Cerita Yaqdzan & Faiha,  DIY Alat Peraga Montessori

Ikut Kelas Online Homeschooling; Metode Montessori & Tahfizh Quran

Akhir-akhir ini saya seperti orang kehausan. Haus ikutan kajian, ilmu parenting, maupun kelas menulis baik online maupun offline. Baik free maupun berbayar. Kelas online memang banyak diminati masyarakat sekarang. Bagaimana tidak, hanya bermodal internet seseorang bisa mengais ilmu di mana saja. Entah nyambi di rumah atau pun sedang berada di luar. Para ibu tidak harus repot datang ke lokasi, apalagi jarak tempuh kajian yang dituju lumayan jauh. Dari mana pun, kita bisa berbagi ilmu. Wadahnya online entah via whatsaap atau fitur lainnya.Kali ini saya ingin sharing sebuah kelas online yang saya ikuti yaitu program homeschooling tahfizh Quran dan stimulasi montessori. Program ini diadakan oleh Rumah Quran Cahaya, foundernya ustadzah Nurmayanti Zain. Program homeschooling tahfizh Quran dan stimulasi montessori ini untuk anak berusia 2-12 tahun. Terdiri dari kurikulum basic dan lanjutan.Setelah beberapa kali mengikuti kulwap montessori yang tidak berbayar tampaknya apa yang saya dapat belum puas. Menerapkan stimulasi montessori juga pernah saya lakukan. Saya tidak tahu apakah stimulasi yang saya lakukan sudah sesuai kaedah montessori atau tidak. Maka ketika ada program homeschooling ini saya tidak menunda ingin mengikutinya. Ketertarikan itu bertambah ketika program ini berkombinasi dengan program hafalan Alquran. Masya Allah..Fasilitas apa yang didapat?
Modul homeschooling anak (montessori dan hafalan Alquran), panduan lengkap kegiatan, jadwal kegiatan harian, evaluasi pekanan, kuliah umum di setiap pekan, bimbingan kegiatan selama kelas berjalan dan portofolio hasil belajar anak ketika berhasil menyelesaikan program.Berikut adalah salah satu contoh kurikulum montessori yang saya ikuti.Sebetulnya challenge yang diadain setiap harinya tidak begitu rumit. Kuncinya, sebaiknya siapkan peralatan yang dibutuhkan setiap pekannya. Sebut saja botol identik 4 pcs, mangkok identik 3 pcs, tali, sedotan, baki, dan alas kerja.

Ketika si kecil memulai kegiatan, dampingi, contohkan dan observasi. Jangan lakukan intervensi, ini yang harus diperhatikan. Gimana kalau anak menolak atau tidak sesuai dengan yang diharapkan? Tidak mengapa. Tetap untuk tidak melakukan intervensi dan ulangi kegiatan tersebut di hari berikutnya.Hafalan AlquranAnak-anak adalah masa emas untuk diperkenalkan Alquran. Tetapi ada adab yang harus diperhatikan. Adab sebelum ilmu. Ini yang saya ingat. Ketika ayat-ayat Alquran diperdengarkan, sampaikan adab mendengar Alquran pada si kecil. Agar duduk dan tidak bersuara. Bagi yang berusia di bawah 3 tahun, ayat Alquran bisa diperdengarkan ketika anak sedang diam misalnya disaat makan.Walaupun saya tidak penuh mengikuti challenge ini, setidaknya materi dan kurikulum yang didapat bisa diterapkan untuk menstimulasi anak-anak.Padang, Juni 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *