Eindhoven

Hujan Kebaikan di Tanah Rantau

Crib, botol penghangat bayi, changing mat, baby bath up, hoeslakentjes, romper, molton onderlakens, carseat, handuk, dan pakaian size 50-56 cm…Wah masih banyak yang belum” aku mengecek daftar perlengkapan lahir si kecil. Aku pikir beberapa pakaian bayi yang aku boyong dari tanah air bisa terpakai, rupanya ukurannya terlalu besar.

Dua lembar daftar perlengkapan persalinan dari bidan membuatku bingung. Hampir semua istilah Belanda yang digunakan aku tidak mengerti. Aku meminta bantuan mesin pencari google.

“Yah kita mau cari kemana perlengkapan bayi sebanyak ini dan harganya lumayan mahal ” aku mengecek sebuah website toko. Kami baru 1 bulan menginjakkan kaki di negeri van oranje ini. Sedangkan 3 bulan lagi perkiraan persalinanku akan tiba.

Aku kembali mengunjungi gedung yang ber icon bayi berselimut hijau. Bus bravo panjang yang kami tumpangi persis berhenti di seberangnya. 040verloskunde, tempat praktik bidan bersama. Aku memenuhi janji untuk memeriksa kehamilanku.

“Hai, saya Anne. Speak English or Dutch?” Senyum ramah bidan Anne menyalamiku. Sudah lumrah memang, ketika kami bertemu petugas instansi apapun, hal pertama kali yang mereka tanyakan adalah bahasa yang kami pakai. Belanda meskipun negara non berbahasa inggris, namun warganya fasih berbahasa inggris. Membuat aku tidak harus mempelajari bahasa lokal di sini.

“Apakah semua list ini kami harus penuhi?” Aku menyodorkan lembaran list perlengkapan persalinan kepada Anne. “Tentu saja, ini semua untuk memudahkan semua pihak dan usia kehamilan 36 minggu kramzoorg akan mengecek kelengkapan ini semua ke rumahmu” jelas sang bidan. Waktuku tidak lama lagi, aku harus segera memenuhi perlengkapan ini.

Ponsel genggamku berdering aku membuka sebuah pesan singkat “aku punya crib udah ga dipakai lagi, mau pakai ga? Seorang teman menawarkanku crib miliknya. Tentu saja aku tidak menolak tawaran itu. Bagiku perlengkapan persalinan ingin segera terpenuhi waktu itu dan tentunya didapatkan dengan harga terjangkau.

Jual beli toko bekas online, toko diskonan dan mendapatkan tawaran dari teman-teman Indonesia. Kami mengecek satu persatu barang yang dibutuhkan.

“Hai apakah termos penghangat bayinya masih available?” tanyaku pada seorang warga lokal di jual beli toko online. “Selamat pagi” balasnya dengan bahasa Indonesia. Aku terkaget membuka akunnya. Aku memastikan jangan-jangan dia adalah warga Indonesia. Namanya Sofie, asli warga Belanda. Adik Iparnya adalah seorang berdarah minang yang tinggal di Belanda. Mertuanya, seorang volunteer dan donatur di sebuah rumah sakit besar di Indonesia. Obrolan kami hangat seketika, Sofie dan suaminya sedikit-sedikit bisa berbahasa Indonesia dan menyukai masakan Indonesia.

Kami mendapat undangan untuk bertamu ke rumahnya. Combro pedas dan keripik balado aku bawakan untuk mereka. “Hmm mereka pasti suka” gumamku. Sebuah botol penghangat bayi, selimut dan perlengkapan lainnya yang masih apik kami boyong pulang. Aku mendapatkannya dengan harga murah. Bahkan kebaikan Sofie tidak henti sampai di sini. Beliau menawarkan barang lain milik saudaranya. “Alhamdulillah yah, satu persatu barang yang kita cari terpenuhi juga” ujarku girang.

” Tok..tok..tok”. Aku membuka tirai jendela depanku. Ku dapati sebuah mobil sedan terhenti di depan rumah. Pagi itu Sofie berjanji akan datang. Sofie menenteng tiga tas besar. Aku terkaget. Gendongan, jaket, aneka pakaian dan botol asi yang masih bersegel. Kami dapatkan secara cuma-cuma. Aku sungguh tidak menduga. Berada di perantauan berjarak puluhan ribu kilometer dari tanah air membuatku banyak bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik. Aku banyak belajar dan memetik hikmah pada budaya mereka yang saling menolong.

Benarlah pepatah seorang ulama. Merantaulah..Kau kan dapati pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan..Berlelah-lelahlah, manisnya hidup kan terasa setelah lelah berjuang (Imam Syafii).

Jakarta, 25 Desember 2018

#day16 #squad1 #30dwc #30dwcjilid16 #nonfiksi #storytelling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *