• Our Story

    Cacar Air Berjamaah Menjelang Travelling yang Mendebarkan

    Liburan musim panas telah tiba, anak- anak libur sekolah. Tempat wisata ramai dikunjungi orang-orang. Apalagi kalau bukan pantai, tempat yang paling padat bagi bule Eropa. Ini musim panas pertama kami di Eindhoven. Aku dan suamipun merencanakan liburan berkunjung ke negara tetangga. “mau ikutan trip PPI Enschede ga bunda? 6 hari 4 negara via darat, simple tinggal ikut” suamiku menyodorkan ponsel genggamnya. Travelling bersama asik juga, tentu aku tidak repot lagi mengurus transportasi dan membuat itinerary. Budget yang ditawarkan PPI pun langsung kami lunasi. Aku membaca ulang itinerary yang sudah ditangan. Ku ambil note kecilku. Aku membuat list barang bawaan dan mencatat persediaan makan si kecil diawal Mpasinya nanti. Aku bingung,…

  • Our Story

    Aku, Si Kecil, dan Consultatiebureau

    Ku buka ponsel genggamku, sebuah pesan singkat mengingatkan kalau hari ini kami ada janji dengan consultatiebureau, sebuah posyandu yang berjarak 500 meter dari rumah. Hampir setiap bulan kami membawa Faiha ke posyandu. Entah memenuhi jadwal vaksin atau sekedar mengecek tumbuh kembangnya. Setiap pertemuan kami bertemu dengan tenaga medis yang berbeda. Selang seling, mereka dokter atau nurse. Memang berada di negeri ini kami tidak bisa memilih dokter. Hanya posyandu yang berlokasi di Wenckenbachstraat ini yang bisa kami kunjungi. Sebuah gedung tinggi menjulang menyambut kami pagi itu. Awan tak nampak menemani langit biru. Kicauan burung tak henti saling bersautan. Sebuah basisschool, tempat kursus bahasa, dan posyandu menyatu di gedung ini. Aku menekan…

  • Our Story

    Kisah Hari Pertama Sekolah di Tarieq Ibnoe Ziyad

    Mentari tak tampak menyinari pagi, angin berhembus mengebaskan wajahku. Dua lembar roti, 1 buah apel dan sepatu olahraga putih aku persiapkan untuk sulungku. Ini hari pertama sulungku sekolah. Pukul 8 pagi kami berdiri di depan pagar sekolah. Sulungku berkelumun selimut di buggy coklatnya. Tak ku dapati seorangpun di depan pagar. Dingin menggigit tulang. Rupanya, penjaga sekolah tak bergeming pada kami yang mengharap pagar dibuka lebih awal. Bel berdering kencang, seketika pagar sekolah dipadati kerumunan orang- orang. Aku terkaget, mobil-mobil yang berjajar di pinggir jalan ternyata berpenghuni. Halaman sekolah terbentang luas. Tampak sebuah panjatan kuning besar dan perosotan membeku tak disinggahi anak-anak. Parkir sepeda mulai ramai, anak-anak mengiringi sepedanya yang baru…

  • Our Story

    Gerimis Pagi di Tarieq Ibnoe Ziyad

    Gerimis pagi menyambut langkahku pagi itu, hembusan angin menerpa wajah. Penghujung musim gugur cuaca tidak menentu. Mr. Matthijs mengabarkan kalau kami ada janji dengannya pukul 9 pagi. Google maps menemani kami meraba-raba jalanan di sepanjang jalan Barrierweg. Sepuluh menit lagi kami harus sudah bertemu Mr. Matthijs. Gedung tinggi berbata merah tak kunjung tampak. “Kriiing” panggilan Mr. Matthijs berdering kalau dia sudah menunggu lama. Kami mempercepat langkah menerobos percikan air yang turun. Delapan menit sudah, kami membuat Mr. Matthijs menanti. Gedung berbata tua nan sayup sepi ku temui. Seorang penjaga sekolah mengantar kami bertemu Mr. Matthijs. “Hai” sambut direktur sekolah itu agak kecewa. Aku pikir kami terlambat 10 menit saja tidak…

  • Our Story

    Taman Bermain Hadir Mengusir Kesepian

    Mentari menemani langit nan biru, daun mulai berguguran menemani keheningan. Sesekali aku melihat ayuhan sepeda yang melintas di depan rumah kami. Ah, kota ini betul-betul sepi. Hari ini tepat 2 minggu aku menginjakkan kaki di negeri tulip ini. Aku mengambil sebuah kotak susu kosong, tutup botol, dan karet. Sulungku membuat sebuah bus sekolah dengan antusias. Stik es krim bekas dan kertas, entah apa yang kami kerjakan. Aku mengambil sesendok nasi untuk perekat. Kami kebingungan tidak punya aktivitas harian. Yang ada hanya sepi menemani. “Mba ada toko aneka craft loh disini, namanya action. Kamu pasti suka, lengkap mau bikin prakarya apa aja” seorang teman mengabarkan. Setidaknya benda-benda unik ini akan mengisi…

  • Our Story

    Mainan Kardus Meriahkan Hari Lahir Raja Willem Alexander

    Ku tatap sampah kardus yang berjejeran di sepanjang jalan. Lembaran kertas yang bertumpuk. Selasa kembali hadir, menjadi hari berkemas bagiku. Hari ini lingkungan rumah kami ditetapkan sebagai hari buang sampah kertas. Aku bergegas mengecek satu persatu barang yang tersimpan di gudang. Tumpukan kertas segera aku keluarkan. “Bunda kardus yang ini diambil ya” sulungku menunjuk tumpukan sampah kardus tetangga. Dua kardus yang berlabel toko pakaian itu menjadi pilihannya. “Laptop dan kamera cukup ga dari kardus ini?” Yaqdzan tampak antusias. Pemandangan sampah kardus selalu mengundang daya tarik sulungku. Puzzle, laptop, dan kamera selalu dalam bayangannya. Kami mengolah kardus menjadi sebuah mainan. Bagiku ini sangat menarik, menambah kreatifitas sekaligus memperpanjang usia barang bekas…

  • Our Story

    Bibliothek, Tularkan Semangat Literasi Sejak Dini

    Hawa musim panas di Eindhoven membuat cairan tubuhku cepat terkuras. Kedua tanganku kusam & gosong. Trotoar demi trotoar aku lewati sambil mendorong buggy di bawah siraman matahari menikam ubun-ubun. Sungguh pemandangan yang berbeda, aku melihat warga lokal berpakaian minim mengharapkan panas matahari. Cafe-cafe yang biasanya tertutup rapat, kini payung tendanya ramai kudapati. Ah, kota yang mati di musim dingin seakan menjelma menjadi kota yang hiruk pikuk. “Bunda kita ke Bibliothek kan?” Tanya sulungku sesekali berlarian di halaman sekolah. “Oke, kita sekalian balikin buku ya” ujarku. Sore itu kami menuju Bibliothek, perpustakaan daerah di pusat kota Eindhoven. Gedung tinggi berjajar di sepanjang halte Witte Dame. Aku mencari-cari perpustakaan yang tidak tampak…

  • Our Story

    13 Januari, Senja yang Mencekam

    Buienradar, aplikasi perkiraan cuaca populer kami mengabarkan bahwa sore itu suhu 2 derajat celsius. Angin menembus celah-celah pintu rumah kami. Kotak pemanas putih yang berjajar di dinding tak seutuhnya memberi kehangatan. “Ke Jumbo yuk, nyari buat cemilan malam enaknya apa ya?” Suami mengajak berkunjung ke supermarket berlogo kuning andalan kami. “Ayah benaran mau keluar? Tugasnya masih banyak ga?” Ujarku. Boschdijk street yang biasa kami tapaki kini terhenti di Halte Minckelersplein. ” Kita naik bus aja gimana? Kakiku sakit” aku berjalan tertatih. Rasanya aku tak mampu berjalan kaki. Angin berhembus tak tentu arah, dingin menggigit tulang, dan bebanku semakin berat menunggu kelahiran si mungil yang tak lama lagi. Hidup tanpa belaian…

  • Our Story

    Sepenggal Cerita Pembelajar Al Quran di Belgieplein

    Pagi itu rasanya aku malas sekali. Kelas dimulai jam 10 pagi. “Tabarakallazibiyadihilmulk…”, tak berkesudahan aku terus mengulang ayat ini, selalu tersendat di ayat ke 7. Mungkin ini yang membuatku malas. Aku ayunkan langkah beratku menuju halte Minckelersplein sekitar 6 menit dari rumah. Bus 8 bravo merah, menyambutku dengan tepat waktu. “Goedemorgen” sapa pria berjas hitam menyapa hangat penumpang. Pintu bagian tengah bus terbuka lebar, aku segera mendorong buggyku masuk. Aku merogoh Ov-chipkaart dari dompet pinkku. Mesin Ov- chipkaart berdering sekali tanda check in. Kusinggahi stasiun pagi itu. Line bus 2 yang akan aku tumpangi berikutnya cukup ramai. Aku terselip ditengah postur tubuh tinggi anak muda berambut pirang. Fontys University, di…

  • Our Story

    Eindhoven, Musim Dingin yang tak selalu Bersalju

    Secangkir kopi menemani malam- malamku kini. Aku bukan pecinta kopi, tapi entah kenapa sepanjang musim dingin di Eindhoven kopi menjadi favoritku. Seolah memberi energi dan kehangatan tersendiri. Sulungku sedang menikmati secangkir susu coklat hangat kesukaannya. “Bunda kapan salju datang? Aku mau main salju” celetuknya. Aku membayangkan jika musim dingin datang sepaket dengan turunnya salju, bagai di film-film yang aku saksikan di tv kuno masa kecilku. Rupanya harapan itu hanya angan. “Jangan terlalu berharap, memang di Belanda jarang turun salju. Udah pada tidur, besok kan Yaqdzan sekolah” sela suamiku yang sibuk didepan laptopnya. Baca juga Liburan Musim Dingin, Mau Kemana? Perkiraan cuaca di ponsel genggamku tak absen aku singgahi. Setiap hari…