Our Story

Ramadhan Bulan Pendidikan Keluarga by Kiki Barkiyah

Ramadhan ini jelas berbeda, masjid tak lagi ramai, suara anak-anak yang berlarian tak terdengar, anekaragam takjil di masjid tak lagi ada. Ataupun momen ketika sulung magrib ke masjid, tapi ga pulang-pulang ternyata saya dapati lagi menyantap lontong takjil yang disediakan masjid. Ramadhan selalu jadi momen indah bagi anak-anak, tapi kini jelas berbeda.

Meskipun 2x ramadhan kami pernah tinggal di negara minoritas muslim, namun berbuka puasa bareng dan belajar Alquran masih kami rasakan. Namun, ramadhan kali ini mengharuskan kita semua untuk tetap di rumah. Hikmahnya, bisa merasakan berkumpul full tim keluarga. Dalam keadaan senang, bosan maupun sensitif semua bisa merasakannya.

Kalau teh kiki bilang, bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan keluarga. Ada beberapa hal yang bisa jadi agenda keluarga diantaranya, zikir time, halaqah time, produktivitas time, sport time, family meeting dan basic need. Intinya bagaimana kita menjadikan bulan Ramadhan tanpa sia-sia berjalan begitu saja. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan peningkatan iman dan akhlak. Saya akan coba uraikan dari kajian yang diadakan Rumah Keluarga Indonesia via zoom bareng teh Kibar pekan lalu.

  1. Zikir time
    Ajak anak2 untuk semakin banyak ingat sama Allah. Misalnya zikir, tilawah, menambah hafalan, taddabur.
  2. Family meeting time

Ajak anak untuk ngobrol bermakna entah melalui buku atau pembelajaran dari youtube. Dorong anak untuk menggali hikmah setiap kejadian.

❤️ Halaqah time

Meningkatkan intelektual anak agar semakin mengenal kebesaran Allah, agar terus menghamba. Setiap hari harus ada forum yang menambah ilmu anak2. Misalnya sirah, sains, teknologi dll.

Mengkolerasikan kejadian pada kehidupan rasulullah sehingga anak2 Tau apa yang hrs dilakukan, berkaca dari manusia terbaik. Hadirkan sosok rasulullah pada anak.

Semuanya harus ada teladan dari ortu. Hasilnya nanti akan terlihat ketika usia 10 tahun. Maka pra usia 0-10 tahun adalah masa berlatih berlatih.

Jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan latihan:

➡️Misi menegakkan tiang agama

Usia 7 tahun membangun ilmu positif terhadap ibadah.

➡️Istiqamah dalam beribadah

Usia 7-10 tahun lagi masa pelatihan yang lebih disiplin. Bagaimana jika anak tidak semangat beribadah? Mungkin usia 0-7 tahun ada yang terlewat dalam keteladanan. Maka bulan Ramadhan adalah momentum meningkatkan kualitas ibadah.

➡️Misi memperbaiki akhlak
Fokus kepada sifat, tidak usah banyak-banyak tapi setelah ramadhan nanti ada perubahan.

Kondisi pandemi jadi momentum emas untuk menyuntikkan imun, hadirkan buku2 berkisah. Semua berproses tidak instan. Iringilah keburukanmu dengan kebaikan.

❤️ Sosial time

Anak2 harus berkontribusi kalau hidup mereka juga buat orang lain.
Usia 0-7 tahun, latihlah kemandiriannya. Misalnya saja di rumah bisa masak bersama.

Diatas 7 tahun coba berkontribusi diluar. Diatas 14 tahun berikan challenge kontribusi lebih.

❤️ Produktif time

Kenapa penting? Karena kita tidak boleh meninggalkan keluarga yang lemah. Perbaiki aspek kemandirian anak2 dan proyek2 buat melatih life skill mereka. Berguna untuk melatih kreativitas, menyelesaikan masalah. Di bulan Ramadhan coba alokasikan waktu belajar mengenal bakat sesuai minat mereka. Mungkin hasilnya tidak terlihat sekarang, tetapi pembiasaan Dan skill yang terus diasah akan berguna kelak ketika dewasa.

Anak yang biasa produktif dan sosialnya bagus maka anak akan terdorong dan terarah. Ayo manfaatkan moment ramadhan ini agar lebih produktif.

❤️ Sport time

Alokasikan waktu buat olahraga sesuai budget.

Kenakalan anak-anak hanya seperti gunung es yang tampak tetapi sesungguhnya karena kekeringan kita dan kurangnya interaksi dengan anak. Maka dalam momentum ramadhan yuk kita jadikan sebagai bulan pendidikan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *