahakan agar anak bersekolah di Islamic Basisschool yang cuman ada 1 di Eindhoven, jadi jarak rumah ke sekolah anak pun ikut menjadi pertimbangan. Tidak adanya mobil jemputan dari sekolah anak dan besarnya kemungkinan istri menjemput anak dengan berjalan kaki dalam kondisi hamil, membuat kami menetapkan jarak Islamic basisschool maksimal 1 km dari rumah.

Dengan pertimbangan 4 point di atas, saya pun mulai hunting rumah sejak hari pertama kedatangan di Belanda. Beberapa agency saya hubungi, baik via website, telpon, atau datang langsung ke kantornya. Selain lewat agency, informasi sewa rumah juga tersebar luas di Facebook group dan portal jual-beli-sewa rumah (seperti rumah123 kalau di Indonesia). Daftar lengkapnya saya informasikan di bawah ini:

https://www.pararius.com

https://www.funda.nl

https://www.huurwoningen.nl

https://www.wooninc.nl

https://www.housingxl.nl/en/

https://eindhoven2stay.com

https://vestide.nl/eng

Masih banyak sebenarnya website yang menyediakan informasi rumah disewa, tapi 7 web ini lah yang dulu sering saya cek. Alhamdulillah, tanggal 16 Agustus 2016 saya sudah dapat rumah yang memenuhi kriteria-kriteria di atas. Untuk rumah ini, biaya sewanya adalah 850 euro per bulan (all incl., full furnished) tapi tiap tahunnya ada kenaikan biaya sewa kurang lebih 22 euro. Jadi di tahun kedua, saya harus membayar 900 euro/bulan. Agak mahal memang jika dibandingkan menyewa rumah yang unfurnished, dimana kami bisa mendapat harga sekitar 700 euro per bulan (incl. gas, water, electricity) dan ukuran rumah yang lebih luas.

Gimana kondisi rumah?
Buat penghuni 4 orang, rumah kami cukup kecil, karena tidak mudahnya mencari rumah kontrakan di Eindhoven sesuai budget jadi kami tidak bisa leluasa memilih.

1. Dapur & ruang tamu

Dapur dan ruang tamu nyatu disatu ruangan. Ada apa aja? Meja belajar, sofa, TV, kitchen set yang sudah lengkap isinya (piring, gelas, sendok, pisau, panci, heater air, mesin pembuat kopi, pemanggang roti, oven, microwave, vakum cleaner dll). Intinya dengan ada fasilitas ini sudah cukup. Menambahkan blender/food processor, mixer jika butuh.

2. Kamar Mandi

Ada wastafel plus lemari, closet duduk, kamar mandi shower, serta tempat tissue toilet, penyedot WC.

3. Ruang tidur

Ruang tidur ini sebetulnya agak sempit bagi kami. Hanya 1 bed dan kami tambahkan 1 bed buat di lantai. Dilengkapi lemari 3 pintu. Lemari kecil setinggi tempat tidur. Dulu punya crib bayi dan meja ganti popok, ga muat disimpan dikamar.

4. Ruang mencuci

Kami punya ruangan mencuci bersama yang digunakan oleh 4 rumah. Terdiri dari 2 pcs mesin cuci dan 2 mesin pengering. Biasanya setelah mencuci 30-60 menit langsung dikeringkan sekitar 90 menit. Lalu langsung lipat. Kekurangannya pakai dryer adalah pakaian usianya lebih pendek dibandingkan dijemur manual. Plusnya mengurangi beban kerja rumah tangga.

5. Parkir sepeda

Karena alat transportasi utama di Belanda sepeda, jadi ada tempat parkir sepeda disediakan. Tempat parkir ini digunakan bersama biasanya ada sekitar 10 sepeda.

6. Gudang

Tidak luasnya rumah kontrakan kami, dengan adanya gudang cukup membantu.

Satu hal yang agak berbeda menyewa rumah di Belanda adalah adanya deposit sewa. Deposit ini nilainya sejumlah kontrakan sebulan yang diserahkan pada pemilik rumah. Ketika kontrak sewa sudah selesai deposit akan dikembalikan sesuai kondisi rumah. Jika ada kerusakan dan penggantian maka uang depositlah yang akan dipotong.

Jakarta, Oktober 2018

#foto yang dicantumkan berkualitas seadanya, hasil crop dari video

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *