• Eindhoven,  Spiritual Journey

    Reverse Culture Shock, dari Rantau kembali ke Tanah Air

    Nikmatnya kuliner di tanah air sudah terbayang. Haru & bahagia akan bertemu keluarga tak terkira. Faiha akan bertemu nenek & kakeknya yang sudah lama dinantikan. Namun, semuanya tidak seindah bayangan. Detik-detik sebelum kembali ke tanah air memang rasanya sibuk luar biasa, “mati rasa”. Iya mati rasa, saya rasanya tidak bisa berfikir apa-apa ataupun baper menikmati hari-hari terakhir, hanya fokus pada urusan yang tiada akhir. Baca juga Persiapan ke Belanda (Visa MVV, Legalisir Dokumen dll) Bersiap take off hati saya bergumam, oh iya kami akan pulang ke tanah air. Baru saja sampai di Jakarta dan menuju rumah saya merasakan ketidaknyamanan panasnya ibukota. Seketika diajak makan diluar, hati kecil saya kembali menolak,…

  • Eindhoven,  Travelling

    Back For Good, Serba Serbi 14 Jam Perjalanan Amsterdam – Jakarta

    Mengcargokan barang 1,5 bulan menjelang BFG done! Menyusul 2 kardus 2 minggu sebelum BFG. Selesai beberes rumah dan serah kunci pada landord agustus akhir. Kemudian kami akan menumpang selama 2 minggu. Diselang-seling travelling ke Belgia & Luxembourg. Menginap berpindah2. Masya Allah terimakasih kepada teman-teman yang sudah berbaik hati. (Mba aci sekeluarga, mba fitri sekeluarga, mba Rhevy sekeluarga, mba Tita, mas Andi) semoga Allah lancarkan urusan kalian semua 😘 Dan terakhir adalah packing barang-barang yang diangkut ke pesawat nanti. Ini adalah packingan saya yang ke 3, kenapa? Packing pertama sudah fix, lalu ada tambahan 8 kg lego yang kemungkinan akan over 😅. Jadilah dibongkar kembali & kami cargoin aja. Packingan kedua…

  • Eindhoven,  Spiritual Journey

    Back For Good Senang atau Sedih?

    Rasanya baru kemaren datang ke Eindhoven, kok waktu cepat berlalu. Rentang 2 tahun sudah kami lewati disini. Dulu saya datang kondisi hamil, sekarang Faiha sudah 1,5 tahun. Betul, 2 tahun sudah terlewati. Buat yang pernah merantau pasti merasakan hal ini. Perasaannya nano-nano banget, terutama 2,5 bulan terakhir. Menghabiskan waktu yang tersisa buat kunjungan museum, ngenalin anak-anak banyak hal, mengirim barang ke tanah air, beberes rumah hingga bersiap pulang. Berasa mimpi. Sudah siap back for good? Yang sering dilontarkan teman-teman. Jujur saja kami akan banyak “kehilangan” nantinya. Apa-apa yang tidak kami dapatkan dulu di tanah air, dan menjadi suatu kesyukuran disini. Siapa yang tidak bahagia kalau di negeri kincir angin ini…