Uncategorized

Perjalanan proyek antologi “Smart Mom Stories”

Memulai awal tahun 2020 yang hampir satu bulan berakhir saya ingin sedikit mengevaluasi literasi saya pribadi.

Ada beberapa hal yang menjadi impian saya tahun lalu, diantaranya membaca buku, menulis naskah solo hingga terbit, proyek buku anak dan buku antologi lainnya.

Membaca buku saya hanya habis-habisan di awal tahun. Alhamdulillah ya. Kenapa? Karena saya memang butuh sekali dalam rangka menyelesaikan naskah buku. Naskah selesai, challenge untuk membaca pun hilang. Kesadaran dan kebutuhan saya untuk membaca masih minim.

Anw, proyek menulis buku ini memang perdana tahun 2019. Rasanya tertantang banget. Jangan sangka, saya akan mendapatkan materi dari menulis, tidak. Jauh dari itu saya hanya memikirkan karya dan kebermanfaatannya. Bagi teman-teman yang ingin jadi penulis, harus luruskan niat ya hehe..

Beberapa proyek antologi akhirnya terbit, itu bikin bahagia banget. Saya ikut nyempil dalam empat proyek buku antologi. Alhamdulillah tiga sudah terbit. Sedangkan 1 naskah lagi sedang antri di penerbit mayor dari komunitas Mommee, naskah yang masuk pun akan diseleksi oleh pihak penerbit. Sungguh bikin penasaran sekali.

Kali ini saya ingin bercerita perjalanan menjadi bagian dari buku “Smart Mom Stories” ini. Beberapa ada yang sedang mencari info bagaimana caranya ikut proyek antologi ini.

Saya ingin kasih beberapa tips berdasarkan pengalaman sebelumnya. Pertama tentukan dulu genre tulisan. Misalnya saya, senang bercerita dari real story, pengalaman hidup, cerita keseharian sebagai ibu. Maka untuk yang tertema puisi, cerpen atau cerita fiksi saya tidak punya kemampuan dan keinginan menyelaminya.

Dari jenis tulisan yang diminati, tentukan topik-topik yang gue banget. Kenapa? Biar dalam menyelesaikan naskah dengan totalitas.

Cara ikutnya gimana? Sebagian emang ada yang dibuat oleh komunitas, jadi pesertanya hanya lingkup member aja. Ada juga yang open public, siapa aja boleh ikut biasanya ada biaya registrasi.

Buku antologi 1 saya termasuk terbit dari komunitas, 30DWC yang saya ikuti (berbayar diawal). Proyek yang ke-2 open public tanpa berbayar dengan syarat membeli 3 buku yang dicetak pas terbit. Sedangkan Smart Mom Stories ini open public yang berbayar.

Dari 3 proyek tersebut, Smart Mom Stories adalah karya yang gue banget. Ini adalah bidang yang saya tekuni karena memang sharing keseharian seorang ibu. Coachnya mba Risa, saya berjodoh dengan mba Risa melalui tulisan mba Adenita di instagram, Masya Allah tabarakallah.

Masya Allah, melalui salah satu tangan penulis buku ini sampai ke teh Ghaida hehe

Proyek ini berbayar dan saya pikir memang worth it. Walaupun berbayar harapannya tulisan ini bisa tersebar luas lagi. Biaya pendaftaran sekitar 300 ribu an, lumayan sih. Namun penulis juga akan mendapatkan fee dari penjualan buku nanti dan free 3 buku fisik untuk penulis.

Udah bayar, ga mau dong sia-sia apalagi gagal karena malas dan alasan lainnya. Usaha saya hanya bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan naskah. Oh iya, jangan baper kl tulisannya nanti di feedback coach. Demi keapikan tulisan, tapi ga galak kok hehe..

Tidak ada formula yang sama persis yang harus diterapkan pada
setiap keluarga. Karena pada akhirnya yang bisa kita lakukan adalah melakukan refleksi dari setiap kisah sesama ibu untuk bisa menerapkan formula terbaik yang sesuai dengan keadaan keluarga kita. Tentunya, dengan tetap berpedoman kepada tuntunan agama.
Begitu banyak kisah yang menginspirasi. Namun terkadang para ibu dengan segala kerempongannya, tidak tahu dan tidak sempat menuangkannya menjadi tulisan. Paragraf ini saya kutip dari resensi Smart Mom Stories. Intinya, buku ini bercerita tentang kisah-kisah keseharian para ibu.

Pesan As gym agar hidup terus bermanfaat bagi yang lain

Judul-judul di buku ini diantaranya, happy single mom, perjuangan seorang ibu yang membesarkan anaknya. Jurnal kesabaran, memantaskan diri menjadi pendamping anak. Sedangkan saya sendiri berbagi pengalaman bagaimana membersamai si sulung dengan Alquran dari masa balitanya, berburu amal jariyah terdekat.

Oh iya buku ini juga launching ketika ada workshop oleh Coach Risa di Bintaro. Sayang sekali saya tidak bisa ikut. Namun kekompakan dan spirit para ibu dapat saya rasakan.

Barakallahufiik. Setiap kita punya cerita, semoga dengan menuliskannya, menjadi bagian manfaat dan inspirasi bagi yang lain. Setiap kita punya kisah, semoga dengan mengambil hikmah jadi jalan hidayah bagi yang lain.

Acara launching buku Smart Mom Stories

Jakarta, Januari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *