• Cerita Yaqdzan & Faiha

    Milad Mubarak Faiha ke-2

    Kala itu ada sepasang makluk dan titipannya terbang jauh dari kampung halamannya. Kala itu ada kondisi dan keadaan yang tidak linear adanya. Kala itu ada kebahagiaan dan kecemasan datang saat menapaki jalanan Boschdijk. Kala itu ada kontraksi datang yang belum diinginkan, “aku lahiran minggu depan saja,” begitu ucapnya lantang. Kala itu kontrol kehamilan berjalan di lantai 11 seperti biasanya. Tiga orang yang berkutat dengan dirinya masing-masing. Kala itu hujan salju terus menyelimuti antero kota, langkah kakipun harus segera meninggalkan jejaknya. Kala itu aku menahan kontraksi yang luar biasa ditemani kursi roda menuju verloskamers (VK) Catharina Ziekenhuis. Kala itu ada yang sedang menghadapi badai exam yang harus ia perjuangkan. Lembaran paper…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Kesehatan

    Mengurus Akte Lahir Faiha sampai di Indonesia

    Seperti janji saya di blog sebelumnya, insya Allah saya akan sharing bagaimana kelanjutan mengurus Akte Lahir Faiha di Indonesia. Tepatnya di Jakarta. Tiga hari sampai di Jakarta kami langsung mencari informasi dan menyiapkan dokumen untuk kelanjutan akte lahir Faiha. Goalnya agar Faiha terdaftar di kartu keluarga (KK). Akte lahir? Dikeluarkan oleh kota kelahiran Eindhoven, surat keterangan lahir KBRI sudah ada diurus waktu di Belanda. Baca juga Anak Lahir di Belanda, Bagaimana Mengurus Akte Lahirnya? Bagaimana step-stepnya? 1. Pelaporan Pencatatan Kelahiran di Luar Negeri Bagi anak-anak yang Lahir di luar negeri, pemerintah Indonesia tidak lagi mengeluarkan akte lahir. Namun, surat pelaporan kelahiran luar negeri untuk melengkapi akte lahir. Sehingga anak lahiran…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha

    Back For good, Belum Sekolah Kegiatan Yaqdzan Ngapain aja?

    Pulang ke Indonesia tahun ajaran sekolah sudah lewat, kamipun belum sempat hunting sekolah, mau daftar sekolah juga sudah lewat. Sulung kami usia 6 tahun, di Belanda selama 2 tahun sekolah setingkat basisschool grup 2 (setara TK B). Pulang ketanah air jadi gimana? Siapa yang punya pengalaman serupa? Memang kami sudah berencana Yaqdzan masuk SD nya saat menginjak usia 7 tahun. Usia 6 tahun masih setara TK. Tapi rupanya Yaqdzan belum bisa mengenyam pendidikan TK ini di tanah air. Pernah sih ikut nimbrung ketika kami pulang kampung ke rumah neneknya, sekitar 1 bulan. Durasi sekolahnya 3 jam an, awal sekolah saya melihat raut wajahnya lelah, bosan. Bukan karena adaptasi bahasa dengan…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha

    Adaptasi Back For Good, Seputar Masalah Kulit Faiha

    Dua bulan kembali ke tanah air, satu persatu adaptasi anak-anak mulai membaik. Saya dan anak-anak pernah diare, demam, Faiha sempat muntah yang ga berhenti sampai bikin mengkhawatirkan sekali, dan kisah yang paling panjang adalah masalah kulit Faiha. Saya mau sharing apa yang kami alami selama ini, saya sempat bersedih hati, ga sabaran, hingga hampir putus asa (segitunya 🤣). Setidaknya tulisan ini jadi pengobat hati bagi teman-teman yang ngalamin hal serupa. 10 hari mandi air galon Kalau mandi keterusan pakai air galon bunda bisa tekor hihi..tragedi mandi air galon ternyata bukan obrolan belaka. Akhirnya kami ngalamin juga, betul yang dialami teman-teman Eindhoven kalau pulang ke tanah air anak-anaknya mandi air galon.…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha

    Ruang Public Terbuka Ramah Anak Jakarta, Bahagiakan Anak-Anak

    Mungkin 4-5 tahun silam saya tidak begitu menghiraukan ruangan bermain terbuka bagi anak. Tidak begitu peduli arena bermain anak tersedia atau tidak. Sebut saja taman bermain anak, saya jarang melihat. Di kota kami tinggal juga langka sekali, kalaupun ada kumuh, ga terawat. Kami sesekali mengantarkan yaqdzan ke mall untuk bermain. Sesekali saja, jangan sampai anak ketagihan karena tiket masuknya kalau keseringan lumayan juga. Mensiasatinya saya membuat permainan ala rumahan saja untuk motorik kasarnya. Lagian tidak begitu penting. Begitu pikir saja. Hingga 2 tahun lalu kami hijrah ke negeri kincir angin, terdapat taman bermain persis disebelah rumah kontrakan yang selalu jadi singgahan. Lama-lama saya dan Yaqdzan jatuh cinta. Berjalan 1 km…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Hidup di Belanda,  Sekolah Anak

    Faiha ikut sekolah speelinloop di Belanda

    Saya termasuk orang yang penasaran sama sesuatu yang baru, salah satunya adalah ketika Belanda dinobatkan oleh Unicef sebagai Dutch children the happiest in the world. Bagaimana anak-anak Belanda dididik dan dibesarkan. Apa sih point plusnya, walau mendapat penghargaan dari Unicef tentu ada minusnya juga. Lalu bertanya-tanya apa yang bisa kami ambil teladannya dari budaya mereka, cocok ga sih dengan visi misi keluarga kami. Dan sekitar 1 bulan lalu saat kunjungan posyandu kami mengutarakan bahwa ingin “menyekolahkan” Faiha (15 bulan). Loh masih bayi kok disekolahin? Hehe..tenang :). Jadi di Belanda ada beberapa tingkatan sekolah. 1. Speelinloop diperuntukkan bagi anak 1,5 tahun – 2,3 tahun. Ada juga institusi yang memperbolehkan jika anak…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Hidup di Belanda,  Sekolah Anak

    Cara Yaqdzan Belajar Bahasa Belanda di Negeri Tulip

    Kami membawa Yaqdzan ke Belanda tidak menyiapkan apapun. Yang saya tahu anak 4 tahun di Belanda sudah wajib sekolah. Kami hanya mengkomunikasikan kalau nanti Yaqdzan akan sekolah. Sekolah apa? Pilihannya international school atau public school. Tentu bahasa yang digunakan berbahasa Inggris atau bahasa Belanda. Setelah mempertimbangkan beberapa hal salah satunya biaya, kami akhirnya memilih public school. International school dengan biaya 5000-7000 euro/ tahun tidak memungkinkan dengan keluarga mahasiswa seperti kami. Public school yang free menjadi pilihan dan rencana Allah pasti lebih baik, tak disangka digantikan dengan Islamic school yang rasanya sampai hari ini saya hampir tidak percaya. Tarieq Ibnoe Ziyad, Islamic basisschool yang dikelola pemerintah jaraknya cukup dekat dengan rumah…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Hidup di Belanda

    Perayaan Koningsdag (King’s Day) di Negeri Van Orange

    Koningsdag warga Belanda menyebutnya, merupakan perayaan ulang tahun Raja Willem-Alexander yang diperingati setiap tanggal 27 April. Dimana sejak tahun 2014 Belanda dipimpin oleh Raja Willem Alexander dan sebelumnya dipimpin oleh Ratu Beatrix ibunya Raja Willem. Ketika masa Ratu Beatrix warga Belanda merayakan Koninginnedag (Queen’s Day). Oranje madness dan fleamarket (vrijmarkt) adalah hal yang sangat khas ditemukan saat Queen’s Day atau King’s Day setiap tahunnya. Vrijmarkt (free market) dimana setiap warga terbuka untuk membuka lapak menjual barang yang tidak terpakai di rumah. Pada umumnya dijual dengan harga murah karena tujuannya untuk mengosongkan barang-barang yang tidak terpakai. Barang yang dijual apa saja mulai dari pakaian, alat masak, mainan, makanan, perlengkapan bayi dll.…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Spiritual Journey

    Milad Mubarak, The 1st Year of Faiha

    Ketika itu musim dingin pertama kami, hujan es berjatuhan menutupi jalanan, jatuhan salju meninggalkan jejak. Yaqdzan sering sakit dan ayahnya lagi exam week. Sungguh hari yang berat rasanya. Dan prediksi waktu melahirkan itu tak lama lagi. Malam itu kontraksipun datang tapi saya mengabaikan begitu saja. “Ah belum, kan lahirannya mau minggu depan aja setelah exam week selesai”. Sayapun tidak mengabarkan dan tidak membangunkan suami yang baru saja tidur. Meski kontraksi yang dirasa saya harus berdiam sejenak. Pagi itu kami berkunjung ke rumah sakit, memenuhi jadwal kontrol mingguan kehamilan saya. Ditemani kontraksi yang semakin kuat namun masih selang 30 menit. Namun jika kontraksi itu datang saya harus berhenti sejenak dan kerumunan…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Kesehatan

    Mengenal MPASI “Khas” Negeri Kincir Angin

    Kunjungan kami ke consultasi biro (posyandu), kembali bertemu dengan specialist nurse yang dulu pernah homevisit saat awal kelahiran Faiha. Dan beliau masih mengingatnya kalau ketika itu kami banyak bertanya bagaimana peraturan dan budaya kesehatan di Belanda. “Aku masih menyimpan alamat blogmu” sahutnya. Apalah isi blog ini, cuma curhatan ibu2 hihi Ketika berdiskusi soal MPASI, “budaya makan kalian dari Asia sangat berbeda dengan kami” tuturnya. Inilah penuturan awal ketika menanyakan soal Mpasi. Namun, saya ga berhenti hingga disini masih aja penasaran. Kalau soal menu bolehlah berbeda, tetapi apa sih arti makan bagi mereka, kalau udah makan selembar roti itu udah makan belum sih. Kok rasanya agak “ga terima” kenapa dulu Yaqdzan…