Cerita Yaqdzan & Faiha

Milad Mubarak Faiha ke-2

Kala itu ada sepasang makluk dan titipannya terbang jauh dari kampung halamannya.

Kala itu ada kondisi dan keadaan yang tidak linear adanya.

Kala itu ada kebahagiaan dan kecemasan datang saat menapaki jalanan Boschdijk.

Kala itu ada kontraksi datang yang belum diinginkan, “aku lahiran minggu depan saja,” begitu ucapnya lantang.

Kala itu kontrol kehamilan berjalan di lantai 11 seperti biasanya. Tiga orang yang berkutat dengan dirinya masing-masing.

Kala itu hujan salju terus menyelimuti antero kota, langkah kakipun harus segera meninggalkan jejaknya.

Kala itu aku menahan kontraksi yang luar biasa ditemani kursi roda menuju verloskamers (VK) Catharina Ziekenhuis.

Kala itu ada yang sedang menghadapi badai exam yang harus ia perjuangkan. Lembaran paper menyertainya menuju RS.

Kala itu ada sosok tangisan mungil yang pecah membawa kebahagiaan suasana.

Andalusia, Februari 2018

Disaat usiamu menginjak 1 tahun kami mengajakmu ke negara peradapan Islam Andalusia. Sevilla, Cordoba, Granada, dan Madrid adalah 4 kota yang pernah kita kunjungi. Dalam waktu 9 hari 8 malam dengan 3x perjalanan udara dan 3x perjalanan darat berpindah-pindah kota, kesabaran dan ketenanganmu di perjalanan adalah sebuah kesyukuran bagi bunda.

Dari Andalusia kita belajar bagaimana dahulu Islam pernah berjaya, melahirkan para ilmuwan yang taat dan dikagumi dunia. Namun, kini seperti hilang begitu saja. Taukah engkau kenapa? Karena kehidupan duniawi telah memperdaya, sedangkan urusan akhirat tidak lagi yang utama. Berpeganglah selalu pada Alquran, hadist dan sunnah agar hidup selalu mulia.

Maret 2018

Tangan-tangan mungilmu kini begitu lincah. Nenek pernah mengkhawatirkanmu karena gerakmu yang lembut. Sebuah permainan transferring benda kering pernah bunda siapkan, antusiasmu sungguh luar biasa.

Ingin ku kabarkan pada fenomena alam yang mengguyur bumi Eindhoven saat itu, salju putih yang menyelimuti seantero kota. Bahwa ini semua adalah ciptaan Yang Maha, jadilah hamba yang beriman dan bertaqwa.

April 2017

Bermain dengan sang kakak, sesuatu yang menyenangkan bagimu. Meniru dan mengcopy apa yang dilakukan orang sekitar. Lego adalah mainan favoritmu.

Suatu hari kita pernah bersepeda di ladang tulip, Lisse. Enam jam mengelilingi ladang begitu melelahkan bagi bunda. Namun Engkau begitu sabar dan duduk tenang di bakfiets. Tanpa merengek dan rewel sedikitpun. Tak henti hingga disini, hari itu juga kita pun melanjutkan perjalanan ke taman sakura di Holland. Langkah-langkah yang tertatih namun tak alasan untuk berhenti.

Ketika momen koningsdag datang, aku mengajarkanmu tentang keberanian. Di taman sebelah rumah kita membuka lapak untuk berjualan mainan kardus dan barang bekas.

Seperti inilah hidup, letih dan lelah selalu menghampiri. Tetapi Bergeraklah dari satu kebaikan ke kebaikan yang lain, dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Menuai amal dan bekal untuk akhirat nanti.

Mei 2018

Suatu weekend kita pernah menaiki kereta api tua dari Hoorn ke Medemblik, kemudian sebuah kapal Friesland mengantarkan kita pada kota Enkhuizen.

Aneka ragam manusia bisa engkau saksikan, perbedaan warna kulit, postur tubuh dan warna rambut. Satu sama lain tak ada yang sama. Tahukah Engkau betapa luar biasanya Sang Pencipta. Jadilah manusia pada tunduk pada aturanNya.

Juni 2018

Bermain air dan di taman adalah kesenanganmu. Menyusun balok vertikal mulai menarik perhatian. Masih ingatkah ketika bunda membawa beban berat di stroller saat belanja tetapi rengekan dan rewelmu tidak terlihat.

Memboyong meja lego yang ukurannya besar pernah kita lakoni bersama. Tertatih naik turun bus bersama buggy kesayangan.

Juli 2018

Kabar gembira datang dari gedung lantai 4, saat matahari siang lebih panjang dan malam lebih pendek. Sebuah perjuangan yang mempertaruhkan semuanya hingga melangitkan pinta dan asa. Akhirnya ayahmu menyelesaikan gelar masternya, atas izin dan kemudahanNya lulus 2 bulan lebih cepat.

Belajarlah dari ayah yang tidak pernah menyerah, yang melalui tubuh-tubuh lelahnya mengukir sejarah. Hari-harinya yang sibuk tak pernah mengabaikan keluarga karena amanah. Belajarlah dari totalitasnya meraih ilmu, walau jalannya banyak liku.

Agustus 2018

Perjalanan tersibuk pernah kita lewati, subuh-subuh sekali berjalan kaki sejauh 3 km mengejar kereta api ke stasiun. Menuju kota Denhaag mengurus akte kelahiranmu.

Satu hari di Texel pun kita lewati bersama dan besoknya pagi-pagi kita menuju Roermond. Menemani bunda yang mondar mandir berbelanja jastip.

Hari-hari pun sibuk dengan beberes rumah menjelang kepulangan kita ke tanah air. Hati rasanya bercampur aduk, sedih akan meninggalkan rumah yang hampir 2 tahun menampung canda tawa kita dan ada kebahagiaan yang membuncah akan bertemu keluarga.

Genap 1,5 tahun usiamu, langkah demi langkah engkau gerakkan. Masya Allah melangkahlah pada majelis-majelis ilmu yang Allah sukai.

September 2018

Kita pernah berkunjung ke Belgia dan Luxembourg. Travelling yang tidak hanya menikmati pemandangan. Ingin bunda mengukir sebuah pembelajaran, menataplah lebih jauh bahwa hidup bukan hanya tentang kita. Banyak orang-orang yang hidup dibelahan dunia sana, maka terbanglah menebar manfaat. Jika kau ingin menengok tanah Eropa suatu ketika. Kuatkanlah imanmu hingga suatu hari kau tak terpedaya karena dunia.

Oktober 2018

Setelah 10 negara di Eropa kau singgahi. Akhirnya tiba saatnya kita pulang ke tanah air. Ingin ku ceritakan padamu, Jakarta suhunya melebihi summer di Belanda, panasnya adalah sepanjang tahun. Padatnya manusia di kota ini karena mereka mengadu nasib.

Tetapi ada banyak hal yang tidak akan kau temui dahulu di negeri kincir angin, yaitu suara azan yang menggema dari sudut-sudut musala. Majelis-majelis Alquran akan banyak kau temui.

Bersyukurlah dalam segala keadaan.

November 2018

Kebahagiaan menyelimuti sebuah desa yang jalannya mendaki di sebuah pegunungan. Nenek dan mbah sudah tidak sabar menanti. Kala itu ada pancaran kebahagiaan pada wajah-wajah mereka.

Ketika itu serangan nyamuk menggerogoti kulitmu. Ada reaksi kulit yang tidak biasa. Mata bengkak dan gatal luar biasa menyertai. Mandi air galon pernah kau alami karena belum cocok dengan air biasa.

Desember 2018

Kondisi kulit mulai membaik, cuaca panas Jakarta pun harus kita hadapi.

Berenang menemati mas les renang adalah rutinitas mingguan kita.

Kini hari-harimu menemani bunda yang sedang belajar menulis. Menemani bunda pada workshop literasi. Sebuah perjalanan hidup ingin aku abadikan hingga menjadi warisanmu kelak.

Januari 2019

Setiap pagi rutinitasmu ingin keluar rumah. Keliling rumah dengan stroller yang kau pintai. Motorik halusmu semakin terampil, sigap mengambil gelas kaca dan mengisi minum sendiri dengan penuh hati-hati.

Pertumbuhan gigi tampak penuh, berlari semakin kuat.

Februari 2019

Orang-orang sekitar mengkhawatirkanmu karena belum banyak mengeluarkan kosakata. Bunda pun sama. Rupanya ada yang terlupa kalau kamu lahir dalam kondisi prematur, perkembanganmu tentu tidak secepat anak-anak lain. Kita akan terus berlatih dan berlatih.

Minatmu terhadap buku sungguh luar biasa, embawa, membolak-balik lembar demi lembar. Kita pernah berkunjung ke museum iptek kamu layaknya anak yang sudah mengerti segala hal. Daya tarikmu terhadap lingkungan begitu tidak disangka.

Masya Allah, Alhamdulillah..Barakallahufiik solihat.

Semoga Faiha tumbuh menjadi muslimah yang tangguh, berakhlak mulia, mencintai ilmu, lembut hatinya.

Jakarta, februari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *