Travelling

Travelling Tersantai : Belgia & Luxembourg

Setiap ada rezeki dan kesempatan travelling ada, saya berusaha untuk mengabadikannya di blog. Tidak lupa membawa printilan untuk mengambil foto. Menyimpan itinerary yang dibuat. Menikmati dan mengingat-ingat tempat-tempat bersejarah yang kami kunjungi. Repot memang, namun bagi saya tidak sama sekali. Betapa banyak manfaat yang saya peroleh dari sharing para blogger. Begitupun saya ingin membalasnya, untuk menuliskan semuanya diblog. Lalu ada yang tiba-tiba kenalan di Instagram, ngobrol-ngobrol seputar travelling, itinerary. Itulah yang membuat saya tidak sia-sia kalau semua ini ada manfaatnya.

Ini adalah travelling kami terakhir edisi merantau di Belanda. Negara tetangga yang belum pernah dikunjungi menjadi destinasi terakhir, yaitu Belgia & Luxembourg. Winter break 2016 kami pernah berkunjung ke Kota Baja Dusseldorf, Jerman. Spring break 2017 ke Kota Cahaya, Trip to Paris. Summer holiday 2017 berkunjung ke Kota cantik, Praha, Budapest dan Vienna. Winter break 2018, Masya Allah kami disampaikan untuk mengenal sejarah Islam kota-kota Andalusia, Spanyol. Anw, yang mau ngobrol-ngobrol soal travelling boleh ya.

Baca juga Menelusuri Jejak Kejayaan Islam Andalusia

Sebetulnya untuk berkunjung ke Belgia, dari Eindhoven bisa tidak menginap loh. Misalnya saja Antwerp kota tua Belgia, hanya 1,5 jam via darat dari tempat kami tinggal. Brugge/Brussel sekitar 2-3 jam perjalanan. Tipsnya mencari bus atau kereta terpagi dan pulang malam. Ya mungkin hanya bisa 1 kota tujuan dan durasi waktu yang tidak begitu lama. Namun dari dahulu saya menahan diri, untuk tidak berkunjung ke kota tersebut.

Seminggu sebelum back for good, jadilah kami merencanakan untuk berkunjung ke Brugge, Brussel dan Luxembourg selama 4 hari 3 malam. Karena kalau menginap itu liburannya lebih berasa, keluar rumah pagi dan pulang malam itu seru, repot menyiapkan makanan dan gotong anak-anak jadi hal yang berkesan. Di blog kali ini saya bukan konsen pada destinasi wisata tapi lebih ke trik & tips perjalanan ya.

Brugge, banyak yang menyebutnya Salah satu kota tua yang terpelihara dengan baik dan terindah di Belgia sehingga kota inipun banyak dikunjungi wisatawan. Brugge dalam bahasa Belanda, (baca: bru-khey) atau Bruges dalam bahasa Perancis, (baca: brus) adalah kota wisata yang merupakan ibu kota Provinsi West-Flanders yang terletak di bagian barat laut Belgia.

Siapa yang tidak mengenal Brussel, ibukota Belgia ini. Atomium merupakan icon kotanya. Atomium bangunan yang berbentuk struktur atom yang dibangun pada tahun 1958 dengan ketinggian mencapai 102 meter dengan 9 (sembilan) bola berdiameter 18 meter yang terpusat pada satu bola di tengah.

Brussel juga kota yang sibuk dan tidak teratur, banyak homeless dimana-mana. Pun didepan gedung bertingkat sudah biasa kami melihat rumah-rumah kardus. Begitu kesan pertama saya pada kota ini. Stasiunnya pun mengingatkan saya pada stasiun-stasiun di Paris. Menjadikan kami waspada di kota ini.

