Cerita Yaqdzan & Faiha,  Our Story

Sekolah Robotic ala Rumahan

Banyak hikmah yang diperoleh selama pandemi, khususnya peran kami sebagai orangtua. Mengutip quote dari ustadz Bendri “kondisi pandemi adalah momentum orangtua membayar hutang-hutang pengasuhan”.

Sepertinya saya banyak menemukan hal-hal baru selama pandemi. Entah menemukan karakter baru anak-anak yang selama ini emang saya kurang peka, jadi moment saling memahami, membangun bonding antar keluarga hingga menemukan interest anak-anak.

Salah satunya adalah robotik. Saya sempat kepoin sebuah sekolah robotik di Indonesia. Setelah menggali beberapa info tentang sekolah robotika tersebut, akhirnya saya menyimpulkan untuk tidak mengikutkan Yaqdzan les robotik jika anaknya ada interest kesana. Karena lagi lagi saya mengkalkulasi budget yang tidak sedikit. Saya tau betul, alat-alat yang digunakan oleh sekolah robotik memang tidak murah. Sebut saja, lego education dan lego Mindstorms. Jadi sekolah robotika cukup menguras kantong bagi kami.

Yaqdzan memang punya ketertarikan dengan robotik. Entah apa yang membuatnya tertarik, saya pikir ini bermula dari lego yang disukainya. Di Belanda saya sering mengantarkan Yaqdzan mengikuti workshop lego diantaranya kami sempat mengeksplor lego robotik.

Sekarang skillnya masih tahap lego teknik,  belajar dengan ayahnya. Karena lego teknik memang rumit dan menantang. Di rumah, kami juga sering membuka-buka channel tentang robotik. Saya tidak tahu apakah hanya ketertarikan sesaat saja atau ada interest lebih. Tugas saya untuk melakukan observasi lebih lanjut.

Bermula dari sekedar kepo sama sekolah robotik, akhirnya kami mendapatkan tawaran untuk merental alat dari sekolah mechatron Depok. Seperti dayung bersambut, tawaran tersebut sungguh menarik . Alat yang ditawarkan juga sesuai dengan harapan kami yaitu lego mindstorms.

Tiga tahun lalu saat di Belanda kami merencanakan menyisihkan budget untuk membeli lego mindstorms ternyata belum berjodoh karena harganya lumayan tinggi meskipun kalau dibandingkan dengan harga di Indonesia hanya setengah harga.

Oh iya sekolah mechatron menawarkan beberapa jenis alat diantaranya TMS (tech mechine set), NXT/ev3 mainstorm program. Semuanya adalah keluaran dari brand lego.

Kenapa memilih robot dari brand lego?

Desainnya lego lebih “sederhana” dan komplit dibandingkan yang lain. Prosesnya dari merakit, menghubungkan dengan mesin, mengoperasikan dengan bahasa coding yang lebih mudah dipahami. Tinggal pakai aja, buat beginner cukup memudahkan.

Memilih alat

Alat yang ditawarkan oleh sekolah robotik adalah NXT, EV3, TMS (tech mechine set).
Akhirnya kami memilih NXT karena lebih sederhana dibandingkan EV3. EV3 adalah bentuk inovasi lanjutan dari NXT. Fiturnya lebih lengkap dan rumit.

Kok ga TMS dulu? Karena rentalnya dalam waktu singkat dan buat perkenalan awal jadi NXT yang lebih enak dicoba. Jaman di Londo kami udah pernah pakai TMS (workshop lego yang diikuti Yaqdzan).

TMS emang lebih sederhana untuk pemula, serinya bermacam-macam.
Biasanya kalau sekolah robotik dimulai dari TMS, kemudian menyusul NXT/EV3. Jadi belajar robotic ala kami ga ikut step by step dari sekolah robotik.

Merakit lego NXT mudah ga?

Lego NXT basicnya adalah lego teknik. Rumit atau gampang tergantung kesabaran dan ketangguhan perakit. Sebetulnya simple karena mengikuti buku tutorial saja.

Tetapi buat yang belum terbiasa merakit lego butuh daya tahan dan kesabaran yang lebih sepertinya. Yang pertama kali pegang NXT tapi udah terbiasa merakit lego terutama lego teknik lebih tabah dan tangguh 

Yang pasti kami encok, karena seharian merakit. Ada yang bagian pasang, bagian nyariin part, dokumentasi, liat tutorial dan mengawal anak balita tentunya.

Jika ditanya, belajar robotik dimulai dari mana? Duplo dulu atau lego classic?

Sebetulnya lego dan robotik tidak berkaitan erat. Karena alat robotik tidak hanya lego. Tapi kalau memakai alat robotik dari lego, keterampilan merakit lego memang dibutuhkan. Dan keduanya punya skill yang sama yaitu belajar problem solving.

Justru coding adalah kunci utama belajar robotik. Contohnya seperti ini, Yaqdzan bermain coding lego maze. Go forward, go forward, turn left, go forward. (Artinya, lego maju 2 langkah, belok kiri dan maju satu langkah). Mesin lego NXT ini cara kerjanya persis seperti ini. Jadi mengenalkan coding secara real (bukan via web) menurut saya memberi pemahaman yang sederhana bagi anak.

Oh iya ada alat robotik lainnya namanya Arduino (bukan brand lego). Apa itu arduino? Teman2 bisa googling sendiri. Atau bisa simak di youtube @jagorbotika. Arduino harganya terjangkau tapi buat beginner Arduino memang kompleks, start dari nol membuat bahasa coding dan programming sendiri. Tapi Arduino ada juga yang dirakit versi robot sederhana yang dijual di pasaran.

Selain itu ada alat robotik sederhana yang tanpa pemprograman seperti robotis Play 300 Dinos, Fischertechnik Basic Solar. Silakan cari sesuai kebutuhan anak-anak ya.

Buat apa belajar robotik? Ikut2an trend atau bikin jebol?

Ada yang membayangkan ga, kalau 10-20 tahun lagi mungkin tenaga manusia tergantikan oleh robot. Pelayan restoran menggunakan robot, tenaga pengajar bisa melalui robot. Bahkan konon katanya tenaga kesehatan akan tergantikan oleh robot loh.

Tetapi belajar robotik bukan ilmu wajib. Semuanya kembalikan pada interest anak, silakan perkenalkan tapi kalau anak tidak berminat jangan paksakan ya. Masih banyak bidang keilmuan yang lain.

Bagi anak-anak yang punya interest terhadap robotik tetapi kesulitan untuk ikut les robotik (seperti kami), jangan berkecil hati. Les robotik memang tidak murah, karena alatnya memang mahal. Solusinya, ortu harus mau belajar, mencari alat yang sepadan yang cara kerjanya hampir sama, atau sesekali merental alat seperti saya.

Hingga hari ini kamipun terus mencari alat yang tepat bagi Yaqdzan. Alat robotik dari brand lego emang paling top, all in one terpakai dalam rentang waktu cukup lama.

Oh iya biaya rental lego mindstorms lumayan terjangkau yaitu NXT 25ribu/hari, EV3 40ribu/hari. Untuk yang sekedar tau dengan alat ini cukup rekomended merental dalam jangka waktu pendek. Tetapi untuk belajar lebih detail dengan peminjaman lebih lama silakan dikalkulasikan lagi. Apakah lebih baik membeli alatnya saja.

Oh iya pihak mechatron juga bisa melakukan pembimbingan dengan alat yang dipinjam, tentunya ada tambahan biaya.

Sekian dulu sharing sekolah robotic ala kami, barakallahufiik ♥️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *