• Spiritual Journey

    Selamat Hari Blogger Nasional 2018

    Saya baru tau loh, kalau ada Hari Blogger Nasional. Dari mana? Dari teman-teman blogger 1 minggu 1 cerita. Kalau bukan dari komunitas blogging tentu saya tidak tau. Sejarahnya Hari blogger Nasional ini ditetapkan oleh Menkominfo Muhammad Nuh pada tahun 2007. Dan saya baru mulai ngeblog akhir tahun 2015. Sebelumnya ga pernah menulis, pun menulis diari apalagi blog. Berniat ngeblog hanya sekedar memotret kegiatan bermain si kecil. Goresan sederhana yang semoga akan jadi kenangan kelak. Hampir setiap hari saya ngeblog, ya topiknya sama seputar DIY bermain anak. Ini awal mulanya. Lama-lama kok bosan, berasa ga ada tantangan, mulai googling nyari referensi gitu. Akhir 2016 kami hijrah ke Belanda, ide ngeblog mulai…

  • Eindhoven,  Spiritual Journey

    Reverse Culture Shock, dari Rantau kembali ke Tanah Air

    Nikmatnya kuliner di tanah air sudah terbayang. Haru & bahagia akan bertemu keluarga tak terkira. Faiha akan bertemu nenek & kakeknya yang sudah lama dinantikan. Namun, semuanya tidak seindah bayangan. Detik-detik sebelum kembali ke tanah air memang rasanya sibuk luar biasa, “mati rasa”. Iya mati rasa, saya rasanya tidak bisa berfikir apa-apa ataupun baper menikmati hari-hari terakhir, hanya fokus pada urusan yang tiada akhir. Baca juga Persiapan ke Belanda (Visa MVV, Legalisir Dokumen dll) Bersiap take off hati saya bergumam, oh iya kami akan pulang ke tanah air. Baru saja sampai di Jakarta dan menuju rumah saya merasakan ketidaknyamanan panasnya ibukota. Seketika diajak makan diluar, hati kecil saya kembali menolak,…

  • Eindhoven,  Spiritual Journey

    Back For Good Senang atau Sedih?

    Rasanya baru kemaren datang ke Eindhoven, kok waktu cepat berlalu. Rentang 2 tahun sudah kami lewati disini. Dulu saya datang kondisi hamil, sekarang Faiha sudah 1,5 tahun. Betul, 2 tahun sudah terlewati. Buat yang pernah merantau pasti merasakan hal ini. Perasaannya nano-nano banget, terutama 2,5 bulan terakhir. Menghabiskan waktu yang tersisa buat kunjungan museum, ngenalin anak-anak banyak hal, mengirim barang ke tanah air, beberes rumah hingga bersiap pulang. Berasa mimpi. Sudah siap back for good? Yang sering dilontarkan teman-teman. Jujur saja kami akan banyak “kehilangan” nantinya. Apa-apa yang tidak kami dapatkan dulu di tanah air, dan menjadi suatu kesyukuran disini. Siapa yang tidak bahagia kalau di negeri kincir angin ini…

  • Eindhoven,  Spiritual Journey

    Menjadi Pendamping Suami yang Sekolah, Ngapain Aja?

    Saat saya menuliskan blog ini, di draft tertulis kalau ini draft ke-78 semenjak saya di Belanda. Dalam artian ada 77 tulisan yang saya post hampir 2 tahun terakhir. Berbagai bahasan dan tema saya tuangkan, niatnya ingin mengisi waktu untuk menulis disamping mengurus anak-anak dan menemani suami sekolah walaupun bahasannya random. Dan hari ini sambil duduk santai menemani anak-anak di perpustakaan saya terinspirasi membahas topik ini. “Kalau tinggal di luar negeri bisa ngapain aja? Di rumah aja? Biar produktif ngapain aja?”. Jujur awal mula sampai di Belanda saya agak deg-degan an, kenapa? Karena masih bingung mau ngapain. Yang saya takutkan waktu berlalu saja dan saya tidak mendapatkan apa-apa yang bermanfaat. Alhamdulillah…

  • Eindhoven,  Spiritual Journey

    Ramadhan di Belanda: Rindu Suara Azan

    Kalau ramadhan tiba, rasanya rindu saya pada tanah air membuncah. Rindu ramainya suasana ramadhan, kangen pasar takjil jelang berbuka. Kangen kolak pisang + roti tawar bikinan ibu. Rindu mesjid dan alunan suara azan. Saya iri menyaksikan mesjid-mesjid yang dipenuhi oleh halaqah Quran, bermalam dalam sujudnya yang panjang. Berbuka bersama dengan bentangan karpet yang panjang di halaman mesjid. Semenjak kami hijrah di Belanda, boleh dikatakan saya belum pernah mendengar suara azan yang berkumandang dengan lantangnya. Tidak pernah mendengar suara azan yang bersahut-sahutan seperti di Indonesia. Di tanah air azan berkumandang 5x sehari, jadi teringat 2 tahun silam saya mengantarkan Yaqdzan ke mesjid disaat azan zuhur/asar berkumandang. Terkadang kami bermain-main di mesjid…

  • Spiritual Journey,  Travelling

    Menelusuri Jejak Kejayaan Islam Andalusia

      Sebuah catatan emas tentang kejayaan Islam mencatat di semenanjung Iberia, di selatan benua Eropa yaitu tanah Andalusia. Selama 8 Abad lamanya kaum muslimin menghadiahkan peradapan besar yang memukau dunia. Saat itu 5 juta kaum muslimin Andalusia belajar, bertukar pikiran, berkarya, melahirkan berbagai ahli di bidangnya. Di masa itulah pengetahuan berkembang pesat, para intelektual muncul dan berkembang. Sebut saja, Ibnu Rusyd ilmuwan asal Maroko beliau ahli dalam bidang filsafat, kedokteran dan fikih. Maslamah Al-Majriti seorang astronom, alkimiawan, matematikawan, dan ulama Arab Islam Al-Andalus. Ketika itu pemimpinnya pun semangat menuntut ilmu, belajar dengan ulama, melahirkan kaum intelektual. Hingga pemuda dari Eropa lain, Afrika, dan Arab berbondong-bondong belajar ilmu ke Andalusia. Sejarahnya,…

  • Spiritual Journey

    Membangun Rasa dengan Baca dan Menulis Bersama Komunitas

    Sejak kapan ya saya punya cita-cita untuk menulis? Menuliskan sesuatu tentang banyak hal agar saya peka setiap saat, mengurai yang sederhana dan memberi banyak manfaat serta kebaikan, berpacu dengan waktu bahwa hidup di dunia tak kan lama. Mulanya saya gemar membuat mainan prakarya sendiri (diy toys) bersama Yaqdzan. Dua tahun berjalan ide saya muncul untuk menyalinkan pada sebuah rumah yang bisa diakses dengan mudah. Melihat artikel ide bermain dari web luar negeri misalnya, cukuplah sederhana tetapi menambah apa yang sebelumnya saya tidak ketahui. Blog! Akhirnya saya menghadirkan rumah baru ini untuk menulis. Kontennya tidak jauh berbeda, semuanya seputar bermain anak, entah aktivitas prewriting, bagaimana kami membuat monster untuk mengenalkan tanda…

  • Spiritual Journey,  Travelling

    Apa Oleh-Oleh Favoritmu Saat Travelling?

    Sebetulnya minggu ini saya akan menuliskan pengalaman travelling kami minggu lalu, ada 2 tema yang akan dituliskan namun sepertinya saya perlu “riset” kecil-kecilan. Ditunda dulu, sehingga minggu ini saya akan sharing soal memilih oleh-oleh disaat travelling. Juga terinspirasi setelah membaca blog seorang teman (mba Monik). Tulisan ringan ini harapannya ada manfaatnya sebagaimana dahulu saya tidak ada ide soal ini. Mungkin bagi kami suatu saat oleh-oleh ini akan menjadi kenangan ketika kembali ke tanah air kelak. Mengenal miniatur khas berbagai negara juga menjadi wadah belajar anak-anak kelak. Pun mengingatkan bagaimana dahulu kami hidup di rantau. Travelling kami saat ini adalah kota-kota di Belanda dan negara-negara tetangganya sekitar 1 tahun terakhir ini.…

  • Cerita Yaqdzan & Faiha,  Eindhoven,  Spiritual Journey

    Milad Mubarak, The 1st Year of Faiha

    Ketika itu musim dingin pertama kami, hujan es berjatuhan menutupi jalanan, jatuhan salju meninggalkan jejak. Yaqdzan sering sakit dan ayahnya lagi exam week. Sungguh hari yang berat rasanya. Dan prediksi waktu melahirkan itu tak lama lagi. Malam itu kontraksipun datang tapi saya mengabaikan begitu saja. “Ah belum, kan lahirannya mau minggu depan aja setelah exam week selesai”. Sayapun tidak mengabarkan dan tidak membangunkan suami yang baru saja tidur. Meski kontraksi yang dirasa saya harus berdiam sejenak. Pagi itu kami berkunjung ke rumah sakit, memenuhi jadwal kontrol mingguan kehamilan saya. Ditemani kontraksi yang semakin kuat namun masih selang 30 menit. Namun jika kontraksi itu datang saya harus berhenti sejenak dan kerumunan…

  • Spiritual Journey

    Membumikan Al Quran di Negeri Kincir Angin

    “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad). Entah melalui tangan-tangan siapa, sebuah harapan itu menembus langit. Turun dan berserakan di bumiNya. Ah, rasanya pesimis!”ini kan bukan negara Islam, muslim kan golongan minoritas tapi kalimat Allah masih ditegakkan kok” gumam hati. Cita-cita saya untuk selalu dipertemukan dengan komunitas penghafal Al Quran di negeri tulip ini. Islam sekitar 5% dari jumlah penduduknya di Belanda. Iya hanya sekitar 1juta orang dari 15 juta penduduknya beragama Islam (CBS.nl). Islam…