Bagaimana dengan Luxembourg?
Negara kecil yang diapit oleh 3 negara maju yaitu Belgia, Prancis dan Jerman. Mempunyai UMR tertinggi di Eropa. Kota Luxembourg juga dinobatkan sebagai kota terbersih ke – 3 di dunia pada tahun 2015. Kalau berkunjung ke negara ini, tidak usah bingung warganya sangat fasih berbahasa Inggris. Negara multibahasa luxembourgish, French, German, English, Portuguese. Saya melihat kemajuan suatu negara terlihat dari bagaimana rakyatnya, sistem transportasi, begitupun dengan kenyamanan dan keamanan kami di kota ini.

Travelling kami kali ini menggunakan flixbus antar kota. Gimana ceritanya? baca juga 3 Kota 2 Negara Naik Flixbus Bersama Bayi. Kalau travelling sebelumnya kami keluar rumah sepagi mungkin dan pulang malam. Kali ini berbeda. Punya dua anak tapi kok jalan-jalannya “ekstrim” ada aja sih yang bilang gitu. Alhamdulillahnya kalau jalan-jalan itu anak-anak pada kooperatif, yang penting stok makanan full & malamnya pada tidur cukup. Namun hal yang berbeda dengan travelling kali ini, rasanya kok ini jalan-jalan tersantai. Pertama kami ga bikin itinerary sama sekali, kemudian banyaknya bersantai diairbnb, pada tidur siang dulu baru sore keluar. Lalu detailnya mau kemana, baru googling di bus. Padahal kalau jalan-jalan itu suami paling teliti, detail dengan rencana perjalanan. Kok ga bikin itinerary? Karena lagi repot bebersih rumah, packing-packing dan kota-kota yang akan kami kunjungi kondisinya ga beda jauh dengan Belanda. Jadi santai aja.

Rute Perjalanan

Belgia punya beberapa kota terkenal yang menjadi tujuan wisatawan diantaranya Antwerp, Brugge, Brussel, Gent. Kami memilih 2 kota yaitu Brugge karena suka dengan gotta tuanya. Dan brussel sebagai ibukota Belgia, katanya ga sah kalau belum berkunjung ke Atomium yang menjadi icon Belgia. Terakhir berkunjung ke Luxembourg. Jadi rutenya Eindhoven – Brugge – Brussel – Luxembourg – Eindhoven.

Baca jugaKota-Kota Cantik Penuh Pesona di Eropa Timur

Akomodasi

Hal-hal yang menjadi perhatian utama kami saat travelling adalah penginapan. Ga punya ekspektasi tinggi buat penginapan, ga harus di hotel atau penginapan mewah untuk mengisi liburan. Penginapan yang kami cari adalah yang nyaman bagi anak-anak, memudahkan untuk mengolah makanan. Biasanya kami pilih Airbnb yang sudah punya review baik. Dan budget yang terjangkau. Harga sewa airbnb juga tergantung jumlah anggota keluarga. Sewa untuk 2 orang saja dengan keluarga beranggota 4 orang (include anak), harganya jauh berbeda loh. Berikut review Airbnb di 3 Kota.

Airbnb di brugge

MH Building brugge

Jaraknya tidak jauh dari stasiun, begitu turun dari flixbus kami jalan kaki menuju Airbnb. Lokasinya berada dilantai 2, dibawahnya ada toko kebab kentang gitu. Dan pemiliknya muslim, dengan beliau kami pertama bertemu. Beliau juga informasikan kalau toko kebab yang dibawah tidak semuanya bisa disantap oleh muslim. Airbnbnya nyaman banget, ada ruang tamu, kamar tidur dan paling penting itu dapur. Kami bisa masak nasi dan mie instan 😂. Minusnya penginapan ini berada dilantai 2, ga ada lift. Kami gotong barang keatas dan stroller aman disimpan dibawah. Kemudian kamar mandinya terpisah sama toilet dan ukuran kamar mandinya kecil hanya untuk 1 orang. Ga masalah sih sebenarnya, hanya saja saya berasa aneh baru liat kamar mandi sekecil ini. Harga sewa 100 euro/malam. Cukup tinggi ya, namun ini harga termiring dan ternyaman yang ada.

Airbnb di brussel

Chambre presidentielle

Ga jauh dari turun flixbus kami terlebih dahulu ngedrop barang-barang ke airbnb. Lokasinya berada dilantai 3, ada sekitar 6 tangga bersambung dan stroller aman disimpan digudang bawah. Fasilitasnya terdiri dari kamar mandi, mesin cuci dan toilet terpisah dilantai 1, kamar di lantai 1. Naik tangga keatas tersedia dapur, ruang tamu dan juga tempat tidur. Saya sebetulnya kurang nyaman dengan penginapan ini karena ruang tidurnya sekaligus sofa diruang tamu dilantai 2 dan tidak ada pintu, saya agak ngeri kalau anak-anak jatuh. Jadilah kami tidur dikamar kecil di bawah dengan kondisi seadanya. Hanya Ada 1 kasur kecil dan sebagian tidur dikarpet beralas selimut. Pemiliknya juga menginap dikamar seberang kami. Harga sewanya 60 euro. Ya mungkin ada harga ada fasilitas ya.

Airbnb di Luxembourg

perfect room in luxembourg city

Berkunjung ke Luxembourg? Ah penginapannya mahal-mahal. Setelah cek dan memantau harga, sewa airbnb di bawah Brugge sedikit, 90 euro/malam. Airbnb berada dilantai 2, ownernya cina gitu. Dapur dan kamar mandinya sharing dilengkapi mesin cuci. Dan dapur sepertinya hanya kami yang menggunakan. Yang paling membahagiakan adalah tersedianya rice cooker disana. Kamar mandipun ga masalah, tipsnya gunakan kamar mandi lebih pagi.

Transportasi

Transportasi antar kota kami menggunakan flixbus. Dengan budget murah meriah (4 orang) jam keberangkatan flixbus yang lebih pagi, ini paling memungkinkan bagi kami. Perlu diketahui transportasi antar negara di Eropa baik bus ataupun pesawat, semua penumpang dikenakan tiket full. Iya, Faiha walau berusia 3 bulan naik flixbus ke Paris pun membeli tiket sendiri. Faiha berusia 6 bulan naik pesawat ke Praha summer lalu, tetap membayar tiket seperti dewasa. Kebayang kan? Kami kalau travelling itu biaya transport antar negaranya 4 orang 😂. Kemudian transportasi dalam kota triknya kami memilih penginapan yang tidak jauh dari tempat wisata. Agar tidak menambah biaya lagi. Turun dari flixbus juga jalan kaki aja ke penginapan.

Bagaimana dengan transportasi dalam kota? menurut saya transportasi dalam kota di Belgia & Luxembourg bus ataupun tram cukup murah dibandingkan Belanda. Di Brugge kami berjalan kaki ke lokasi wisata tidak menggunakan public transport sama sekali. Di Brussel naik tram dalam kota tiketnya 2,5 euro/orang berlaku dalam 1 jam. Di Luxembourg kami naik bus dalam kota tiketnya 2,5 euro berlaku 2 jam. Rute pulangnya kami malah digratiskan oleh sopirnya hehe..

Makanan halal & bekal

Kalau travelling itu bawa bekal adalah wajib. Ini adalah prinsip jalan-jalan keluarga kami. Iya, saya selalu menyiapkan bekal selama perjalanan. Entah membawa bekal dari rumah ataupun belanja bahan makanan di supermarket. Misalnya saja nasi dan lauk untuk hari pertama. Lauk seperti olahan ayam, Tempe yang tahan lama. Beras 1 kg untuk persediaan awal datang, dan mie goreng itu wajib 😁. Lainnya kami bisa menambah bahan makanan seperti telor, sarden, susu, roti di supermarket.

Sesekali kami juga jajan diluar seperti membeli kebab/kentang goreng, ga jauh-jauh dari ini. Hal yang ga boleh terlewatkan di Belgia adalah menyantap Waffel hangatnya. Kemudian yang jadi pertimbangan berikutnya adalah membawa rice cooker atau tidak? Karena penginapan yang kami pilih dilengkapi dapur jadi tidak usah repot lagi membawa rice cooker.

Padang, November 2018

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *