Cerita Yaqdzan & Faiha

Adaptasi Back For Good, Seputar Masalah Kulit Faiha

Dua bulan kembali ke tanah air, satu persatu adaptasi anak-anak mulai membaik. Saya dan anak-anak pernah diare, demam, Faiha sempat muntah yang ga berhenti sampai bikin mengkhawatirkan sekali, dan kisah yang paling panjang adalah masalah kulit Faiha. Saya mau sharing apa yang kami alami selama ini, saya sempat bersedih hati, ga sabaran, hingga hampir putus asa (segitunya 🤣). Setidaknya tulisan ini jadi pengobat hati bagi teman-teman yang ngalamin hal serupa.

10 hari mandi air galon

Kalau mandi keterusan pakai air galon bunda bisa tekor hihi..tragedi mandi air galon ternyata bukan obrolan belaka. Akhirnya kami ngalamin juga, betul yang dialami teman-teman Eindhoven kalau pulang ke tanah air anak-anaknya mandi air galon. Memang sih air kran di Belanda sudah siap minum. Ini mungkin yang menjadi adaptasi bagi Faiha. Dua kali mandi badannya timbul bintik-bintik merah. Saya langsung curiga air karena teringat sharing dari teman sebelumnya. Jadilah kami atasi dengan mandi pakai air galon dulu. Kemudian ditambahkan dengan lactacid baby untuk sabunnya. Alhamdulillah 3 hari berkurang. Hari ke -11 saya coba stop karena pada dasarnya kulit akan terus beradaptasi. Alhamdulillah semuanya membaik ketika di Jakarta maupun di Padang.

Baca juga Plagiocephaly, Sindrom Kepala Peyang pada Bayi, di Belanda Bagaimana?

Reaksi tidak biasa dari gigitan nyamuk

Hari pertama sampai Jakarta bundanya lupa, Faiha dipakein baju pendek karena cuaca yang panas. Tiba-tiba bentol merah dimana-mana. Bentolnya ga biasa seperti Yaqdzan kecil dulu. Selain gatal, merah dan bentol besar menonjol. Apalagi kalau bukan nyamuk, rasanya ini musuh terberat Faiha. Di Belanda summer tahun ini pernah 1x digigit nyamuk dan sampai meradang juga. Di Jakarta matanya sudah tidak terhitung berapa kali bengkak kena gigitan nyamuk, sampai matanya nutup gitu bundanya ga tega. Padahal menurut pandangan saya nyamuk di rumah tidak terlihat. Yaqdzan juga digigit nyamuk tapi merah kecil sebentar lalu hilang, kadang ga mempan juga sama nyamuk hehe..

Solusinya apa?

1. Faiha pakai baju dan celana panjang siang maupun malam. Saya extra was-was banget kalau makein baju pendek, paling sebentar luarnya langsung double cardigan tipis. Kalau tidur siang maupun malam pakai kaos kaki.

2. Pakai berbagai cream anti nyamuk

Mulai dari minyak telon anti nyamuk, cream anti nyamuk, minyak butbut, minyak tawon. Bundanya sudah coba satu persatu. Minyak tawon paling ampuh mengurangi gatal & merah setelah digigit nyamuk. Sesekali saya seling dengan minyak butbut. Minyak telon anti nyamuk bagi Faiha tidak ada pengaruh besar, jadi Jarang dipakai. Cream nyamuk Bambi khasnya bau sereh banget, ini lumayan mempan. Pernah juga nyobain telon cream bebe roosie wanginya enak banget tapi ga begitu ngefek. Sebelumnya saya sebut merk satu persatu murni bukan bermaksud promosi ya.

Udah punya alat tempur anti nyamuk aman ga? Belum aman juga! Wajah dan telapak tangan Faiha yang terbuka saat tidur, ini yang jadi sasaran nyamuk. Bentol kemaren belum hilang, hari ini bertambah lagi. Beginilah siklus setiap harinya. Bundanya juga ga mau menyerah karena sudah banyak bekas gigitan nyamuk. Solusi selanjutnya?

3. Nyobain kelambu kecil sampai yang besar

Pakai kelambu kecil khusus Faiha berhasil kalau lagi tidur pules, kalau terbangun kelambunya langsung dibuka. Jadi kelambu sebagai penghalang nyamuk gagal juga. Jadilah kami beli kelambu Javan seukuran kasur dewasa. Ga cuma Faiha yang bebas dari gigitan nyamuk, mas, ayah dan bundanya juga. Alhamdulillah urusan dengan nyamuk tuntas 😁. Paling kalau main diluar selalu tertutup aja pakaiannya, wajah Faiha saya olesin cream Bambi dulu. Kemana-mana selalu bawa cream Bambi, minyak tawon dan kaos kaki deh.

Dua bulan kena serangan nyamuk hingga hari ini saya melihat adaptasinya lebih baik. Sekarang kalau digigit nyamuk bentolnya yang sebesar awal mula kena, dan ga sampai meradang karena digaruk.

Baca juga Cacar Air di Negeri Kincir Angin

Saat-saat terberat pernah mengalami kena kutu kucing

Kejadian ini adalah ketika saya pulang kampung ke Padang. Semacam ada kebahagiaan ketika pulang ke Padang Faiha minimal jarang ketemu nyamuk, karena kampung kami di gunung, hawanya dingin jadi nyamuk memang jarang. Betul saja, 2 minggu di Padang Alhamdulillah Faiha ga pernah digigit nyamuk. Bentol-bentol nyamuk sebelumnya sudah menghilang. Minggu ke-3 nya ketika bangun tidur pagi-pagi saya melihat ada bentol besar dibetis Faiha muncul sekali banyak. “Oh mungkin nyamuk, kaos kakinya sempat lepas sebelah” kesimpulan saya dihati. Reaksinya? Gatalnya luar biasa, Faiha sering rewel dan sampai minta digarukin. Tetangga saya iseng bilang “sepertinya itu kena kutu kucing”. Antara percaya atau ga saya langsung searching, konsultasi sama teman-teman dokter. Memang mungkin kena kutu kucing? Kalau dirumah nenek Faiha punya banyak kucing dan kebetulan akhir-akhir ini anak-anak juga iseng pegang-pegang. Ya kucing kampung gitu yang hidup bebas dirumah ataupun diluar.

Saya yakin sekali kalau penyebabnya kutu kucing, Faiha sempat dibawa ke dokter. Bentol-bentolnya pada kedua betis sudah merata juga ditangan. Akhirnya dengan terpaksa kucing dikeluarkan dari rumah, saya langsung vakum karpet, sofa dan ganti sprei. Satu minggu pertama bentolnya Faiha masih terus bertambah. Minggu berikut mungkin rumah betul-betul bersih alhamdulillah tidak kambuh lagi. Penanganan awal buat Faiha hanya mengoleskan minyak telon dan minyak tawon. Disarankan untuk tidak menggaruk tapi ini sulit dihindari karena gatalnya luar biasa. Saya sering pakaikan celana panjang & kaos kaki agar kakinya tidak kena garukan langsung. Juga disarankan untuk mencuci bagian yang gatal dengan air dingin untuk mengurangi gatal, hindari air panas.

Kesimpulannya, hindari kontak dengan hewan yang tidak terjaga kebersihannya. Bersihkan lingkungan yang terpapar dan obati. Katanya bekas luka kutu kucing ini akan lama hilangnya. Betul saja, 1 bulan lebih setelah terpapar, bekas luka dibetis Faiha sampai sekarang masih terlihat jelas meskipun sudah berkurang.

Jakarta, November 2018

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *